Tak Tersalurkan, 300 Kilogram Telur Bansos Jabar Membusuk

Tak Tersalurkan, 300 Kilogram Telur Bansos Jabar Membusuk
Ilustrasi penerima bantuan sosial. (Foto: Antara)
Bhakti Hariani / YUD Senin, 29 Juni 2020 | 20:35 WIB

Depok, Beritasatu.com - Sebanyak 300 kilogram telur bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membusuk di Kantor Pos Depok, Jawa Barat. 300 kilogram telur busuk tersebut tidak tersalurkan karena kendala waktu dan kurang validnya data yang diterima pihak Kantor Pos sebagai distributor.

Kepala Kantor Pos Depok Dicky Hendrawansyah di Depok, Jawa Barat, Senin (29/6/2020) mengatakan, sebanyak 300 kilogram telur dimusnahkan karena busuk dan belum sempat disalurkan kepada masyarakat. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan RT dan RW setempat dan diketahui bahwa penerima ada yang pindah alamat dan sudah meninggal.

Telur yang dimusnahkan sekitar 300 kilogram tersebut, kata Dicky, hanya sebagian kecil karena sekitar 3.900 kilo telah disalurkan ke yayasan yatim piatu, rumah dhuafa, dan sebagainya.

"Karena memang ada masanya telur ini sedangkan pendistribusian sekitar 14 hari. Ternyata ada penerima yang sudah pindah dan ada yang sudah meninggal dunia," kata Dicky.

Lebih lanjut diungkap Dicky, diakui memang terdapat paket bansos yang tidak berhasil diantar pihaknya. Dalam hal ini, si penerima tidak dikenal, pindah alamat, meninggal tanpa ahli waris, dan penerima bantuan double.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok siap berkoordinasi dengan Kantor Pos Indonesia dalam penyaluran Bantuan Sosial (Bansos) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) kepada masyarakat terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19. Terutama, berkaitan dengan data penerima manfaat.

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, Kantor Pos bertanggung jawab terhadap pendistribusian Bansos tersebut hingga kepada penerima manfaat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan. Namun, jika terkendala dengan data penerima manfaat, pihaknya siap membantu melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kota Depok.

"Kantor Pos bisa berkoordinasi dengan Dinsos Kota Depok bila ada kendala dengan data penerima manfaat," tutur Idris.

Dikatakannya, Kantor Pos merupakan lembaga yang secara resmi ditunjuk oleh Pemrov Jabar untuk mendistribusikan bantuan tersebut. Khususnya kepada masyarakat terdampak pandemi virus Corona atau Covid-19 di Kota Depok.

"Oleh karena itu, berkenaan dengan paket Bansos Provinsi Jawa Barat yang diberitakan banyak membusuk, dengan ini disampaikan bahwa tanggung jawab distribusinya adalah lembaga yang secara resmi ditunjuk oleh Pemprov Jawa Barat, dalam hal ini Kantor Pos," tutur Idris.

Terpisah, salah satu penerima Bansos Pemprov Jabar yakni Lutniani yang merupakan warga Kelurahan Depokjaya, Kecamatan Pancoran Mas mengaku menerima bansos tanpa kendala. Bansos sudah dia terima sejak bulan Ramadan lalu tepatnya pada awal Mei.

"Bansos dari Pemprov Jabar saya terima dengan baik. Diantar ke rumah langsung tiba di depan rumah. Telurnya dalam keadaan bagus dan tidak busuk," kata Lutniani.

Dirinya mengaku bersyukur karena mendapatkan bansos dari Pemprov Jabar tersebut. Dia mengaku rumah miliknya memiliki data yang valid sehingga pengiriman paket tak menemui kendala.

"Saya juga tidak pernah pindah rumah. Sudah puluhan tahun tinggal di Perumnas Depok Jaya ini," tutur Lutniani.



Sumber: BeritaSatu.com