Polisi Belum Terima Permohonan Penangguhan Penahanan John Kei

Polisi Belum Terima Permohonan Penangguhan Penahanan John Kei
John Kei. (Foto: Antara)
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 1 Juli 2020 | 16:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro, belum menerima surat permohonan penangguhan penahanan tersangka John Kei dan kawan-kawan, terkait kasus penyerangan di kediaman Nus Kei, di Perumahan Green Lake, Cipondoh, Kota Tangerang dan penganiaayan, di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat

Sebelumnya diketahui pihak kuasa hukum menyampaikan akan segera mengajukan permohonan penangguhan penahanan terhadap John Kei dan tersangka lainnya.

"Saya pribadi belum menerima surat permohonan tersebut. Tapi kalau misalnya mengajukan itu adalah hak dan boleh-boleh saja. Tapi saya sendiri sampai sekarang belum menerima permohonan penangguhan itu," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat, Rabu (1/7/2020).

Sementara itu, Tubagus menyampaikan, penyidik telah menangkap semua pelaku yang aktif melakukan penyerangan. Kendati demikian, pada saat pemeriksaan muncul nama pelaku-pelaku lain yang diduga terlibat dan saat ini masih ada delapan orang dalam pencarian alias buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"DPO yang sifatnya berperan aktif yang melakukan (penyerangan) di dua TKP itu semua sudah kita dapatkan, berikut dengan senjata apinya semua sudah dapat. Tapi namanya DPO, dari hasil pemeriksaan akan muncul nama-nama baru yang mungkin belum. Tapi yang melakukan itu sudah kita dapatkan semua dan semua sudah kita proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ungkapnya.

Dikatakan Tubagus, pelaku yang berperan mengumbar tembakan, menabrak pintu gerbang, melakukan penganiayaan, semuanya telah ditangkap. Termasuk, senjata api yang digunakan telah disita.

"Semuanya yang berperan aktif itu sudah kita tangkap. Baik dia ditangkap maupun dia menyerahkan diri," tegasnya.

Menyoal ada informasi salah satu pemicu kelompok John Kei melalukan penyerangan karena diduga terprovokasi siaran langsung Instagram (IG) kelompok Nus Kei, Tubagus tidak membantah, namun tidak juga memastikannya.

"Bisa iya, bisa tidak. Memang itu merupakan bagian dari seluruh rangkaian peristiwa, tapi kalau misalnya itu dianggap sebagai pemicu pasti akan ada belakangnya lagi kenapa sampai IG itu muncul. Kenapa IG itu muncul karena ada latar belakangnya, karena disikapinya kemudian oleh sikap yang emosional dengan beredarnya video itu. Apakah itu betul beredar? Iya. Apakah itu bisa jadi pemicu? Jawabannya mungkin iya, tapi itu merupakan rangkaian panjang dari peristiwa hubungan diantara dua personal tersebut," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com