Pemkot Bogor Putuskan Perpanjang PSBB Pra AKB Sebulan

Pemkot Bogor Putuskan Perpanjang PSBB Pra AKB Sebulan
Wali Kota Bogor, Bima Arya, saat menjelaskan hasil rapat bersama Pemprov Jawa Barat di Balai Kota Bogor, Rabu (1/7/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale)
Vento Saudale / FER Rabu, 1 Juli 2020 | 17:23 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) selama sebulan mulai Jumat 3 Juli 2020. Pada masa AKB, ojek online (Ojol) boleh membawa penumpang.

Baca Juag: Pemkot Bogor Belum Berencana Buka Fasilitas Olahraga

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menjelaskan, masa pembantasan sosial berskala besar (PSBB) Pra AKB mulai Jumat 3 Juli 2020 menuju fase AKB setelah Kota Bogor dianggap sudah baik dalam pengendalian Covid-19 dengan angka reproduksi (Ro) 0,3.

"Jadi mulai 3 Juli, kita memasuki masa PSBB pra AKB selama satu bulan,” kata Bima ditemui di Balai Kota Bogor, Rabu (1/7/2020).

Pada masa transisi AKB itu, ada beberapa bidang yang diperbolehkan beroperasi dengan catatan memperhatikan protokol kesehatan. Dua bilang diantaranya yang akan diperbolehkan beroperasi yakni ojek berbasis aplikasi, hotel mempergunakan ruang pertemuan, juga lokasi wisata di beberapa tempat.

"Karena intinya pak gubernur menyerahkan sepenuhnya kebijakan kepada daerah. Suasananya sebetulnya masih PSBB proporsional, tetapi diizinkan bidang-bidang tertentu memasuki AKB. Saya izin kepada pak gubernur, agar ojol sudah diperbolehkan membawa penumpang. Hotel-hotel diperbolehkan menggelar resepsi perkawinan atau seminar dengan protokol kesehatan,” kata Bima.

Baca Juga: Puncak Pandemi Covid-19 Kota Bogor Juli-Agustus

Pun demikian, lanjut Bima, Kota Bogor perlu mewaspadai daerah-daerah yang beririsan dengan seperti Kabupaten Bogor, Depok, dan Bekasi lalu Jakarta yang masih masif dalam penyebaran Covid-19.

“Pak gubernur wanti-wanti, harus dijaga betul. Karena dekat dengan Jakarta. Kita juga akan menerjunkan para relawan dan gugus tugas untuk memonitoring pada masa AKB,” tandas Bima.

Untuk tempat wisata, kata Bima, akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu layaknya mal akan buka. Hal itu untuk memastikan, agar protokol kesehatan dapat dipatuhi dengan baik.

Selain pengawasan, pemkot juga melakukan lebih masih tes Covid di lokasi-lokasi beresiko seperti pasar dan stasiun. Selain itu, pengawasan dengan melibatkan masyarakat sebagai detektif Covid-19 di tiap-tiap kelurahan.

"Tes Covid lebih gencar, swab dan rapid lebih gencar, sekarang kita sudah 4.000 target 8.0000 akan digencarkan di pasar dan stasiun,” tambah Bima.



Sumber: BeritaSatu.com