Masa Tanggap Darurat di Depok Diperpanjang

Masa Tanggap Darurat di Depok Diperpanjang
Wali Kota Depok Mohammad Idris saat meninjau masjid di Depok, Jawa Barat, Kamis (6/4/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Bhakti Hariani)
Bhakti Hariani / CAH Rabu, 1 Juli 2020 | 18:35 WIB

Depok, Beritasatu.com -Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi memperpanjang masa tanggap darurat bencana Coronavirus Desease 2019 (Covid-19). Perpanjangan tersebut tertuang dalam Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/267/Kpts/DPKP/Huk/2020 tentang Perpanjangan Kedua Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di Kota Depok.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, masa tanggap darurat bencana Covid-19 kedua diperpanjang mulai tanggal 1 Juli 2020. Keputusan ini berlaku hingga dicabutnya Bencana Non Alam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional.

"Sebelumnya masa tanggap darurat Covid-19 ditetapkan mulai tanggal 18 Maret-29 Mei 2020, kemudian diperpanjang dari 30 Mei-30 Juni. Kini diperpanjang kembali sampai dicabutnya Bencana Non Alam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional," ujar Idris di Depok, Jawa Barat, Rabu (1/7/2020).

Baca Juga300 Kg Telur Bansos Pemprov Busuk, Pemkot Depok Angkat Bicara

Dikatakannya, perpanjangan masa tanggap darurat Covid-19 guna memaksimalkan penanganan virus Corona atau Covid-19. Terutama, di wilayah-wilayah yang masih berstatus Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS).

"Perpanjangan dilakukan untuk semakin menguatkan penanganan penyebaran Covid-19," kata Idris.

Update Kasus

Lebih lanjut, Mohammad Idris menuturkan, perkembangan pasien sembuh Covid-19 hari ini bertambah 11 orang. Dengan demikian, total pasien sembuh menjadi 522 orang atau 67,88 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada.

Sementara kasus konfirmasi positif bertambah sebanyak tujuh kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab dan PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Depok sebanyak satu kasus dan Laboratorium RS UI sebanyak enam kasus.

Baca Juga: Daerah Jabar di Luar Bodebek Memasuki Kenormalan Baru

"Dengan penambahan ini, maka total pasien konfirmasi positif sebanyak 769 orang dan pasien yang meninggal dunia 34 orang," tutur Idris.

Kemudian, lebih lanjut diungkap Idris, untuk orang tanpa gejala (OTG) yang selesai pemantauan hari ini pun bertambah 16 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) delapan orang. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah tiga orang.

"Sementara PDP yang meninggal saat ini berjumlah 115 orang atau tidak terdapat penambahan dibanding hari sebelumnya. Meski begitu, status PDP ini merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kemenkes RI," pungkas Idris. 



Sumber: BeritaSatu.com