Pemkot Bekasi Mulai Izinkan Tempat Hiburan dan Pariwisata

Pemkot Bekasi Mulai Izinkan Tempat Hiburan dan Pariwisata
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mulai mengizinkan tempat hiburan dan tempat pariwisata dibuka kembali, Kamis, 2 Juli 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman)
Mikael Niman / CAH Kamis, 2 Juli 2020 | 19:32 WIB

 

Bekasi, Beritasatu.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi mulai melonggarkan kebijakan terhadap pelaku usaha tempat hiburan dan jasa kepariwisataan.

“Tempat hiburan dan pelaku usaha jasa kepariwisataan lainnya diizinkan buka namun dengan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Kamis (2/7/2020).

Selama empat bulan belakangan ini, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bekasi menutup sementara tempat hiburan maupun jasa kepariwisataan di Kota Bekasi. Namun, belakangan dengan diterbitkan Keputusan Wali (Kepwal) Kota Bekasi Nomor 556/Kep.337-Disparbud/V/2020 tentang Petunjuk Teknis Tatanan Hidup Baru pada Kegiatan Tempat Hiburan dan Usaha Jasa Kepariwisataan Lainnya Pascapencegahaan dan Pengendalian Covid-19 di Kota Bekasi, jasa pariwisata dan tempat hiburan kembali dibuka.

Baca JugaPemkot Bekasi Raih Opini WTP Kelima Kalinya

Pemkot Bekasi mempersilakan kepada pemilik tempat hiburan dan pelaku usaha jasa kepariwisataan lainnya beroperasi seperti sedia kala dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat seperti menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh, menjaga jarak aman.

Selain itu, Pemerintah Kota Bekasi juga telah melakukan giat sosialisasi dan monitoring di sejumlah tempat di antaranya rumah makan atau restoran, hotel, tempat permainan anak, karaoke, spa atau refleksi, fitnes, salon.

Hasil dari monitoring dari 18-26 Juni terhadap 505 pelaku usaha didapati, sebanyak 127 atau 25,14 persen pelaku usaha belum menjalankan protokol kesehatan.

Baca JugaKepala OPD Pemkot Bekasi Berkantor Kembali di Tempat Masing-masing

“Pelaku usaha yang belum menjalankan protokol kesehatan itu didominasi tempat-tempat makan atau restoran,” katanya.

Terkait pelanggaran tersebut, Pemkot Bekasi telah memberikan peringatan secara tertulis. Namun apabila masih belum mengindahkan dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditentukan, tindakan selanjutnya ada penyegelan tempat usaha.

Pemkot Bekasi telah memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional/transisi mengikuti penerapan PSBB Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.



Sumber: BeritaSatu.com