Ojek Online Kota Bogor Boleh Beroperasi dengan Syarat

Ojek Online Kota Bogor Boleh Beroperasi dengan Syarat
Ilustrasi ojek dalam jaringan (daring). (Foto: Antara)
Vento Saudale / YUD Kamis, 2 Juli 2020 | 21:07 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memerbolehkan angkutan ojek berbasis aplikasi atau ojek online membawa penumpang mulai Senin 6 Juli 2020. Pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) ojek online wajib mematuhi syarat protokol kesehatan.

Pemerintah Kota Bogor akhirnya memerpanjang kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan nama pra adaptasi kebiasaan baru (AKB) mulai Jumat 3 Juli 2020.

Kata dia, pemkot mulai memberikan kelonggaran dalam bidang transportasi khususnya bagi Ojol atau ojek pangkalan yang tiga bulan tidak beroperasi membawa penumpang.

“Jadi pra AKB selama satu bulan, mulai besok. Ojol dan opang diijinkan menarik penumpang mulai hari Senin, 6 Juli 2020,” kata Bima, di Balai Kota Bogor, Kamis (2/7/2020).

Namun demikian, Bima meminta agar operasional membawa penumpang dibatasi mulai pukul 04.00 hingga pukul 24.00 WIB. Demikian juga dengan protokol kesehatan harus dipatuhi, seperti masker, penutup rambut, dan cairan antiseptik.

Hair cap (penutup rambut) Itu akan diberikan kepada setiap penumpang. Bukan dipinjamkan. Penumpang diimbau untuk membawa helm sendiri, kendaraan pun dipasang ada penyekat. Saya kira teman-teman pengemudi ojol, sudah punya mekanismenya. Penyekat ini tidak harus dipasang di motor, tetapi bisa melekat seperti diransel oleh pengemudi ojol,” jelas Bima.

Terkait cakupan operasional, Bima menegaskan, selama Ojol patuh terhadap syarat-syarat, pun di zona merah atau kuning diperbolehkan beroperasi.

Kemudian Pemerintah Kota Bogor mengajukan operator untuk menyediakan check point kesehatan. Sehingga, setiap pengemudi Ojol dapat melakukan kegiatan pemeriksaan berkala di pos-pos yang telah disediakan.



Sumber: BeritaSatu.com