Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Diwajibkan Miliki SIKM

Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Diwajibkan Miliki SIKM
Ilustrasi hewan kurban. (Foto: ANTARA FOTO / Anis Efizudin)
Yustinus Paat / FER Kamis, 2 Juli 2020 | 23:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah membuat sejumlah aturan dalam rangka menyambut Iduladha 2020/1441 Hijriah. Aturan tersebut dibuat untuk mengantisipasi permintaan dan pemotongan hewan kurban serta mencegah terjadinya klaster baru Covid-19.

Baca Juga: Kurban Pedalaman Terapkan Protokol Kesehatan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, salah satu aturan yang dibuat adalah mewajibkan pedagang hewan kurban dari luar Jakarta memiliki surat izin keluar masuk (SIKM) wilayah DKI Jakarta.

"Sesuai Pergub Nomor 60 Tahun 2020 tentang Pengendalian Kegiatan Bepergian di Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, setiap pedagang dan atau pekerja yang berasal dari luar Provinsi DKI Jakarta, kecuali yang memiliki e-KTP Jabodetabek wajib memiliki SIKM,” ujar Darjamuni dalam keterangannya, Kamis (2/7/2020).

Menurut Darjamuni, pedagang hewan kurban juga harus mengajukan perizinan pemasukan ternak melalui DPMPTSP tingkat Kota dengan melampirkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan hasil uji laboratorium negatif anthraks.

"Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian, akan melaksanakan pemeriksaan kesehatan hewan di tempat penjualan dan penampungan hewan kurban. Hewan yang telah diperiksa kesehatannya dan dinyatakan sehat akan diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan atau SKKH," jelasnya.

Baca Juga: DKP Kota Tangerang Inspeksi Mendadak Hewan Kurban

Untuk daerah yang sangat padat penduduk dan daerah yang ditetapkan sebagai zona merah, kata Darjamuni, pemotongan hewan kurban dipindahkan ke Rumah Potong Hewan (RPH) dan atau fasilitas pemotongan yang telah ditetapkan.

“Sebagai edukasi kepada masyarakat bagaimana berkurban yang aman dan sehat pada masa PSBB transisi, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi DKI Jakarta akan membuat video simulasi pemotongan hewan kurban," tandasnya.

Darjamuni menambahkan, masyarakat yang akan berkurban dianjurkan untuk membeli hewan kurban melalui platform daring atau online. Selain itu, bisa dilakukan dengan cara dikoordinir oleh panitia kurban atau menyalurkan kurban melalui lembaga sosial resmi dan terpercaya.

"Jika tetap ingin membeli secara langsung atau konvensional, diharuskan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com