1 Oknum Pegawai Starbucks Jadi Tersangka Video Intip Konsumen

1 Oknum Pegawai Starbucks Jadi Tersangka Video Intip Konsumen
Ilustrasi korban pelecehan. (Foto: beritasatu.com)
Carlos Roy Fajarta / Bayu Marhaenjati / FMB Jumat, 3 Juli 2020 | 19:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi telah menetapkan satu pegawai Starbucks berinisial D sebagai tersangka terkait kasus dugaan mengintip bagian tubuh sensitif konsumen melalui kamera pengawas atau CCTV, merekam dan mengunggahnya ke Instagram sehingga viral di media sosial.

"Ternyata D yang posting di Instagramnya, di story Instagramnya sehingga viral. Kemudian laporan polisi sudah ada, sudah periksa saksi-saksi dan naik penyidikan, menetapkan D sebagai tersangka," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Jumat (3/7/2020).

Sementara itu, oknum pegawai berinisial K yang kenal dengan korban VA, berstatus sebagai saksi. "K masih sebagai saksi, sementara masih diperiksa. Itu temannya saja, pada saat itu ada di situ," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, tersangka D terancam dijerat Pasal 27 juncto Pasal 45 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 terkait Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). "Ancaman hukumannya 6 tahun," katanya.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Budhi Herdi Susianto menuturkan, tersangka D dan saksi K selaku oknum pegawai Starbucks sudah mengenal korban VA yang merupakan pelanggan kedai kopi, di kawasan Sunter, Jakarta Utara itu.

"K sebagai barista sering melayani dan pada akhirnya kenal. Nah teman-temannya menganggap bahwa K ini sedang pendekatan dengan VA sehingga sering diisengi ataupun dibencandai," jelasnya.

Budhi melanjutkan, ketika itu VA datang bersama rekannya dan duduk di salah satu bangku yang di depannya ada meja. Pada saat rekan korban pergi ke toilet, tersangka D memutar balik rekaman CCTV ke arah bagian sensitif korban dengan tujuan menggoda temannya K.

"Jadi hanya merupakan keisengan dari tersangka D yang mencoba menggoda saksi K yang pada saat itu ada kenalannya yakni, saudari VA yang datang ke kedai tersebut," katanya.

Sementara itu, pihak Starbucks dikabarkan telah memberhentikan oknum pegawai yang terlibat kasus itu, karena perilakunya dinilai di luar norma-norma dan tidak bisa ditoleransi.



Sumber: BeritaSatu.com