Pemprov DKI Akui Warga Masih Berolahraga di Jalan Sudirman-Thamrin

Pemprov DKI Akui Warga Masih Berolahraga di Jalan Sudirman-Thamrin
Warga berolahraga saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan Gajah Mada, Jakarta, Minggu (5/7/2020). Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar HBKB saat masa PSBB transisi di 32 titik lokasi yang telah ditentukan untuk menggantikan lokasi HBKB di Jalan Sudirman dan MH Thamrin yang ditiadakan sementara. (Foto: ANTARA FOTO / Hafidz Mubarak A)
Yustinus Paat / JAS Minggu, 5 Juli 2020 | 13:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengakui bahwa warga DKI Jakarta masih banyak melakukan aktivitas olahraga di jalan Sudirman-Thamrin pada hari ini, Minggu (5/7/2020). Padahal, Pemprov DKI sudah meniadakan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Sudirman-Thamrin dua pekan ini.

"Dari pantauan kami pagi ini terjadi keramaian baik pesepeda maupun pejalan kaki di Kawasan Sudirman-Thamrin," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo kepada wartawan, Minggu (5/7/2020).

Pemprov DKI sebenarnya sudah menyediakan 32 kawasan yang menyebar di 5 wilayah kota administrasi untuk aktivitas olahraga warga, menggantikan kawasan Sudirman-Thamrin. Namun sayang, 32 kawasan ini masih sepi peminat dan warga cenderung kembali berolahraga di kawasan Sudirman-Thamrin.

Syafrin mengatakan pihaknya akan mengevaluasi fenomena ini dan melaporkan ke Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selaku Ketua Gugus Tugas. Apalagi, kata dia, Pemprov DKI sudah masih melakukan sosialisasi baik melalui media sosial maupun elektronik agar warga melakukan aktivitas olahraga di 32 titik yang sudah disediakan untuk mencegah terjadinya kerumunan jika olahraga terpusat di kawasan Sudirman-Thamrin.

"Hal ini akan kami evaluasi dan akan dilaporkan ke Ketua Gugus Tugas," ungkap dia.

Berdasarkan pantauan pihaknya, kata Syafrin, warga tidak melakukan kerumunan saat beraktivitas di kawasan Sudirman-Thamrin. Warga, kata dia, terlihat terus bergerak.

"Walaupun tidak terjadi kerumunan, karena seluruh warga terus bergerak pesepeda di jalur sepeda sementara dan pejalan kaki di trotoar," pungkas Syafrin. 



Sumber: BeritaSatu.com