Sarana dan Fasilitas Peseda Dinilai Perlu Ditambah

Sarana dan Fasilitas Peseda Dinilai Perlu Ditambah
Masyarakat bersepeda memadati Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau yg lebih dikenal dengan Car Free Day (CFD) di Jalan Thamrin sampai Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu, 21 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Bayu Marhaenjati / FER Minggu, 5 Juli 2020 | 18:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo, mengatakan, seiring peningkatan jumlah pengguna sepeda belakangan ini, membutuhkan regulasi atau aturan, serta penambahan fasilitas dan sarana.

Baca Juga: Dishub DKI Siapkan 32 Lokasi Pengganti CFD

"Ya tentu memang dengan meningkatnya volume pesepeda, memang seharusnya ditambah fasilitas untuk pesepeda. Tapi tentunya dengan tidak terlalu mengganggu kapasitas jalan yang dapat digunakan oleh pengguna jalan lain," ujar Sambodo Purnomo, Minggu (5/7/2020).

Menyoal regulasi atau aturan, lanjut Sambodo, sejauh ini pesepeda diwajibkan melalui jalur sepeda apabila tersedia sarana itu. "Ya untuk regulasinya kan memang sudah ada jalur sepeda yang mereka gunakan. Seharusnya mereka menggunakan jalur sepeda. Tapi kan tidak semua jalan juga di Jakarta ini ada jalur sepedanya. Kalau tidak salah jalur sepeda itu baru 64 kilometer (km)," ungkapnya.

Ihwal untuk penggunaan helm dan pelindung sikut atau kaki apakah perlu diwajibkan untuk keamanan, Sambodo mengatakan, sifatnya baru imbauan. "Sementara kewajiban menggunakan helm baru untuk sepeda motor roda dua. Untuk pesepeda belum ada. Belum ada aturan yang mewajibkan. Jadi pakai helm itu baru sifatnya imbauan," katanya.

Sebelumnya, pemerhati masalah transportasi, Budiyanto mengatakan, regulasi yang sangat urgent atau penting dibuat adalah berkaitan dengan aspek keamanan dan kesalamatan pengendara sepeda.

Baca Juga: Jadi Incaran Bandit, Pesepeda Diimbau Berhati-hati di Jalan

"Hal yang sangat urgent dan penting adalah berkaitan dengan aspek keamanan dan keselamatan pengendara sepeda. Kita sama-sama tahu karena kapasitas jalan kita yang terbatas. Jalur sepeda masih ada yang berada di bahu jalan atau lajur paling kiri, bahkan ada yang ditempatkan di trotoar. Sehingga, trotoar berfungsi ganda untuk pejalan kaki dan pesepeda," katanya.

Budiyanto menambahkan, hal yang perlu diperhatikan untuk keamanan dan keselamatan sepeda antara lain, tempatkan pada jalur khusus bagian jalan paling kiri dan dibuatkan marka dengan gambar sepeda, rambu-rambu dan reflektor. Kemudian, kurangi lajur-lajur diberlakukannya mix traffic pada jalur sepeda karena akan menggganggu keamanan dan keselamatan pesepeda.

"Untuk keselamatan, sepeda dilengkapi dengan lampu apabila digunakan untuk kegiatan malam hari. Pengendara menggunakan helm yang safety dan pengendaranya menggunakan pakaian yang memililiki sarana pelindung untuk menghindari atau mengurangi cedera apabila ada trouble, kecelakaan dan sebagainya," jelasnya.

Budiyanto melanjutkan, harus ada kegiatan-kegiatan yang pararel dari para stakeholder yang bertanggungjawab pada bidang lalu lintas dan angkutan jalan. Semisal, melakukan kegiatan preemtif berupa sosialisasi terhadap keamanan dan keselamatan lalu lintas, kemudian kampanye keselamatan, penerangan dan penyuluhan.

Baca Juga: Pemprov DKI Lanjutkan Aktivitas di 32 Titik CFD

"Lalu kegiatan preventif atau pencegahan dengan melakukan penjagaan, patroli, dan pengaturan pada lokasi-lokasi rawan. Selanjutnya, kegiatan represif atau penegakan hukum berupa penilangan atau teguran," katanya.

Menurut Budiyanto, masalah keamanan dan keselamatan menjadi prioritas baik pesepeda maupun pengguna jalan lainnya. "Ingat bahwa kecelakaan lalu lintas biasanya diawali dari pelanggaran lalu lintas. Pentingnya pemberian pemahaman tentang tata cara berlalu lintas yang benar kepada masyarakat secara umum sehingga semua menyadari akan hak dan kewajiban pada saat berlalu lintas," terangnya.

Menyoal apakah sepeda perlu ditarik pajak, Budiyanto menegaskan, hal itu kurang tepat. Sebab, sepeda merupakan sarana tranportasi yang dapat berfungsi ganda. Pertama untuk menunjang aktivitas yang memerlukan mobilitas dan dapat digunakan sebagai sarana menyehatkan masyarakat serta mengurangi polusi atau meningkatkan kualitas udara.

"Sepeda dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat bawah, menengah dan atas. Kalau perlu pemerintah mendorong masyarakat untuk gemar bersepeda. Bila memungkinkan pemerintah memberikan subsidi atau kemudahan akses untuk mendapatkan sepeda aman, nyaman dan berkeselamatan. Salah satu tujuan negara adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com