New Normal Ancam Jakarta Masuki Gelombang Kedua Covid-19

New Normal Ancam Jakarta Masuki Gelombang Kedua Covid-19
Karyawan menggunakan pelindung wajah dan juga masker saat merapihkan produk di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Hotman Siregar / YUD Minggu, 5 Juli 2020 | 18:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta pada 5 Juli 2020 menunjukkan peningkatan jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta. Hari ini terdapat penambahan positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 256 kasus.

Sehingga, jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 12.295 kasus. Dari jumlah tersebut, 7.663 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 658 orang meninggal dunia. Sangat besar kemungkinan Jakarta masuk gelombang kedua Covid-19.

Sosiolog Bencana, Associate Professor Nanyang Technological University, Singapura, Sulfikar Amir mengatakan, selama ini pemerintah provinsi DKI hanya membuat kebijakan yang sifatnya selalau jangka pendek. Kebijakan jangka pendek itu misalnya PSBB selama dua minggu.

“Ini sebuah ada kebijakan yang relatif temporer dan memiliki keterbatasan. Ketika bicara new normal yang relatif jangka panjang, kita sarankan Pemprov itu, mengembangkan strategi litigasi yang sifatnya jangka menengah ke jangka panjang dengan regulasi ang lebih permanen,” ujar Sulfikar Amir dalam Webinar Lapor Covid-19, Minggu (5/7/2020).

Regulasi jangka menengah hingga jangka panjang, kata Sulfikar, bertujuan agar kebijakan memiliki dampak yang signifikan untuk mendorong perubahan perilaku warga terhadap risiko Covid-19. Menurutnya, keterlibatan pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam mengantisipasi Covid-19.

“Kalau melihat kondisi sekarang, memang kita katakan, bisa jadi Jakarta akan masuk gelombang kedua Covid-19 misalnya new normal dipaksakaan untuk dilakukan. Dalam arti aktivitas sosial ekonomi itu kembali dibuka, kemudian ada beberapa perubahan dan tatatan baru yang diterapkan dengan kemungkinan gelombang kedua ini cukup besar,” katanya.

Hasil survei terakhir Lapor Covid-19 yang dirilis Minggu (5/7/2020), dari sisi risiko kesehatan terhadap infeksi Covid-19, sebanyak 85.76 persen responden mengaku tidak mengetahui/tidak memiliki komorbiditas. Secara keseluruhan, skor Risk Perception Index (RPI) Jakarta adalah sebesar 3.30 (skala 5) atau turun 0.16 dari temuan di awal studi beberapa bulan lalu.



Sumber: BeritaSatu.com