Stasiun di Bogor Hanya Layani Penumpang Kartu Multitrip

Stasiun di Bogor Hanya Layani Penumpang Kartu Multitrip
Penumpang kereta rel listrik (KRL) antre di Stasiun Bogor, Senin (15/6/2020). (Foto: Istimewa)
Vento Saudale / YUD Minggu, 5 Juli 2020 | 19:07 WIB

Bogor, Baritasatu.com - Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut akan menjadi stasiun yang khusus melayani cara pembayaran tiket dengan Kartu Multitrip (KMT) mulai Senin, 13 Juli 2020. Diharapkan dengan penerapan ini dapat mengurangi antrean penumpang.

Komunikasi Perusahaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba, mengatakan pada tahap awal ini pemberlakuan Stasiun KMT di Stasiun Bogor dan Cilebut akan diberlakukan pada setiap hari Senin. Kebijakan tersebut merupakan upaya untuk meminimalisasi risiko kesehatan dengan bertransaksi nontunai, baik itu uang elektronik maupun kode QR.

“Dengan kebijakan ini, layanan tiket di Stasiun Bogor dan Cilebut hanya dapat menerima transaksi dengan menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank, maupun tiket dengan kode QR melalui Link Aja,” kata Anne dalam keterangannya, Minggu (5/7/2020).

Dalam masa sosialisasi sepekan ini, lanjut Anne, para pengguna KRL yang bertransaksi dengan Tiket Harian Berjaminan (THB) dengan tujuan Stasiun Bogor masih dapat keluar dari gerbang elektronik stasiun. La­yan­an refund atau pengembalian uang jaminan masih akan dilayani di Stasiun Bogor dan Cilebut.

“Mereka yang menggunakan THB Pergi Pulang (PP) juga masih dapat melakukan perjalanan kembali dari ke­dua stasiun tersebut. Namun di Stasiun Bogor dan Stasiun Cilebut, mulai 13 Juli 2020 dan di setiap hari Senin tidak ada layanan pembelian maupun isi ulang THB,” katanya.

Berdasarkan data KCI, Stasiun Cilebut dan Bogor merupakan dua stasiun dengan volume pengguna cukup tinggi. Pada Senin 29 Juni lalu, misalnya, Stasiun Bogor melayani 18.120 pengguna KRL, sementara Stasiun Cilebut melayani 9.434 pengguna KRL.

Dari jumlah pengguna tersebut, pada hari kerja jumlah pengguna KMT, kartu uang elektronik bank, dan tiket kode QR mencapai 65 persen dari seluruh transaksi di kedua stasiun.

“Sejalan dengan peningkatan volume pengguna KRL secara umum pada masa PSBB transisi ini, jumlah pengguna di kedua stasiun tersebut juga meningkat sehingga antrean semakin panjang,” ujarnya.

Dengan menggunakan KMT atau kartu uang elektro­nik lainnya, menurut dia, peng­guna tidak perlu meng­antre dua kali yaitu antre isi ulang atau membeli THB dan kemudian antre menuju masuk gerbang elektronik stasiun.

Untuk mengurai antrean ini, KCI tetap akan menyedia­kan tambahan tiga loket portabel di area parkir Stasiun Bogor, selain loket yang tersedia di hall stasiun.

Loket akan melayani pe­ngembalian uang jaminan THB, isi ulang KMT, dan pembelian perdana KMT. KMT saat ini dijual dengan harga 30.000 rupiah sudah termasuk saldo 10.000 rupiah. KMT juga memiliki masa garansi selama tujuh hari sejak pembelian.

Di Stasiun Bogor juga tersedia empat unit mesin penjual (vending machine) KMT yang dapat melayani transaksi isi ulang. PT KCI mengingatkan agar pengguna dapat mengisi ulang KMT dengan saldo yang mencukupi agar tidak perlu isi ulang setiap hari.



Sumber: BeritaSatu.com