Ledakan di Menteng, Polisi: Low Explosive

Ledakan di Menteng, Polisi: Low Explosive
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus (tengah), Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Heru Novianto (kiri), dan Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Susatyo Purnomo (kanan). (Foto: Beritasatu Photo / Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / RSAT Minggu, 5 Juli 2020 | 21:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi memastikan ledakan yang mengenai mobil Mitsubishi Pajero Sport, di Jalan Yusuf Adiwinata, Menteng, Jakarta Pusat, berdaya ledak rendah atau low explosive. Tidak ada korban luka atau jiwa dalam peristiwa ledakan itu.

"Jadi sore tadi, terjadi ledakan kecil dimana ledakan itu seperti petasan yang mengakibatkan kempes ban Pajero sebelah kiri. Kita katakan petasan karena tidak besar, tak ada dampak signifikan, korban tidak ada. Kerugian hanya ban kempes saja. Ledakan kecil dan kita katakan low explosive," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Heru Novianto, Minggu (5/7/2020).

Dikatakan Heru, polisi masih mendalami ledakan itu, termasuk dari mana asal benda yang meledak itu.

"Kita masih dalami karena kita katakan bom juga bukan. Masih kita dalami (apakah dilempar), saksi diperiksa baik korban (pemilik mobil) maupun saksi lainnya," ungkapnya.

Menyoal apakah ledakan itu berasal dari bom rakitan, Heru mengatakan, nanti Puslabfor Polri yang akan menjelaskan setelah pemeriksaan. "Belum. Puslabfor yang jawab. Serpihan saja. Baut, paku nggak ada, paralon ada," katanya.

Heru menyampaikan, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Puslabfor Polri untuk memastikan bahan material ledakan itu.

"Kita tunggu Puslabfor. Yang kita lihat ada pecahan plastik, pipa ada juga. Tapi kalau kita simpulkan ini low explosive karena dampaknya kecil, aspal tidak ada luka, kaca enggak pecah. Ban bocor saja karena pipa masuk ban," jelasnya.

Ihwal siapa identitas korban, Heru belum bisa mengungkapkan karena masih dilakukan pendalaman.

"Kami tutup dulu karena kami masih lakukan pemeriksaan dan pendalaman. Karyawan punya perusahaan yang dikelola masih kita dalami. Mungkin perusahaan ada masalah atau apa. Belum masih jauh (motifnya). Masih pendalaman saksi," katanya.

Heru menambahkan, polisi akan memeriksa rekaman kamera pengawas alias CCTV untuk mendalami kasus ledakan itu. "CCTV kita jadikan alat petunjuk kira-kira awalnya bagaimana. Kita belum lihat semua. Sabar, nanti hasil pemeriksaan kami ekspos," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com