Pemprov DKI Optimistis Sampah Plastik Berkurang

Pemprov DKI Optimistis Sampah Plastik Berkurang
Pengunjung membawa barang belanjaan dengan kantong plastik di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa, 30 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / FER Minggu, 5 Juli 2020 | 22:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Andono Warih, mengaku optimistis pemberlakuan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat sejak 1 Juli 2020 lalu, bisa mengurangi volume sampah plastik yang ada di Jakarta.

Baca Juga: Ini Aturan Lengkap Pelarangan Kantong Plastik

"Kami yakin (bisa mengurangi volume sampah plastik di Jakarta). Kita memerlukan kebijakan untuk menangani masalah sampah plastik ini. Menginggat pengelolaan sampah plastik sudah menjadi masalah global tidak saja masalah lokal Indonesia,” ujar Andono saat dihubungi, Minggu (5/7/2020).

Andono mengatakan, sampah yang masuk ke tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Bantargebang berdasarkan data tahun 2019, sudah mencapai angka 7.702 ton per hari. Dari jumlah tersebut, terbanyak adalah sampah plastik, sekitar 34 persen.

"Hal ini disebabkan jenis kantong kresek tidak laku dikumpulkan oleh pemulung untuk di daur ulang oleh industri. Selain itu, sampah jenis ini membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terdekomposisi secara alamiah," paparnya.

Sementara, kata Andono Warih, kantong plastik sekali pakai atau kantong kresek yang dihasilkan oleh pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat mencapai 35 ton per hari. Dengan adanya pergub ini, diharapkan terjadi pengurangan sampah plastik jenis tersebut.

Baca Juga: Pelarangan Kantong Plastik Dinilai Berjalan Baik

"Secara bertahap, kita mulai dari pembatasan kantong plastik sekali pakai atau kantong kresek. Jenis ini banyak substitusinya, sehingga kami menyakini tidak akan merepotkan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andono Warih mengakui, kampanye pengunaaan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) telah dilakukan di DKI Jakarta sejak 2017. Kemudian, setelah Pergub 142 Tahun 2019 mulai berlaku, enam bulan terhitung sejak tanggal diundangkan sejak 27 Desember 2019, pihaknya sudah melakukan sosialisasi.

"Kami telah melakukan sosialisasi secara masif kepada pengelola dan pelaku usaha di mal, toko swalayan dan pasar rakyat sejak enam bulan lalu terkait penggunaan kantong belanja ramah lingkungan ini,” paparnya.

Menyoal metode sosialisasinya pun beragam. Pertama, menyebarluakan Surat Edaran Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan template contoh himbauan (poster/banner/spanduk) tanggal 20 Januari 2020 tentang pelaksanaan sosialisasi dan edukasi kepada pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan dan pasar rakyat.

Baca Juga: Gunakan Kantong Plastik Sekali Pakai, Ini Sanksinya

Kedua, monitoring dan sosialisasi langsung ke lokasi sebanyak 85 lokasi pusat perbelanjaan/mal, toko swalayan sebanyak 2.000 lebih lokasi, dan pasar rakyat sebanyak 158 lokasi. Ketiga, melakukan sosialisai kepada masyarakat berupa berita di media cetak, online maupun televisi.

"Terakhir memberikan kembali surat edaran Kepala Dinas Lingkungan Hidup tanggal 15 Juni 2020 tentang persiapan penerapan Pergub Nomor 142 Tahun 2019 kepada asosiasi pengelola pusat perbelanjaan Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), 3 kantor pusat toko swalayan yaitu Carrefour, Indomaret dan AlfaMart, 85 pengelola pusat perbelanjaan, 2.000 lebih penanggungjawab toko swalayan dan 158 kepala pasar rakyat," tanas Andono Warih.



Sumber: BeritaSatu.com