Pengaturan Jam Kerja Solusi Urai Kepadatan Pengguna KRL

Pengaturan Jam Kerja Solusi Urai Kepadatan Pengguna KRL
Calon penumpang kereta rel listrik. (Foto: Antara)
Thresa Sandra Desfika / FER Senin, 6 Juli 2020 | 15:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Situasi Senin (6/7/2020) pagi di sejumlah stasiun terpantau antrean pengguna kereta rel listrik (KRL) semakin panjang. Hingga pukul 10.00 WIB tercatat ada 166.044 pengguna KRL atau meningkat 7 persen dibanding Senin (29/6/2020) pekan lalu pada kurun waktu yang sama.

Baca Juga: Awal Pekan, Pengguna KRL Jabodetabek Naik 9%

VP Corporate Communications PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba mengungkapkan, pantauan di Stasiun Bogor, para calon pengguna KRL sudah mulai mengantre sejak pukul 05.30 WIB hingga halaman parkir stasiun. Begitu pula pantauan di Stasiun Cilebut, Bojong Gede, Bekasi, dan Rangkasbitung.

"Di Stasiun Bogor, setiap pemberangkatan bus bantuan dari pemerintah senantiasa ramai digunakan para calon pengguna KRL. Bus yang mulai beroperasi sejak pukul 05.00 WIB melayani trayek Stasiun Bogor menuju Tebet, Manggarai, Tanah Abang, dan Juanda," kata Anne dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Senin (6/7/2020).

Anne menambahkan, PT KCI secara berkala terus menginformasikan kondisi antrean di sejumlah stasiun melalui aplikasi dan twitter. Update informasi berkala ini sudah dilakukan sejak 29 Juni 2020. Bahkan update informasi kondisi antrean ini kini menjangkau hingga Stasiun Cilebut sampai Stasiun Depok sehingga para calon pengguna KRL dapat menyesuaikan waktu keberangkatannya.

Namun, terang Anne, masih terdapat pengguna yang tidak menghormati pengguna lain yang telah antre sejak awal. Di Stasiun Bogor saja, setidaknya ada 500 pengguna yang naik kereta berlawan arah demi menghindari antrean penyekatan pengguna.

Baca Juga: Bima Arya: Pembagian Jam Kerja Tak Maksimal

"Mereka kemudian harus turun dari kereta dan mengikuti antrean dari titik paling belakang. Perilaku seperti ini selain tidak menghormati sesama pengguna KRL yang telah tertib ikut antrean juga menghambat kelancaran antrean di stasiun," tegas Anne.

Untuk meningkatkan kapasitas angkut, Anne menyebutkan, PT KCI mulai Senin (6/7/2020) menjalankan 10 perjalanan KRL lintas Tangerang dengan 5 stamformasi 12 dan 1 stamformasi 8 kereta sehingga total perjalanan KRL di lintas Tangerang saat ini sebanyak 98 perjalanan per hari dengan jam keberangkatan awal dari Stasiun Tangerang menuju Stasiun Duri pukul 04.30 WIB dan keberangkatan akhir dari Stasiun Duri menuju Stasiun Tangerang pukul 21.10 WIB.

"Penambahan ini sesuai dengan tren pergerakan pengguna yang semakin ramai di mana pada pada Senin (6/7/2020) pagi jumlah pengguna KRL di Stasiun Tangerang mencapai 4.798 pengguna atau meningkat 53 persen dibanding Senin lalu. Dengan penambahan mulai hari ini, total perjalanan KRL saat ini mencapai 947 perjalanan per hari," papar Anne.

Anne menambahkan, KCI mengharapkan kerja sama dari berbagai pihak untuk menerapkan pengaturan kerja karyawan sesuai Surat Edaran GTPP Covid-19 Nomor 8 Tahun 2020 tentang pengaturan jam kerja sehingga mobilitas pengguna KRL dapat tersebar. Pengaturan jam kerja dengan sistem shif ini menjadi solusi paling memungkinkan saat ini untuk mengurai kepadatan di tengah jumlah pengguna yang bertambah 9 persen hingga 10 persen setiap pekannya sejak PSBB transisi.

Baca Juga: Pasar dan KRL Akan Diawasi Ketat 14 Hari ke Depan

"Commuter line tetap melayani sejak awal masa pandemi Covid-19 adalah untuk mendukung para pekerja di sektor-sektor layanan yang vital bagi perekonomian dan masyarakat yang memiliki kebutuhan mobilitas untuk hal mendesak," jelas Anne Purba.

Karenanya, terang Anne, pada masa PSBB transisi ini pun layanan commuter line hadir untuk mendukung masyarakat kembali aktif dan produktif dengan produktivitas yang mengutamakan keamanan dan kesehatan bersama.

"Untuk mewujudkan ini, kami tentu memerlukan dukungan dari berbagai pihak khususnya dalam hal pengaturan jam kerja," pungkas Anne.



Sumber: BeritaSatu.com