Kota Depok Lampaui Target Perolehan Akseptor KB

Kota Depok Lampaui Target Perolehan Akseptor KB
Ilustrasi Keluarga Berencana (Foto: Istimewa)
Bhakti Hariani / FER Senin, 6 Juli 2020 | 23:01 WIB

Depok, Beritasatu.com - Kesadaran warga Kota Depok untuk mengikuti program keluarga berencana (KB) terbilang cukup baik. Hal ini ditandai dengan jumlah capaian akseptor KB melampaui target yang direncanakan.

Baca Juga: Kota Depok Siap Gelar Pilkada Serentak 2020

Perolehan akseptor KB di Kota Depok pada Harganas tahun ini berhasil melampaui target yakni sebanyak 13.897 orang dari target awal yakni 12.222 orang. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci keberhasilan meningkatnya jumlah pengguna KB di Depok.

Kepala Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari mengatakan, pada awalnya target akseptor sebanyak 12.222 orang. Namun, pelayanan yang dilakukan serentak di 11 kecamatan tersebut, berhasil mencapai 13.897 orang.

"Raihan ini tidak terlepas dari semangat para petugas penyuluh keluarga bencana di lapangan. Termasuk kerja sama yang baik bersama lintas sektor, seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok, TP-PKK Kota Depok, dan Kodim 05/08 Depok," kata Nessi, di Depok, Senin (6/7/2020).

Baca Juga: 42 Puskesmas Kota Bekasi Layani Program KB

Lebih lanjut diungkap Nessi, pelayanan yang banyak digunakan oleh pasangan usia subur adalah suntik, mencapai 7.820 akseptor. Disusul pil sebanyak 3.098, kondom sebanyak 1415 akseptor, dan IUD sebanyak 881 akseptor.

"Selain kemitraan, tingginya rasa memiliki terkait keberlangsungan program Ketahanan Keluarga juga menjadi faktor penentu keberhasilan meningkatnya angka pemasangan KB di Depok," tutur Nessi.

Lebih lanjut diungkap Nessi, semangat kader petugas Keluarga Berencana di Depok juga tak kendur meski di tengah pandemi, tenaga kesehatan juga melakukan sosialisasi ke rumah warga.

Baca Juga: BKKBN Targetkan Layanan KB 1,3 Juta

"Jadi tidak membuat kerumunan, mereka ada yang datang langsung ke rumah warga untuk menyosialisasikan hal ini dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan," tutur Nessi.



Sumber: BeritaSatu.com