Ini 3 Aktor Intelektual Kasus Penyerangan Kelompok John Kei

Ini 3 Aktor Intelektual Kasus Penyerangan Kelompok John Kei
John Kei dihadirkan saat rekonstruksi di kediaman Perumahan Tytyan Indah, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, Senin, 6 Juli 2020. (Foto: Suara Pembaruan/Mikael Niman)
Bayu Marhaenjati / WBP Selasa, 7 Juli 2020 | 13:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com-Serangkaian kegiatan rekonstruksi atau reka ulang mengungkap ada tiga aktor intelektual yang berperan aktif dibalik perencanaan hingga eksekusi kasus penyerangan dan penganiayaan kelompok John Kei terhadap kelompok Nus Kei, di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang dan Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Wakil Direktur Reserse Krimnal Umum Polda Metro Jaya AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, ketiga aktor intelektual itu yakni, John Kei alias JK, Daniel Farfar alias DF dan Franklin Resmol alias FR.

"Fakta menarik di rumah JK ini ternyata ada beberapa adegan yang betul-betul dipimpin langsung oleh tiga pelaku intelektual. Jadi tiga pelaku yang sangat berperan aktif dalam merencanakan dan eksekusinya pertama JK, kedua DF, dan ketiga FR," ujar Calvijn, kemarin.

Baca juga: Polisi Temukan Beberapa Temuan Baru dalam Penyerangan Kelompok John Kei

Tersangka John Kei merupakan pimpinan kelompok. Dia sempat menyerahkan uang Rp 10 juta dalam pecahan Rp 50.000 kepada tersangka Daniel sebagai uang operasional aksi penyerangan itu. Tugas para anggota membawa Nus Kei ke John Kei dalam keadaan hidup atau mati. Sebab, John Kei menilai pamannya itu merupakan penghianat, dan hukuman bagi penghianat adalah mati.

Sementara Daniel, merupakan tangan kanan John Kei. Perannya mengatur siasat penyerangan, membagi peran, kelompok, dan perlengkapan senjata. Sedangkan, Franklin bertugas membantu Daniel menghubungi dan mengumpulkan para tersangka.

Pada saat reka ulang terungkap bahwa John Kei awalnya menghubungi Daniel melalui telepon genggam sekitar pukul 09.00 WIB, Minggu 14 Juni 2020 lalu. John meminta Daniel mengumpulkan anggota dan bertemu di PT AG, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pertemuan itu kemudian digelar sekitar pukul 16.30 WIB. John Kei, Daniel dan tersangka lainnya membahas soal perencanaan menyerang Nus Kei. "Pertemuan ini berjalan dipimpin oleh tersangka JK dan tersangka DF," kata Calvijn.

Daniel juga aktif dalam pertemuan mematangkan aksi penyerangan selanjutnya yang digelar di kediaman John Kei, di Jalan Tytyan Indah Utama X, Medan Satria, Kota Bekasi, 20 Juni. Sebelumnya, Daniel sempat memberikan uang kepada tersangka Franklin untuk ongkos operasi atau eksekusi, membuat tombak modifikasi dari pipa besi yang diruncingkan ujungnya serta mengumpulkan senjata tajam lainnya, tanggal 19 Juni.

Pada Minggu 21 Juli 2020, Daniel meminta sekitar 42 tersangka -34 telah ditangkap dan delapan lainnya masih buron-, untuk berkumpul jam 08.00 WIB, di Arcici Sport Center, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Di sana, dia mematangkan aksi, membagi kelompok, mobil, senjata tajam, dan senjata api.

Sejurus kemudian, para pelaku berangkat dari Arcici Sport Center. Satu kelompok dengan menumpang satu mobil Suzuki Ertiga B 2673 TDA menuju ke arah Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Ketika melintas di Jalan Kresek Raya, Duri Kosambi, pelaku putar arah karena melihat ada dua anggota Nus Kei menumpang sepeda motor. Selanjutnya, sepeda motor itu diseruduk mobil pelaku hingga kedua korban Yustus Corwing Rahakbau alias Erwin dan Angky jatuh. Kemudian enam pelaku menghabisi korban tanpa ampun. Erwin meninggal dunia, sedangkan Angky sekarat.

Sementara satu kelompok lainnya dengan menggunakan lima mobil menuju ke kediaman Nus Kei, di Cluster Australia, Green Lake City, Cipondoh, Kota Tangerang. Tak ada kendala berarti ketika para gengster itu masuk ke dalam perumahan. Sekuriti yang berjaga dan sempat meminta kartu identitas pelaku tak berkutik ketika ditodong senjata api.

Sambil membawa parang dan senjata lainnya, mereka turun dari mobil dan menggedor rumah Nus Kei. Namun, Nus Kei yang menjadi target tidak berada di rumah. Sementara anak dan istrinya berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke rumah tetangganya.

Tak menemukan sasaran, para pelaku mengobrak-abrik rumah Nus Kei. Salah satu pelaku sempat melemparkan bungkusan plastik berisi bensin, tapi beruntung tidak sempat disulut api.

Ketika keluar dari Cluster Australia, Green Lake City, pelaku yang mengendarai mobil Toyota Fortuner menabrak pintu gerbang. Selanjutnya, mobil Toyota Innova yang berada di belakangnya menabrak seorang sekuriti berinisial A. Pada saat bersamaan tersangka WL dan AY yang menumpang mobil Toyota Calya melepaskan setidaknya tujuh kali tembakan. Salah satunya mengenai jempol kaki kanan pengemudi ojek online di sekitar lokasi. Para pelaku kemudian tancap gas menuju ke arah Jalan Tol Karang Tengah.



Sumber: BeritaSatu.com