Pemprov DKI Lanjutkan Normalisasi Sungai

Pemprov DKI Lanjutkan Normalisasi Sungai
Normalisasi sungai terus digeber Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. (Foto: Biro Humas DKI Jakarta)
Hotman Siregar / BW Kamis, 9 Juli 2020 | 14:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bakal melanjutkan normalisasi sungai di bagian barat, salah satunya di Kali Angke, Jakarta Barat.
Kawasan ini selalu menjadi langganan banjir dikarenakan kapasitas sungai tidak lagi mampu menampung air hujan.

"Di lokasi tersebut, memang daerah banjir, gara-gara ada beberapa titik bidang yang belum kena sheet pile (penurapan dinding sungai) Kita terkendala pembebasan lahan. Tadi, pak Wakil Gubernur meninjau ke sana dan memberi arahan supaya segera diselesaikan bidang-bidang yang belum kita bayarkan," ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Juaini Jusuf di Jakarta, Kamis (9/7/2020).

Diakui, dalam peninjauan aliran air sisi barat ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria langsung menemui pemilik lahan yang lokasinya akan digunakan untuk kepentingan umum.

Dia memastikan, pemilik lahan telah setuju untuk dibebaskan dengan harga appraisal agar normalisasi Kali Angke segera dikebut.

"Dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) juga sudah siap, kan kita lihat banyak dinding turap yang sudah ditaruh di pinggir-pinggir kali itu. Kalau kita sudah bayar, kan kita bebaskan, nanti dari Kementerian akan melanjutkan normalisasi kali itu. Jadi kita membebaskan lokasi, fisiknya kontruksinya nanti dari Kementerian yang akan mengerjakan," katanya.

Pihaknya memastikan, pembebasan lahan untuk normalisasi Kali Angke akan dilakukan paling telat Agustus mendatang. Sedikitnya, tegas Juaini, ada delapan bidang lahan yang akan segera dibebaskan tahun ini dengan luas sekitar 300 meter persegi per bidang.

"Ada delapan bidang yang sudah siap kita bayarkan. Luasnya beragam, ada yang 300 meter persegi dan lainnya. Nanti ada harga appraisal. Namun, di titik itu, lahan yang belum kita bayarkan mencapai 8.000 meter persegi. Lebih lanjutnya, kita akan koordinasi dengan Kementerian PUPR," tegas Juaini.

Riza Patria sempat meninjau di beberapa titik banjir, yaitu di wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Dia kemudian meninjau di sepanjang aliran Kali Angke di dua kelurahan, yaitu Kelurahan Kedoya Utara dan Duri Kosambi, Jakarta Barat.

“Jadi hari ini saya melakukan peninjauan survei di titik-titik banjir di wilayah Kedoya Utara dan Duri Kosambi di Jakarta Barat. Sesuai dengan petunjuk arahan gubernur agar kita bisa melakukan percepatan, pencegahan, dan penanganan banjir di wilayah DKI Jakarta,” kata Ariza, panggilannya.

Menurutnya, untuk pencegahan dan penanganan banjir, harus dilakukan beberapa langkah percepatan. Mulai dari pembebasan lahan, pembangunan sheet pile dan sistem polder yang dilakukan dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta baik untuk pembiayaan maupun teknis pengerjaannya.

Beberapa waktu lalu Pemprov DKI Jakarta telah membahas bersama dengan Kempupera dan Kementerian ATR/BPN terkait penanganan banjir di wilayah DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabek-Punjur). Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden No 60/2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional yang disahkan Presiden Joko Widodo pada April 2020 lalu.

“Kemudian juga hari ini, nanti kami akan ketemu dengan Kementerian PPN/Bappenas, nanti sore membahas percepatan penanganan banjir di wilayah DKI Jakarta. Mudah-mudahan ke depan kita bisa mengambil langkah-langkah yang lebih cepat sesuai dengan petunjuk dan arahan Pak Gubernur dalam rangka pencegahan dan penanganan banjir,” ungkap Ariza.

Dengan demikian, Wagub Ariza berharap dalam satu bulan ke depan, sudah tersusun perencanaan yang lebih detail dalam bentuk detail engineering design (DED). Sehingga, dirinya berharap pengerjaan penataan aliran sungai tersebut sudah dapat dikerjakan tahun ini, termasuk penyelesaian pembangunan sheet pile dan pembebasan lahan.

“Ya nanti kalau sudah dibebaskan dan dibangun, insyaallah warga di sini terbebas dari banjir. Ini kan sekarang kalau airnya pasang, jadi banjir. Tadi juga di Kedoya Utara juga, tiap bulan purnama dia merasakan banjir, paling tidak selama satu minggu. Mudah-mudahan ke depan nanti setelah dibangun dalam beberapa bulan ke depan sudah tidak ada banjir lagi,” ujarnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Pembangunan Setda DKI Jakarta, Yusmada Faizal; Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta, Juaini; Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi; dan sejumlah Anggota DPRD DKI Jakarta.[H-14]

 



Sumber: BeritaSatu.com