Pemprov DKI: Sanksi Larangan Kantong Kresek Tidak Menyasar Konsumen

Pemprov DKI: Sanksi Larangan Kantong Kresek Tidak Menyasar Konsumen
Pengunjung mall menggunakan kantong plastik ramah lingkugan saat berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Pusat, Rabu, 1 Juli 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / YUD Kamis, 9 Juli 2020 | 15:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memastikan sanksi administratif pelanggaran implementasi Kantong Belanja Ramah Lingkungan (KBRL) atau larangan kantong belanja sekali pakai (kantong kresek) tidak menyasar konsumen atau pembeli.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengatakan, sanksi administrasi hanya dibebankan kepada tiga subjek hukum yang diatur dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 142 Tahun 2019 yaitu, pengelola pusat perbelanjaan, pengelola toko swalayan, dan pengelola pasar rakyat.

"Tidak ada sanksi yang menyasar konsumen atau pembeli. Sanksi kepada pengelola pun lebih bernuasa pembinaan dan diberikan secara bertahap," ujar Andono dalam keterangannya, Kamis (9/7/2020).

Andono menjelaskan, kebijakan KBRL tujuannya untuk memastikan kota Jakarta semakin bersahabat terhadap lingkungan hidup dan kegiatan-kegiatan di masyarakat tidak menghasilkan residu.

Dikatakan Andono, pengawasan yang dilakukan bukan semata-mata mencari pelanggaran, namun lebih kepada upaya mengubah perilaku. Pasalnya, residu yang tidak bisa didaurulang menimbukan masalah tidak saja untuk generasi saat ini, namun juga masa depan.

"Tujuannya bukan menambah pendapatan DKI dengan menemukan pelanggar, tetapi tujuannya mengubah perilaku. Agar semua kegiatan menjadi kegiatan yang ramah lingkungan," tandas Andono.

Sebelumnya beredar berita bohong atau hoaks di mana petugas merazia pembeli atau konsumen yang membawa tas belanja sendiri.

Beberapa pesan berita bohong yang beredar diantaranya:

'Belanja pakai kantong plastik kena denda 250k walau kita bawa dari rumah. Depan toko/ mall ada kontrol dari pemda. HATI2!'

'Pengecekan, kalo pakai kantong plastik didenda Rp25jt. Jd penjual & pembeli tdk boleh pakai plastik, walau dibawa dari rmh.'

Pesan tidak bertanggungjawab tersebut sudah beredar sejak Senin (6/7/2020) melalui layanan pesan WhatsApp dengan melampirkan foto petugas yang sedang melakukan pengawasan.

"Saya menegaskan bahwa pesan tersebut disinformasi yang dibuat orang tidak bertanggung jawab," pungkas Andono.



Sumber: BeritaSatu.com