Bima: Kapasitas KRL Tak Ditambah, 150 Bus Disiapkan di Stasiun Bogor

Bima: Kapasitas KRL Tak Ditambah, 150 Bus Disiapkan di Stasiun Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya saat meninjau Stasiun Bogor, Senin (6/7/2020). (Foto: istimewa)
Vento Saudale / WBP Jumat, 10 Juli 2020 | 14:27 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Menyusul empat penumpang KRL positif Covid-19, Wali Kota Bogor Bima Arya menilai tidak mungkin diberlakukan penambahan kapasitas angkut penumpang di KRL dari saat ini 45 persen. Solusinya, 150 bus disiapkan mulai Senin depan.

Hal itu dikatakan Bima setelah menerima laporan penambahan dua kasus positif virus corona pada penumpang KRL, sehingga total yang terinfeksi menjadi empat orang.

Bima menilai saat ini belum saatnya kapasitas angkut penumpang KRL melebihi 45 persen dari total kapasitas. "Disampaikan tidak mungkin menambah kapasitas gerbong karena situasi belum aman. Terbukti dengan ditemukan pasien positif di stasiun," papar Bima Arya Jumat (10/7/2020).

Hal itu pun disampaikan Bima saat menggelar rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan Budi Karya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnutama, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Kamis malam (9/7/2020).

Dalam pertemuan itu, Pemkot Bogor masih mengusulkan agar pembagian shift kerja di Jakarta lebih dimaksimalkan.

Baca juga: Penumpang KRL Bogor yang Positif Covid-19 Bertambah Jadi 4

Bima mengatakan, salah satu cara mengantisipasi penumpukkan antrean penumpang di stasiun, dengan menambah operasional bus dari stasiun ke stasiun. "Jadi ada 150 bus disiapkan pada Senin besok. Perinciannya, 75 bus dari kementerian dan 75 bus dari Pemprov DKI Jakarta. 140 bus akan berangkat dari stasiun Bogor dan 10 bus lagi akan diberangkatkan dari pool Damri, Baranangsiang," papar Bima Arya.

Adapun 140 bus yang mengangkut penumpang dari Stasiun Bogor dengan tujuan Stasiun Sudirman, Djuanda, Tanah Abang, dan Stasiun Manggarai. Untuk 10 bus yang berangkat dari pool Damri dengan tujuan Stasiun Sudirman dan Djuanda.

Lalu berdasarkan kesepakatan, volume angkut penumpang bus semula maksimal 50 persen atau mengangkut 15 penumpang, ditambah menjadi maksimal 70 persen atau 40 orang dalam setiap bus. "Jadi dengan 150 bus ini, sekitar 6.000 penumpang KRL akan terangkut," tandas Bima Arya.

Guna pencegahan, Pemerintah Kota Bogor akan terus melakukan tes Covid-19 secara mandiri di stasiun, terminal, atau pusat keramaian lainnya

Bima mengimbau warga selalu waspada dan berhati-hati serta wajib mematuhi protokol kesehatan.



Sumber: BeritaSatu.com