Update Sabtu 11 Juli, DKI Catat Penambahan Positif Covid-19 Terbanyak Pekan ini

Update Sabtu 11 Juli, DKI Catat Penambahan Positif Covid-19 Terbanyak Pekan ini
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Foto: istimewa)
Hotman Siregar / DAS Sabtu, 11 Juli 2020 | 12:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati memaparkan, pada Sabtu (11/7) terdapat penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 359 kasus.

Penambahan kasus baru harian sebelumnya adalah 260 pada tanggal 10 Juli, 284 pada 9 Juli, 357 pada 8 Juli, dan 190 pada 7 Juli, 232 pada 6 Juli, dan  257 pada 5 Juli. Artinya data Sabtu (11/7/2020) merupakan penambahan  jumlah kasus baru terbanyak selama seminggu terakhir.

Tambahan kasus baru ini menjadikan  jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta menjadi 13.957 kasus. Dari jumlah tersebut, 9.040 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 691 orang meninggal dunia.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 495 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 3.732 orang melakukan self isolation di rumah," kata Ani, Sabtu (11/7).

Sedangkan menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta Widyastuti, kenaikan jumlah kasus itu karena banyak Warga Negara Indonesia yang baru kembali dari luar negeri. Mereka berasal dari berbagai provinsi, namun untuk sementara transit dan menjalani isolasi di Jakarta. Selain itu, banyaknya penambahan kasus karena adanya laporan akumulasi dalam satu bulan terakhir yang baru dilaporkan oleh salah satu laboratorium sebuah rumah sakit.

Ani menjelaskan, secara kumulatif, tes polymerase chain reaction (PCR) sampai dengan 10 Juli 2020 sebanyak 384.684 sampel. Pada 10 Juli 2020, dilakukan tes PCR pada 5.763 orang, 4.890 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 359 positif dan 4.531 negatif.

Total sebanyak 265.341 orang telah menjalani rapid test, dengan persentase positif COVID-19 sebesar 3,5 persen, dengan rincian 9.191 orang dinyatakan reaktif Covid-19 dan 256.150 orang dinyatakan non-reaktif. Untuk kasus reaktif ditindaklanjuti dengan tes swab atau PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

Jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tetap melakukan pengawasan ketaatan di berbagai tatanan, seperti mal, objek wisata, pasar, check point surat izin keluar masuk (SIKM), bersama dengan tim terpadu SKPD. Dalam pengetatan protokol kesehatan di pasar, Pemprov DKI Jakarta menurunkan 5.000 ASN untuk mengawasi kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dan mengendalikan jumlah pengunjung yang masuk ke pasar agar tidak melebihi 50 % dari kapasitas.

"Selain itu, tim juga akan melakukan penindakan berupa denda maupun sanksi sosial kepada pelanggar protokol kesehatan seperti menyapu di trotoar atau bahu jalan dan sekitar pasar dengan menggunakan rompi khusus. Penindakan dengan penutupan turut dilakukan pada lokasi yang seharusnya belum boleh membuka aktivitas," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com