Anies: 3 Ha Lahan Reklamasi Ancol Dibangun Museum Nabi SAW Terbesar di Luar Arab Saudi

Anies: 3 Ha Lahan Reklamasi Ancol Dibangun Museum Nabi SAW Terbesar di Luar Arab Saudi
Pengunjung menikmati suasana Pantai di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu, 20 Juni 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Yustinus Paat / EHD Sabtu, 11 Juli 2020 | 21:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa pihaknya akan membangun museum Nabi Muhammad SAW di lahan reklamasi kawasan Ancol Timur. Menurut Anies, museum ini akan dibangun di tanah seluas 3 hektare dari 120 ha luas lahan reklamasi Ancol Timur.

"Dan di kawasan ini akan diambil 3 hektar dari 120 ha yang direncanakan, dari 20 ha yang sudah ada hanya 3 ha untuk membangun Museum Sejarah Nabi," ujar Anies dalam Youtube yang diunggah Pemprov DKI, Sabtu (11/7/2020).

Anies menjelaskan, 20 ha yang sudah ada di Ancol Timur merupakan tanah timbul, hasil pengerukan dan penimbunan lumpur dari sungai dan waduk di Jakarta. Proses pengerukan dan penimbunan lumpur ini sudah berjalan selama 11 tahun. Museum Nabi Muhammad SAW akan dibangun di atas tanah 3 ha dari 20 ha tanah timbul yang sudah ada.

"Museum Sejarah Nabi ini akan menjadi museum yang dibangun di tepi pantai, bagian dari kawasan Ancol. Dan museum ini akan menjadi museum terbesar tentang sejarah Nabi di luar Saudi Arabia," ungkap Anies.

Anies mengaku optimis, museum sejarah Nabi Muhammad SAW ini akan menjadi magnet bagi wisatawan bukan hanya Indonesia, tapi seluruh dunia. Karena itu, kata dia, lahan 20 ha tersebut harus mempunyai dokumen legal administrasif sehingga mempunyai dasar hukum yang kuat untuk bisa dimanfaatkan.

"Nah untuk itu, harus disiapkan semua dokumen legal administratifnya agar pengurusan lahannya bisa dilakukan, agar pembangunan bisa segera dilaksanakan," pungkas Anies.



Sumber: BeritaSatu.com