Kekasih Editor Metro TV Ungkap Gelagat Yodi Tidak Seperti Biasanya

Kekasih Editor Metro TV Ungkap Gelagat Yodi Tidak Seperti Biasanya
Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2020. (Foto: ANTARA/Laily Rahmawaty)
Bayu Marhaenjati / WBP Minggu, 12 Juli 2020 | 11:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepergian Yodi Prabowo meninggalkan duka mendalam buat keluarga, kerabat dan kawan-kawannya. Termasuk, sang kekasih Suci Fitri Rohmah (24). Isak tangis mengiringi pemakaman Yodi, di TPU Sandratex, Rempoa, Tangerang Selatan, Sabtu (11/7/2020).

Kematian Editor Metro TV itu pun masih menyisakan misteri. Dia ditemukan terbujur kaku, di balik tembok Jalan Tol JORR, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020). Polisi menduga Yodi korban pembunuhan karena ditemukan luka tusuk di dada kiri, dan luka lebam di tengkuknya.

Baca juga: Telusuri Jejak Korban dan Pelaku, Polisi Cek Ulang TKP Tewasnya Editor Metro TV

Suci menceritakan, kekasihnya tidak pulang ke rumah sejak Selasa (7/7/2020) malam. Pada Kamis (9/7/2020) orangtua Yodi menanyakan kabar apakah Suci mengetahui keberadaannya.

"Dapat kabar hari Kamis, mamahnya WA (Whats App) ke saya. Ditanya si Yogi main nggak ke rumah, nggak bu kenapa? Soalnya dia pamit kerja dari Selasa," ujar Suci.

Merasa cemas, Suci kemudian bertanya kepada rekan kerja Yodi. Dia mendapatkan informasi kalau sang kekasih terakhir masuk kerja Selasa dan pulang pada malam harinya. Hari Rabu (8/7/20200 dan Kamis Yodi tidak masuk, serta tidak memberikan kabar ke atasannya. Rasa khawatir makin menjadi, karena tidak biasanya Yodi seperti itu. Apalagi dia baru saja mengambil cuti

"Memang sebelumnya kan dia habis libur empat hari, dua hari cuti, dua hari libur. Dan habis itu agak beda dia sikapnya. Saya juga kurang tahu, saya tanya ada apa? Belum mau cerita dia," ungkapnya.

Suci mengatakan, Yodi terakhir memberikan pesan kepadanya, diduga pada saat akan pulang kantor, Selasa malam. "Dia WA saya jam 10 (22.00 WIB). Karena kan dia shift malam. Dia cuma, 'udah bobo istirahat.' Itu terakhir WA almarhum. Saya balas pagi cuma check list. Saya pikir HP-nya error kali. Karena sebelumnya bilang HP aku lagi error," katanya.

Suci melihat, gelagat almarhum memang tidak seperti biasanya beberapa waktu belakangan ini. Namun, dia belum mau menceritakan apakah sedang menghadapi masalah.

"Kayak orang pengen cerita, tapi tuh ditahan. Sikapnya, ngomongnya juga agak ngelantur. Dia jadi jarang cerita sama saya. Mungkin dia nggak mau cerita masalahnya. Dengar-dengar dia lagi ngerasain hal-hal yang nggak enak, kayak hal mistis. Ya merasanya ada sesuatu. Karena sempat awal bulan lalu dia kan foto temannya prewed (pre-wedding)  di puncak, katanya jangan di situ hawanya nggak enak," jelasnya.

Suci mengaku, jarang bertemu dengan Yodi, karena memang jam kerjanya berbeda. Terakhir, mereka bertemu minggu lalu. Komunikasi melalui pesan singkat juga tidak terlalu intens.

"Kayaknya sih dia sempat mau cerita masalah dia terakhir. Hari Senin dia telepon, kasih tahu aku pengen ngobrol berdua, cuma aku nggak bisa karena posisinya kerjanya lagi deadline. Kata aku nanti saja di rumah, dia nggak mau karena takut ada keluarga ku dengar. Ya udah dia bilang antara Senin sampai Rabu. Aku kira hari Rabu dia datang ke rumah mungkin mau cerita, tapi ternyata dia gak cerita. Sayanya telat, nyesel banget saya. Andaikan kemarin kerjaan nggak lagi deadline saya pasti dengarkan curhatannya," kata Suci.

Suci menyebutkan, dia dan Yodi sudah menjalin hubungan selama 7 tahun dan berencana menikah tahun 2022 mendatang. Namun, impian menempuh hidup bersama-sama sang pujaan hati kandas setelah Yodi ditemukan meninggal dunia di pinggir jalan tol. "Ya (rencana nikah) tahun 2022, ngikutin tanggal jadian 22 Agustus," ucapnya.

Suci menuturkan, memang belakangan ini sempat ada orang ketiga di balik hubungan mereka. Ada perempuan, teman kantor, yang menyukai Yodi. Namun mereka bertiga sudah bertemu dan membicarakan hal ini.

"Sempat memang ada kayak orang ketiga, cewek yang suka sama dia, satu kantor. Saya pernah sempat ketemu bertiga hari Jumat lalu, ceweknya juga bilang ke saya sih kalau beliau suka sama almarhum, tapi itu saya anggap clear. Ketemu di Jakbar, kafe," tandasnya.

Suci serta keluarga berharap, polisi bisa segera mengungkap kasus kematian Yodi, dan pelakunya diberikan hukuman yang setimpal atas perbuatannya.



Sumber: BeritaSatu.com