RT/RW Siaga di Kota Bekasi Masih Bertugas Cegah Penyebaran Covid-19

RT/RW Siaga di Kota Bekasi Masih Bertugas Cegah Penyebaran Covid-19
Jajaran Pemkot Bekasi, Polrestro Bekasi Kota serta Kodim 0507/Kota Bekasi tetap kompak bersatu mencegah penyebaran Covid-19 saat car free day, Minggu 12 Juli 2020. (Foto: BeritaSatu Photo)
Mikael Niman / YUD Minggu, 12 Juli 2020 | 19:55 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah membentuk RW Siaga di 56 kelurahan dan 12 kecamatan. RW Siaga ini bertugas membantu pemerintah daerah dalam kesiapan sumber daya, kemampuan dan kemauan untuk mencegah penyebaran Covid-19 secara mandiri.

Dengan kata lain, RW Siaga bertugas membantu, agar kebijakan Pemkot Bekasi berjalan maksimal hingga ke tingkat RW dan RT di wilayah masing-masing.

Terdata ada sebanyak 1.013 RW se-Kota Bekasi dan sebanyak 10-15 RW di antaranya masih masuk zona merah penyebaran Covid-19.

“Hingga saat ini, masih diberlakukan RW/RT Siaga,” ujar Ketua RT 04/RW 09 Kelurahan Telukpucung, Bekasi Utara, Tri Iswan, Minggu (12/7/2020).

Namun, kata dia, tugas yang dibebankan tidak terlalu ketat seperti saat terjadi pandemi Covid-19 mula-mula.

“Sekarang tidak terlalu ketat. Tetapi portal gang/jalan tak semua ditutup, dilakukan buka tutup portal gang ke perumahan,” katanya.

Selain itu, pengurus RT/RW diwajibkan mengajak warganya melaksanakan senam dan olahraga setiap pekannya, di saat warganya sedang libur kerja. ”Program senam dan olahraga mingguan masih berjalan, kami tetap mengimbau kepada warga untuk selalu mengenakan masker dan jaga jarak fisik saat berada di ruang publik,” ungkapnya.

Selain itu, pengurus melakukan masih melakukan penyemprotan disinfektan di ruang publik atau jalan-jalan.

Seberapa efektif peran RT/RW siaga mencegah penyebaran Covid-19?

"Dengan adanya RW Siaga dapat memberi kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19. Hingga saat ini, wabah Covid-19 masih mengancam,” ujar Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Pihaknya, tetap melakukan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi secara personal maupun kelompok agar mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan.

“Kita mengedukasi secara personal dan kelompok tentang kebiasaan baru memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan penerapan social distancing,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com