KBM di Kota Bekasi Tetap Dilakukan Secara Daring

KBM di Kota Bekasi Tetap Dilakukan Secara Daring
Ruang kelas SMPN 2 Kota Bekasi sudah diberi garis silang di setiap meja agar tidak ditempati para murid, Minggu (12/7/2020) petang. Namun, KBM tetap dilakukan secara daring saat hari pertama tahun ajaran 2020/2021, Senin 13 Juli 2020 besok. (Foto: BeritaSatu Photo)
Mikael Niman / YUD Minggu, 12 Juli 2020 | 20:38 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah menjadikan empat sekolah menjadi percontohan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran 2020/2021. Sekolah tersebut yakni, Sekolah Victory Plus Kemang Pratama, SD Islam Al Azhar Jakapermai, SMP Negeri 2 Margahayu, dan SD Negeri 6 Pekayonjaya.

Namun menjelang KBM tahun ajaran 2020/2021, pada Senin (13/7/2020), pihak sekolah belum mendapat kepastian dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi maupun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), terkait diperbolehkannya melakukan KBM secara tatap muka di dalam kelas.

“Hingga sore ini, kami belum mendapat kepastian dari Disdik Kota Bekasi maupun Kemendikbud untuk melakukan kegiatan belajar secara tatap muka di dalam kelas,” kata Kepala SMPN 2, Samsu, Minggu (12/7/2020).

Dengan begitu, kata dia, seluruh murid SMPN 2 Kota Bekasi melaksanakan KBM secara daring, dari rumah masing-masing. “Tahun ajaran baru dimulai besok, kita tetap menerapkan KBM secara daring, belum melakukan tatap muka di ruang kelas,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, saat Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi bersama jajaran Disdik serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi melakukan simulasi KBM tatap muka di ruang kelas beberapa waktu lalu, hanya memastikan kesiapan sarana pendukung saat menerapkan KBM tatap muka.

“Saat itu, memang dilakukan simulasi namun hanya untuk memastikan sarana pendukung sekolah bahwa kami sudah siap apabila melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka di dalam ruang kelas,” bebernya.

Sarana yang disediakan sekolah yang beralamat di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, memenuhi standar protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah apabila KBM dilaksanakan secara tatap muka di dalam kelas.

Ruang kelas sudah diatur sedemikian rupa sehingga hanya 20 murid saja atau 50 persen yang mengikuti kegiatan belajar tatap muka. Meja dan bangku sudah diberi garis silang yang menandakan tidak boleh diduduki murid.

Tempat cuci tangan serta sabun dan hand sanitizer juga disediakan di sekolah ini.

Sementara itu, salah satu orangtua murid SMPN 2 Kota Bekasi yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, para orangtua belum diberitahu perihal KBM secara tatap muka di dalam kelas, pada Senin (13/7).

“Belum ada pemberitahuan KBM tatap muka, hingga saat ini. Anak saya tetap belajar dari rumah secara daring besok, sampai waktu yang belum ditentukan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com