1 Polisi Meninggal karena Covid-19, Pelayanan di Polsek Tambun Terbatas

1 Polisi Meninggal karena Covid-19, Pelayanan di Polsek Tambun Terbatas
Mapolsek Tambun tampak sepi dan tidak ada kegiatan sama sekali, usai belasan anggota polisi terpapar Covid-19. Hanya penjaga di pintu gerbang yang tampak bolak-balik pada Selasa (14/7/2020) memberitahu pengunjung. (Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman)
Bayu Marhaenjati / BW Selasa, 14 Juli 2020 | 23:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya menegaskan, Polsek Tambun tetap melayani warga setelah satu anggota Polri meninggal dunia karena positif virus corona atau Covid-19. Namun, pelayanan dibatasi dan dialihkan ke kantor polisi lain.

"Saya tegaskan tidak ada penutupan Polsek Tambun," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Selasa (14/7/2020).

Yusri membenarkan, memang ada anggota polisi positif Covid-19, dan sempat menjalani perawatan di RSUD Bekasi, pada 2 Juli lalu. Kemudian, yang bersangkutan meninggal dunia pada 9 Juli.

"Namun, tidak ditutup. Tidak ada itu di-lockdown. Secara internal sudah dibersihkan (Polsek Tambun). Cuma memang kita membatasi pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, pelayanan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang sehari bisa mencapai 200 pemohon, untuk sementara dialihkan ke Polres Bekasi.

Kemudian, pelayanan laporan masyarakat di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dipindahkan ke Pospol Tambun dan Pospol di pasar dekat kantor Polsek.

"Pelayanan tetap dengan protokol kesehatan. Mengedepankan protokol kesehatan," katanya.

Menurut Yusri, anggota-anggota Polri yang sudah berusia tua dan rentan tertular penyakit untuk sementara diminta kerja dari rumah atau work from home. "Anggota-anggota yang memang dia rentan dengan penyakit kita WFH dari kemarin," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com