Disdik DKI Sebut Masih Terdapat Ribuan Kursi Kosong Usai PPDB Ditutup

Disdik DKI Sebut Masih Terdapat Ribuan Kursi Kosong Usai PPDB Ditutup
Ilustrasi PPDB SMP. (Foto: ANTARA FOTO / Nyoman Hendra Wibowo)
Yustinus Paat / JAS Rabu, 15 Juli 2020 | 00:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nahdiana mengatakan bahwa masih terdapat ribuan kursi kosong yang belum terisi di sekolah negeri setelah Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2020 ditutup pada Rabu, 8 Juli 2020 lalu. Total kursi kosong dari semua jenjang pendidikan, mulai dari SD sampai SMK sebanyak 7.758.

“Pada penutupan PPDB ini ada kursi yang masih tidak terisi, (baik untuk SD, SMP, SMA, dan SMK)” kata Nahdiana dalam rapat bersama Komisi E DPRD DKI Jakarta, pada Selasa (14/7/2020).

Untuk tingkat SD, kata Nadhdiana, yang sudah terisi sebanyak 97.726 kursi dari daya tampung 99.392 sehingga yang belum terisi sebanyak 6.666 atau sekitar 6,71 persen. Kursi tingkat SMP yang sudah terisi sebanyak 78.453 dari daya tampung 79.075 sehingga yang masih kosong sebanyak 622 atau sekitar 0,79 persen.

Sementara tingkat SMA, dari daya tampung 31.964 kursi, yang sudah terisi sebanyak 31.739. Artinya masih ada 225 kursi yang belum terisi atau sekitar 0,70 persen. Untuk tingkat SMK, yang sudah terisi 18.988 kursi dari daya tampung 19.233 kursi sehingga masih ada sisa kursi yang belum terisi sebanyak 245 atau sekitar 1,27 persen.

“Tidak semua sekolah menyisakan kursi kosong tetapi banyak di Pulau Seribu di mana untuk SD ada 14 sekolah, untuk SMP ada 7 sekolah tersisa 158 kursi, untuk SMA di Pulau Seribu ada 21 kursi dan di SMK ada 59 kursi,” ungkap Nahdiana.

Lebih lanjut, Nahdiana mengatakan pihaknya akan kembali membuka tes secara terbuka dan transparan bagi peserta didik baru yang ingin mengisi kursi kosong tersebut. Dia juga mengingatkan agar siapapun tidak boleh memperjualbelikan kursi kosong tersebut.

“Terkait kursi kosong, seperti sekarang mutasi sedang berlangsung dan kami memakai tes secara terbuka untuk disiarkan ke masyarakat,” pungkas Nahdiana. 



Sumber: BeritaSatu.com