Tilang Kendaraan Bermotor di wilayah Polda Metro Jaya Berlaku Pekan Depan

Tilang Kendaraan Bermotor di wilayah Polda Metro Jaya  Berlaku Pekan Depan
Sejumlah pengendara motor yang memasuki jalur busway antri ditilang polisi lalu lintas saat menggelar razia di Jalan Sultan Agung, Manggarai, Jakarta, Jumat, 14 Februari 2020. (Foto: Suara Pembaruan / Joanito De Saojoao)
Bayu Marhaenjati / DAS Rabu, 15 Juli 2020 | 13:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan kembali memberlakukan penilangan menggunakan cara konvensional maupun sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) terhadap pelanggar lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya, pekan depan.

"Penilangan kita mulai minggu depan, baik menggunakan cara konvensional maupun ETLE," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Sambodo Purnomo kepada Beritasatu.com, Rabu (15/7/2020).

Dikatakan Sambodo, seluruh anggota Ditlantas Polda Metro Jaya dan jajaran akan dikerahkan kembali melakukan penilangan terhadap pelanggar lalu lintas di jalan.

Salah satu pertimbangan pemberlakuan penilangan adalah meningkatnya pelanggaran lalu lintas pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebelumnya, polisi meniadakan sementara tindakan penilangan terkait pandemi Covid-19.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, pada masa PSBB polisi hanya mengedepankan tindakan preemtif dan preventif kepada pelanggar lalu lintas. Belakangan, jumlah pelanggaran meningkat sehingga perlu diberlakukan kembali tindakan penilangan.

Menurutnya, ada 15 jenis pelanggaran yang menjadi perhatian khusus untuk dilakukan penilangan pada masa pandemi Covid-19. Berikut 15 jenis pelanggaran yang dimaksud:

1. Menggunakan handphone saat berkendara.
2. Menggunakan kendaraan di atas trotoar.
3. Mengemudikan kendaraan melawan arus.
4. Mengemudikan kendaraan di jalur busway.
5. Mengemudikan kendaraan melintas di bahu jalan.
6. Sepeda motor melintas atau masuk jalan tol.
7. Sepeda motor melintas di jalan layang non-tol.
8. Mengemudikan kendaraan melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL).
9. Pengemudi yang tidak memberikan prioritas kepada pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan.
10. Mengemudikan kendaraan bermotor melebihi batas kecepatan.
11. Mengemudikan kendaraan bermotor tidak menggunakan helm SNI.
12. Mengemudikan kendaraan bermotor di jalan tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari.
13. Mengemudikan kendaraan bermotor yang membiarkan penumpang tidak menggunakan helm.
14. Mengemudikan kendaraan bermotor pada perlintasan kereta api yang tidak berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup.
15. Mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di jalan.

"Di luar itu sampai saat ini hanya peneguran," kata AKBP Fahri Siregar.



Sumber: BeritaSatu.com