Hapus SIKM, Pemprov DKI Gantikan dengan CLM

Hapus SIKM, Pemprov DKI Gantikan dengan CLM
Petugas gabungan dari Kepolisian, Dinas Perhubungan, dan Satpol-PP saat melakukan pengecekan Surat Izin Keluar atau Masuk (SIKM) terhadap kendaraan yang akan memasuki wilayah Jakarta di gerbang tol Cikupa, Tangerang. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Yustinus Paat / YUD Rabu, 15 Juli 2020 | 16:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah secara resmi meniadakan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) ke wilayah DKI Jakarta sejak 14 Juli 2020. Dengan demikian, warga tidak perlu lagi memiliki SIKM jika keluar masuk Jakarta.

"Iya sejak tanggal 14 Juli kemarin SIKM ditiadakan," ujar Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

SIKM, kata Syafrin, diganti dengan mengisi Corona Likehood Metric (CLM) yang terdapat di aplikasi Jakarta Kini (JAKI). CLM adalah tes kesehatan mandiri sebagai upaya seleksi massal tes PCR di Provinsi DKI Jakarta dengan menggunakan teknologi machine learning.

Melalui CLM ini, kata Syafrin, terdapat sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh warga.

"Intinya itu semua semacam self assessment. Kemudian mesin akan memberi skoring terhadap jawab yang bersangkutan yang mengindikasikan apakah yang bersangkutan aman dalam melakukan perjalanan. Jkka aman dia tentu dia akan langsung mendapat rekomendasi aman melakukan perjalanan tapi jika tidak, sistem akan merekomendasikan yang bersangkutan untuk melakukan pemeriksaan," jelas Syafrin.

Syafrin meminta warga jujur untuk mengisi CLM. Pasalnya, CLM tidak bisa mendeteksi, apakah warga jujur atau tidak dalam menjawab pertanyaan sehingga dibutuhkan kesadaran warga yang menjawab pertanyaan yang ditampilkan CLM.

"Kami mengimbau sama-sama kepada seluruh warga ini kembali ke kesadaran kita bersama bahwa wabah Covid-19 ini sangat berbahaya sehingga kami menyarankan untuk mengisi CLM dengan kondisi diri dengan sebenar-benarnya," tandas dia.



Sumber: BeritaSatu.com