Pembunuhan Editor Metro TV, Polisi Dalami Rekaman CCTV

Pembunuhan Editor Metro TV, Polisi Dalami Rekaman CCTV
Tim gabungan Polisi dan TNI melakukan evakuasi dan identifikasi jenazah editor Metro TV Yodi Prabowo di pinggir Tol JORR jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Juli 2020. (Foto: ANTARA/Laily Rahmawaty)
Bayu Marhaenjati / YUD Rabu, 15 Juli 2020 | 18:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus kematian editor Metro TV Yodi Prabowo masih gelap. Penyidik gabungan Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya, masih menelusuri dan mendalami rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk mengungkap pelaku pembunuhan.

"Sampai hari ini tim masih bergerak di lapangan. Pelaku belum ditangkap, kasus masih didalami oleh tim penyidik yang dibentuk oleh Kapolda langsung untuk bisa mengungkap kasus ini," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Rabu (15/7/2020).

Dikatakan Yusri, penyidik masih mendalami dua rekaman CCTV yang diambil dari pinggir tol dan satu perusahaan yang berada di sekitar lokasi. Termasuk, menelusuri atau mencari CCTV lain untuk membantu mengungkap kasus.

"Dua CCTV sudah kita ambil, tapi kita masih dalami terus mencari CCTV yang lain. Memang sulit di sana mendapatkan CCTV karena memang di pinggir danau," ungkapnya.

Menyoal apakah korban sempat singgah di sebuah warung di dekat lokasi sebelum kejadian, Yusri belum bisa memastikannya.

"Makannya kita masih dalami dengan CCTV kita cari. Tapi keterangan saksi (pemilik warung) memang korban betul pernah ke sana, tapi tidak tahu kapan. Makanya kita masih dalami semuanya," katanya.

Diketahui, pada olah tempat kejadian perkara (TKP) kedua kalinya, penyidik meminta bantuan anjing pelacak tim K-9 Baharkam Polri untuk mengendus barang bukti pisau yang ditemukan di lokasi penemuan jenazah korban.

Anjing pelacak bergerak menyusuri Jalan Ulujami Raya, kemudian masuk ke dalam gang. Selanjutnya, anjing itu berjalan melewati jalan setapak dan berhenti, berputar-putar di sebuah warung kopi, dekat dengan danau.

Sebelumnya, Yusri menyampaikan, penyidik sudah meminta keterangan pemilik warung sebagai saksi. Berdasarkan keterangan, pemilik warung kenal dengan korban dan memang yang bersangkutan sering ke sana.

"Dari keterangan saksi-saksi yang ada, termasuk di warung ambil keterangan bahwa memang korban sering ke situ. Kenal dengan korban. Pemilik warung kenal dengan korban. Makanya ini masih didalami semuanya," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com