Kisah Zelda, Sang Calon Artis yang 'Nyasar' Menjadi PSK
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kisah Zelda, Sang Calon Artis yang 'Nyasar' Menjadi PSK

Minggu, 12 Agustus 2012 | 12:30 WIB
Oleh : B1

"Tapi aku tetap berusaha menggantungkan cita-cita untuk keluar dari dunia ini dan menjalani kehidupan yang lebih baik."

Sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara, seharusnya Zelda mendapatkan banyak perhatian dari kakak-kakaknya. Namun yang terjadi, justru sang kakak mengajarkan kehidupan malam, di saat usianya masih sangat belia.

Karena sang ibu tidak lagi bisa menghidupi keluarga, maka Zelda kemudian ikut sang kakak ke tempat kosannya. Zalda kebetulan sejak kelas 3 SD sudah berhenti sekolah karena enam bulan belum bayaran.

Ibunya hanyalah seorang pembantu rumah tangga dengan penghasilan yang tidak menentu. Ayahnya juga tidak ketahuan di mana rimbanya. Dengan kata lain, sungguh lengkap penderitaan Zelda dan keluarganya.

Sang kakak rupanya diam-diam merasa terbebani dengan kehadiran adik bungsunya. Apalagi kakaknya itu sudah memiliki anak. Rumah tangganya yang juga gagal, membuatnya semakin termpramental. Ia menginginkan Zelda untuk segera mencari uang karena usianya sudah menginjak 13 tahun.


Ingin menjadi artis

Zelda saat itu ingin sekali menjadi artis. Dengan logat betawinya yang kental serta ditunjang parasnya yang manis dan kulit putihnya, Zelda merasa bisa menyentuh panggung hiburan. Beberapa kali ia sempat ikut-ikutan menjadi penonton bayaran di beberapa studio televisi swasta.

Keinginannya itu semakin kuat ketika mengetahui penghasilan para artis yang besar. Bersama seorang temannya, ia pun mencoba untuk mengikuti casting di sebuah rumah produksi di kawasan Kelapa Dua.

"Namun akhirnya cuma temanku yang ikutan karena harus bayar uang pendaftaran Rp300 ribu. Uang segitu darimana?" ujarnya kepada Beritasatu.com beberapa waktu lalu.

Temannya pun dapat mencicipi dunia syuting meski hanya sebagai figuran. Untuk menghibur diri, Zelda ikut menemani kawannya ke lokasi syuting.

"Saat itu syuting sebuah judul sinetron yang mainnya Dea Imut dan Ricky Harun," ujar Zelda mengingat-ingat.

Meski hanya menjadi pengantar pemain figuran, namun niat Zelda untuk menjadi artis tidaklah mundur. Ia bahkan berniat untuk mengikuti sekolah akting dengan biaya Rp500 ribu, beberapa kali pertemuan. Pengurus sekolah akting tersebut pun cukup baik kepada Zelda dengan menawarkan program pembayaran cicilan.

Namun niat Zelda itu mendapatkan tentangan dari sang kakak. Dengan kesal, ia kemudian mengajak Zelda ke tempat kerjanya, yakni sebuah kafe dangdut di kawasan Jakarta Utara.

Zelda sebenarnya sudah tidak asing lagi dengan suasana kafe tersebut lantaran beberapa kali pernah diajak sang kakak yang menjadi penyanyi di kafe tersebut. Namun kali ini ia sangat terkejut lantaran diminta untuk menjadi penyanyi kafe.

Awalnya Zelda menolak karena tidak memiliki kemampuan menyanyi di depan banyak orang. Namun rupanya sang kakak memaksanya sehingga ia tak kuasa menolaknya. Lagipula ia diiming-imingi penghasilan yang besar.

"Setelah berlatih aku akhirnya menjadi penyanyi kafe tersebut. Nama panggungku Zelda Nirmala," ujar Zelda sambil tersenyum.

Zelda yang masih polos saat itu mengaku senang karena ia hanya menyanyi menggoyangkan tubuhnya kemudian banyak orang yang memberikan uang, namanya 'saweran'. Semakin hot goyangnya, semakin banyak saweran yang diterimanya.

Hingga akhirnya ia pun dipanggil seorang lelaki paruh baya yang langsung menggerayanginya. Zelda berontak saat itu namun ia kembali dibujuk sang kakak agar mau menemani lelaki tersebut. Dengan perasaan kesal, Zelda pun akhirnya menemani sebentar lelaki tersebut meski ia kemudian tidak lagi disentuh.


Hilang keperawanan bangkitkan kekecewaan

Saat menjalani aktivitasnya sebagai penyanyi kafe, Zelda masih bisa membentengi tubuhnya dari ajakan nakal pelanggan kafe untuk tidur bersama. Namun rupanya ia malah kehilangan keperawanan oleh kekasihnya sendiri.

Ia berkisah saat itu sang kekasih mengajaknya minum minuman keras. Zelda pun tidak kuasa menolak karena ingin menemani pujaan hatinya itu, Namun saat dirinya tidak sadar, ia pun harus kehilangan mahkotanya.

"Saat bangun kemaluan saya sakit dan ada bercak darah di tempat tidur. Pacar saya pun akhirnya mengaku telah merenggut keperawanan saya. Namun ia mengungkapkan akan bertanggungjawab," ujar warga Jakarta Utara tersebut.

Zelda harus menelan ludah saat mengetahui keluarganya tidak setuju hubungan antara dirinya dan sang kekasih dilanjutkan ke jenjang yang lebih serius lagi. Selain perbedaan keyakinan, keluarga Zelda menilai kekasih Zelda belum mapan dan memiliki penghasilan yang tetap.

"Akhirnya kami putus dalam kondisi saya tidak perawan lagi," kenang Zelda.

Merasa dirinya sudah tidak 'suci' lagi, Zelda kemudian berpikir untuk tidak menutup diri dari ajakan-ajakan 'bobo bareng' memuaskan hasrat lelaki hidung belang.

"Tapi aku enggak mangkal, aku menerima panggilan melalui telepon," ujar Zelda yang tidak tergabung dengan mucikari atau 'mami' untuk berhubungan dengan pelanggan.

Usia Zelda saat terjun ke dunia prostitusi baru 15 tahun, usia yang tergolong di bawah umur menurut undang-undang.

"Aku mulai lagi kenal dengan om-om. Dekat dengan yang 'nyawer' banyak, pokoknya supaya dapat uang," ujar Zelda.

Banyak suka duka yang dialaminya selama dua tahun belakangan menjadi PSP (Pekerja Seks Perempuan). Ia pun kemudian menemukan 'pelanggan' yang berbaik hati dan hingga kini menjadi pelanggan tetapnya.

Tarif menggunakan jasa Zelda dipatok Rp250 ribu paling kecil . Dalam satu minggu, Zelda mengaku rata-rata melayani 5 kali panggilan. Dalam satu bulan, penghasilannya bisa mencapai Rp6 juta.


Ramadan tetap beroperasi

Memasuki Ramadan, Zelda mengaku masih tetap menerima panggilan meski tidak segencar di bulan-bulan biasanya.

"Puasa tahun kemarin malah aku enggak menerima sama sekali karena takut kena razia," ujar Zelda sambil tersenyum.

Meski putus sekolah, Zelda yang berdarah Betawi itu bukannya tidak mengerti masalah agama, terkait dengan apa yang dilakukannya saat ini. Ia berkilah, semua yang terjadi karena masalah himpitan ekonomi. Karena itu ia masih belum mau menerima ajakan beberapa temannya yang sudah tidak beroperasi lagi, untuk keluar dari lembah prostitusi.

"Aku mau kerja apa? Siapa yang mau menerima aku bekerja dengan kondisi aku seperti ini? Siapa nanti yang akan membiayai keluarga? ujar Zelda mengurai pertanyaan yang getir jika dijawab.

Meski anak bungsu, Zelda sangat menyayangi ibunya. Ia ingin sekali membahagiakan ibunya saat ini. Tentu bagi Zelda hal tersebut tidak akan terwujud jika dirinya tidak memiliki uang.

"Aku juga mengangkat anak dari kakakku yang sekarang dirawat sama ibu. Aku yang biayai semua keperluannya termasuk kebutuhan ibu," tutur Zelda.

Jika sempat berdoa, Zelda mengungkapkan, dirinya memang ingin diberikan jalan yang terbaik oleh Tuhan supaya bisa keluar dari aktivitasnya saat ini dan mendapatkan aktivitas lainnya yang dapat menunjang kehidupannya sehari-hari.

"Apalagi kalau Ramadan, aku suka malu sendiri sebenarnya. Tapi ya, mau bagaimana lagi," imbuhnya sambil menatap nanar.

Karena itu pula, Zelda tidak ingin sang ibu mengetahui apa yang dilakukannya saat ini agar tidak menyakiti hatinya. Bahkan sang kakak yang menjerumuskannya ke dunia malam, tidak mengetahui perilaku adiknya yang mencari tambahan dengan menggunakan tubuhnya.

"Sampai saat ini ibu tahunya aku cuma menyanyi saja di kafe," imbuhnya.


Menjaga kesehatan agar tidak terkena AIDS

Menariknya, sebelum terjun ke wilayah prostitusi, Zelda sudah terlebih dahulu mengenal LSM Bandungwangi. Saat itu ia masih aktif menjadi penyanyi kafe, Ia sempat mengikuti beberapa kali penyuluhan. Karena itu saat menjadi PSP, ia pun sudah mempersiapkan diri untuk membentengi tubuhnya dari penularan virus HIV.

"Sekarang aku juga masih didampingi Bangdungwangi dalam menjalankan aktivitas aku (seks). Aku juga enggak mau bodoh sampai tertular virus yang mematikan tersebut," tuturnya sambil tersenyum.

Kini usia Zelda 17 tahun. Usia yang sebagian remaja perempuan banyak menghabiskan waktu untuk menggapai cita-citanya sambil bercengkrama dengan kehidupan sosial yang lebih baik.

Namun di sisi lain Jakarta, sosok Zelda hanyalah salah satu dari remaja yang kehilangan masa remajanya hanya karena faktor ekonomi sehingga terpaksa menjadi 'penjaja bodi' bagi para lelaki hidung belang.

"Tapi aku tetap berusaha menggantungkan cita-cita untuk keluar dari dunia ini dan menjalani kehidupan yang lebih baik," tutur Zelda.

Untuk meluruskan niatnya itu, Zelda kini mengikuti Kejar Paket A untuk menyelesaikan pendidikan SD-nya. Ia pun berniat akan melanjutkan ke jenjang Kejar Paket B dan C agar dapat memiliki ijazah sampai setingkat SMU.

"Mudah-mudahan kalau punya ijazah aku bisa mencari pekerjaan lain," harapnya.

Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

TAG: 

BERITA LAINNYA

Baru Dipajang, Instalasi Seni Sepatu di Kawasan Sudirman Jadi Sasaran Vandalisme

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta sedang menelusuri pelaku vandalisme di instalasi seni sepatu di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Disdik Kota Bekasi Evaluasi Berjenjang PTM Terbatas

Pemerintah Kota Bekasi telah memulai PTM terbatas pada 1 September 2021 untuk jenjang sekolah nenengah pertama dan pada 6 September untuk murid sekolah dasar.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Pekan Ketiga Ganjil Genap Kawasan Puncak, 2.745 Kendaraan Diputar Balik

Petugas gabungan telah memutar balik 2.745 kendaraan pribadi yang memasuki kawasan Puncak Bogor, pada pemberlakuan ganjil genap pekan ketiga Sabtu (18/9/2021)

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Pemkot Bogor Siapkan Rp 37 Miliar untuk Renovasi Sekolah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menganggarkan Rp 37 miliar untuk perbaikan sekolah yang rusak hingga berat pada 2022

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Anies Tuntaskan Vaksinasi Dosis Kedua Gunakan Astrazeneca

Anies Baswedan menuntaskan vaksinasi dosis kedua menggunakan vaksin Astrazeneca, setelah mendapatkan imunisasi dosis pertama pada 28 Juni 2021.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Belum Ada QR Code PeduliLindungi, Kota Tua Belum Dibuka untuk Berolahraga

Kawasan Kota Tua di Jakarta Barat belum dibuka untuk masyarakat berolahraga karena pengelolanya masih menunggu QR Code PeduliLindungi dari Pemprov DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Jumlah Pengunjung TMII Capai 2.000 Lebih pada Akhir Pekan

Jumlah pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, mencapai 2.000 lebih wisatawan pada akhir pekan, Sabtu (18/9/2021)

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Korupsi, PNS Sekretariat Kota Jakbar Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Pemprov DKI Jakarta memberhentikan dengan tidak hormat PNS di bagian staf Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Barat atas nama Tri Prasetyo Utomo.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Kakorlantas Polri Apresiasi Ganjil Genap Puncak

Kakorlantas Polri, Irjen Istiono apresiasi kolaborasi antara Pemkab Bogor, Polda Jabar, Polres Bogor, dan TNI dalam uji coba penerapan ganjil genap.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Kendaraan dengan Knalpot Bising Paling Disasar Polisi Saat Crowd Free Night

Polda Metro Jaya menerapkan kebijakan CFN di empat lokasi di Jakarta, yakni di Kemang, Sudirman, Thamrin, dan Kawasan SCBD, setiap akhir pekan.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Nadiem: Lebih dari 100.000 Sekolah Telah Gelar PTM Terbatas

Nadiem: Lebih dari 100.000 Sekolah Telah Gelar PTM Terbatas

NASIONAL | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings