Mendampingi Pekerja Seks dengan Hati Nurani
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mendampingi Pekerja Seks dengan Hati Nurani

Minggu, 12 Agustus 2012 | 12:30 WIB
Oleh : B1

"Intinya kami memberikan pendampingan agar kelak jika mereka berhenti sudah siap secara mental."

Berangkat dari prinsip tidak ada seorang perempuan pun yang bercita-cita menjadi PSP (Pekerja Seks Perempuan), Endang, ketua harian LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Bandungwangi tidak menolak saat dirinya diserahkan tanggungjawab memimpin Bandungwangi untuk melakukan pendampingan.

Bandungwangi adalah satu-satunya Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) yangbersifat nirlaba di Iindonesia dari dan untuk kepentingan Pekerja Seks Perempuan.

Sejarah Bandungwangi berawal tahun 1995 sebagai sebuah kelompok informal PSP yang memiliki kepedulianterhadap permasalahan kesehatan reproduksi termasuk HIV/AIDS di kalangan PSP.

Pada tahun 1999 kelompok tersebut dilegalkan menjadi sebuah Yayasan sehingga memberi landasan yang jelas bagi anggotanya untuk bersuara dan membantu PSP lainnya.

"Pada dasarnya kami melakukan pendampingan dan bimbingan kepada para PSP," tutur Endang saat ditemui Beritasatu.com beberapa waktu lalu.

Endang sendiri baru menjalankan tugasnya selama dua tahun belakangan ini, usai pergantian strukturan di tubuh Bandungwangi.

"Para staf dan sukarelawan di sini (Bandungwangi) 99 persen adalah perempuan dan mantan PSP," ujar Endang lebih lanjut.

Karena kesamaan emosi itulah, para staf dari Bandungwangi mengerjakan tugas mereka dengan sepenuh hati. Para mantan PSP tersebut tahu betul kapan harus 'masuk' di antara mereka dan memberikan pendampingan serta penyuluhan terhadap penyakit menular yang disebabkan hubungan kelamin.


Dianggap penyalur PSP

Dalam menjalankan operasinya, meski sudah berlangsung bertahun-tahun namun tetap saja masih ada yang memandang miring aktivitas para staf Bandungwangi. Apalagi jika sedang mengkampanyekan seks aman dengan cara membagi-bagikan kondom.

"Banyak yang mencemooh dan mengejek bahkan menganggap apa yang kami lakukan adalah nista karena bersentuhan dengan orang-orang yang dianggap sampah masyarakat," ujar

Bahkan tidak jarang ada yang menganggap Bandungwangi adalah wadah untuk menyalurkan PSP. Namun semuanya tersebut tidak menyurutkan niat Endang dan rekan-rekannya di Bandungwangi untuk memberikan pendampingan para PSP agar mereka mengetahui hak-hak kesehatan mereka.

"Pekerjaan mereka mengandung risiko penularan penyakit kelamin. Jadi perlu dilakukan pendampingan dan penyuluhan secara kontinyu," tutur Endang.

Adapun sejumlah kegiatan rutin yang dilakukan adalah penyuluhan, pemeriksaan, test HIV dan membagi-bagikan kondom.

"Jika PSP sudah divonis terjangkit virus HIV maka kami langsung menanganinya dengan cara melakukan pemeriksaan intensif," imbuh Endang.

"Kami melakukan pendekatan dengan cara-cara persuasif untuk menyadarkan mereka akan bahayanya bergonta ganti pasangan. Kami bukan lembaga yang memaksa mereka untuk ke luar dari lingkungan prostitusi. Sebab mereka melakukan hal tersebut punya alasan kuat. Kami membarikan pendampingan agar mereka mengetahui kesehatan dan akibat dari pekerjaan mereka," tutur Endang panjang lebar.

"Intinya kami memberikan pendampingan agar kelak jika mereka berhenti sudah siap secara mental," ujar Endang lebih lanjut.


Kesulitan pembiayaan

Sebagai badan nirlaba, tentunya Bandungwangi mengadalkan dana bantuan dalam menjalankan operasionalnya. Lantaran tingkat pendidikan para stafnya dan jaringan yang masih belum maksimal, membuat Bandungwangi terhimpit dengan LSM atau yayasan lain yang juga bergerak di bidang yang sama.

"Kami jarang yang memiliki pendidikan tinggi. Sehingga kerap terkendala masalah bahasa, padahal yang memberikan dana banyak dari lembaga luar negeri," ujar Endang mengutarakan kesulitannya.

Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan niat Endang dan rekan-rekannya untuk tetap memberikan pendampingan bagi para PSP yang beroperasi di beberapa wilayah Jakarta.

Endang juga menilai minimnya dukungan pemerintah kota dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Bandungwangi untuk memberikan pelatihan kepada para PSP agar memiliki bekal ketrampilan saat memutuskan untuk keluar dari lingkungan mereka.

"Paling hanya dilatih nyalon. Itu pun cuma sesekali, tidak kontinyu dan dengan cara-cara 'memaksa' sehingga tidak menimbulkan kesadaran para PSP untuk meninggalkan dunia mereka," tutur Endang.

Karena itu melalui perkumpulannya, Endang pun berinisiatif untuk memberikan hal yang jauh lebih bermanafaat sebagai bekal hidup para PSP usai menanggalkan busana masa lalunya.

"Kami melakukan pemberdayaan bagi mereka dengan cara membuat usaha loundry kiloan, kelontongan dan penjualan pulsa telepon. Dipilih usaha tersebut karena memiliki perputaran uang yang cepat," imbuh Endang.

Pemberdayaan para mantan PSP sangat diperlukan lantaran hampir semuanya memiliki latar belakang pendidikan yang rendah, sehingga akan sulit sekali bersaing di dunia kerja.

"Kendala lainnya, kalaupun sudah diterima kerja lantas perusahaan mereka mengetahui latar belakang atau masa lalu pekerjanya, ya bisa langsung diberhentikan. Makanya tidak sedikit yang sudah tidak menjadi PSP kemudian kembali lagi menjadi PSP karena merasa hidupnya sudah tidak diterima masyarakat," tutur Endang yang sangat menyayangkan anggapan buruk tentang para mantan PSP.


Banyak yang tidak peduli

Kehadiran PSP merupakan hal nyata dalam denyut nadi kota Jakarta. Namun ia menyesalkan banyak orang yang tidak peduli dengan hal tersebut. Bahkan ia terkadang miris banyak yang menganggap PSP itu adalah sampah masyarakat yang harus dijauhkan.

"Inilah yang salah. Seharusnya mereka kita rangkul, kita tunjukkan bahayanya pekerjaan mereka dan memberikan pendampingan serta pelatihan agar mereka siap untuk terjun ke masyarakat," tutur Endang.

"Saya merasa tidak ada di antara mereka satupun yang mengingkan seperti itu (menjadi PSP). Banyak alasan mereka melakukan demikian. Yang terbesar adalah karena tuntutan ekonomi dan ketidakberdayaan mereka untuk bersaing di dunia kerja. Selain itu beberapa kisah tragis dalam kehidupan mereka menjadikan mereka merasa tidak berarti dan kemudian memutuskan untuk menjadi PSP," ujar Endang panjang lebar.

Menurut Endang, masyarakat harusnya menyelami lebih jauh perasaan mereka yang sudah terjerat menjadi PSP agar dapat lebih memahami dan tahu bagaimana bertindak untuk 'menyelamatkan' mereka dari aktivitas yang membahayakan tersebut.




Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BERITA LAINNYA

Disdik Kota Bekasi Evaluasi Berjenjang PTM Terbatas

Pemerintah Kota Bekasi telah memulai PTM terbatas pada 1 September 2021 untuk jenjang sekolah nenengah pertama dan pada 6 September untuk murid sekolah dasar.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Pekan Ketiga Ganjil Genap Kawasan Puncak, 2.745 Kendaraan Diputar Balik

Petugas gabungan telah memutar balik 2.745 kendaraan pribadi yang memasuki kawasan Puncak Bogor, pada pemberlakuan ganjil genap pekan ketiga Sabtu (18/9/2021)

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Pemkot Bogor Siapkan Rp 37 Miliar untuk Renovasi Sekolah

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menganggarkan Rp 37 miliar untuk perbaikan sekolah yang rusak hingga berat pada 2022

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Anies Tuntaskan Vaksinasi Dosis Kedua Gunakan Astrazeneca

Anies Baswedan menuntaskan vaksinasi dosis kedua menggunakan vaksin Astrazeneca, setelah mendapatkan imunisasi dosis pertama pada 28 Juni 2021.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Belum Ada QR Code PeduliLindungi, Kota Tua Belum Dibuka untuk Berolahraga

Kawasan Kota Tua di Jakarta Barat belum dibuka untuk masyarakat berolahraga karena pengelolanya masih menunggu QR Code PeduliLindungi dari Pemprov DKI Jakarta.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Jumlah Pengunjung TMII Capai 2.000 Lebih pada Akhir Pekan

Jumlah pengunjung Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, mencapai 2.000 lebih wisatawan pada akhir pekan, Sabtu (18/9/2021)

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Korupsi, PNS Sekretariat Kota Jakbar Diberhentikan dengan Tidak Hormat

Pemprov DKI Jakarta memberhentikan dengan tidak hormat PNS di bagian staf Sekretariat Kota Administrasi Jakarta Barat atas nama Tri Prasetyo Utomo.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Ahmad Riza Patria Bakal Jadi Kuda Hitam di Pilgub DKI 2024

Survei JRC menyebutkan, Risma, Anies Baswedan, dan Ahmad Riza Patria bakal bersaing di Pilgub DKI 2024 namun Ariza dipredikasi jadi kuda hitam

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Kakorlantas Polri Apresiasi Ganjil Genap Puncak

Kakorlantas Polri, Irjen Istiono apresiasi kolaborasi antara Pemkab Bogor, Polda Jabar, Polres Bogor, dan TNI dalam uji coba penerapan ganjil genap.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021

Kendaraan dengan Knalpot Bising Paling Disasar Polisi Saat Crowd Free Night

Polda Metro Jaya menerapkan kebijakan CFN di empat lokasi di Jakarta, yakni di Kemang, Sudirman, Thamrin, dan Kawasan SCBD, setiap akhir pekan.

MEGAPOLITAN | 18 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Lions Club dan Le Minerale Dukung Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Lions Club dan Le Minerale Dukung Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

NASIONAL | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings