Anggota DPRD DKI Minta Proses Belajar Tatap Muka SMA Dibuka

Anggota DPRD DKI Minta Proses Belajar Tatap Muka SMA Dibuka
Siswa siswi tahun ajaran baru 2020 mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di SMAN 16 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin, 13 Juli 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Joanito De Saojoao)
Hotman Siregar / FMB Rabu, 29 Juli 2020 | 09:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Jhony Simanjuntak menilai, sekolah tingkat SMA/SMK di Jakarta sudah bisa memulai pembelajaran tatap muka di sekolah. Menurutnya, murid tingkat sekolah menengah atas relatif sudah bisa dikendalikan.

"Dalam pemikiran murid SMA sederajat sudah bisa dikendalikan ya. Saya meminta itu sudah harus dibuka," ujar Jhony di Jakarta, Selasa (28/7).

Menurutnya, pembukaan sekolah tingkat sekolah menengah atas sebagai prosea pembelajaran karena bagaimana kita harus hidup di tengah pendemi Covid-19 tetapi tidak terpapar. Melalui murid-murid nantinya dapat diperoleh pendidikan bagaimana pentingnya menjaga protokol kesehatan yakni 3M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan selalu mengggunakan masker.

Di samping itu, kata Politisi PDIP itu, belajar tatap muka masih jauh lebih baik dibanding belajar daring. Saat proses belajar normal dimulai, bila ditemukan ada penyebaran Covid-19 di suatu sekolah nantinya proses belajar mengajar bisa dihentikan sementara lalu setelah steril baru dibuka kembali.

"Karena namanya virus ini daya tahannya berapa jam sih, paling kuatnya satu hari. Jadi saya kira proses belajar untuk SMA sederajat ini dibuka saja," katanya.

Jhony mengatakan, sudah saatnya masyarakat menyadari bahwa virus ini bagian dari hidup. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa tetap disiplin menjaga protokol kesehatan.

"Budaya baru bagaimana hidup bersih dan mencegah agar jangan sampai terpapar itu yang paling penting saya kira saat ini," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com