Wanita Lompat dari Lantai 53 Ancol Mansion, Polisi: Korban Depresi

Wanita Lompat dari Lantai 53 Ancol Mansion, Polisi: Korban Depresi
Ilustrasi. (Foto: ABC)
Carlos Roy Fajarta / JAS Kamis, 30 Juli 2020 | 14:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perempuan yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 53 Apartemen Ancol Mansion (sebelah Pintu Gerbang Timur Ancol Taman Impian), Selasa (28/7/2020). Polisi menyatakan alasan korban berbuat nekat karena depresi.

Korban diketahui bernama Hu Meng (31) WNA asal Hubei Tiongkok yang sudah tinggal di Indonesia selama enam bulan terakhir di apartemen tersebut dan datang dengan menggunakan visa wisata.

"Ada peristiwa penemuan perempuan tergeletak di jogging track sekitar apartemen Ancol Mansion. Salah satu saksi warga apartemen yang sedang olahraga pagi keliling apartemen menemukan sosok mayat perempuan yang tergeletak di jogging track. Umur korban sekitar 35 tahun, dan tidak ada identitas. Setelah itu dilaporkan ke Polsek Pademangan," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Kamis (30/7/2020) di lokasi kejadian.

Ia menyebutkan saat pihaknya melakukan olah TKP, tidak ditemukan identitas jenazah perempuan tersebut yang mengalami patah, dan kepala pecah serta meninggal di TKP.

"Kami melakukan penyelidikan. Dari TKP kami memeriksa tower, kemungkinan dari Tower C. Kami sisir dari lantai ke lantai. Di hari kedua kami menemukan di kamar 53 tower C. Kamar dalam keadaan terkunci. Berdasarkan data dari pengelola kamar itu di sewa seseorang wanita. Dan ini kami curigai berasal dari kamar tersebut," tambah Budhi Herdi.

Lebih lanjut ia menyebutkan di dalam kamar ada surat wasiat dalam bahasa Tiongkok pihaknya menemukan dua ponsel, satu iPad, sebuah kursi, dan sandal yang ditinggalkan korban sebelum meloncat dari kamar.

"Kami menduga korban melakukan bunuh diri. Surat wasiat yang ditandatangani korban tersebut setelah diterjemahkan artinya, yang bersangkutan menuliskan semua barang-barang yang ditinggalkan. Dalam kasus ini kita sudah periksa 4 orang saksi termasuk kakak tiri korban yang menjadi sponsor korban masuk ke Indonesia," lanjut Budhi Herdi.

Budhi mengungkapkan dari surat wasiat itu korban menyampaikan bawah kematiannya adalah sebuah kebebasan dan meminta keluarga korban di Tiongkok jangan bersedih.

"Korban baru bercerai dengan suaminya. Karena masih kondisi Pandemi Covid-19, dia belum bisa pulang ke negaranya. Korban juga jarang bersosialisasi dengan komunitas keluarga keturunan Tionghoa di apartemen Ancol Mansion ini," tandas Budhi Herdi didampingi Kasat Reskrim Kompol Wirdhanto Hadicaksono.

Sementara itu, Kapolsek Pademangan Kompol Joko dan Kanit Reskrim AKP Fajar menyebutkan korban tinggal seorang diri apartemen tersebut.

"Keluarga korban seluruhnya tinggal di Wuhan Hubei. Dia tinggal di apartemen itu seorang diri," kata Fajar. 



Sumber: BeritaSatu.com