Khilaf, Pelaku Penghina Basuki Tjahaja Purnama Menyesal

Khilaf, Pelaku Penghina Basuki Tjahaja Purnama Menyesal
Polisi melakukan jumpa pers terkait penangkapan pelaku penghinaan terhadap Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 30 Juli 2020 | 20:14 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaku kasus dugaan pencemaran baik, KS yang dilaporkan Basuki Tjahaja Purnama, menyatakan menyesal. Perempuan paruh baya itu, mengaku khilaf dan melakukan penghinaan atas dasar emosi.

"Memang saya telah melakukan suatu kekhilafan yang didasarkan oleh emosi karena saya merasa bahwa saya adalah sesama wanita yang juga pernah mengalami hal-hal seperti yang dialami bu Vero (Veronica Tan mantan istri Basuki). Kami tidak ada tunggangan dari politik atau golongan-golongan tertentu. Murni hanya berdasarkan nalar dan nurani kaum wanita," ujar KS, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (30/7/2020).

Baca Juga: Basuki Tjahaja Purnama Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik

KS yang merupakan pemilik akun Instagram bernama @ito.kurnia itu diduga tergabung dalam komnunitas bernama Veronica Lovers. Dia merasa marah karena Basuki bercerai dengan Vero, sehingga melakukan dugaan penghinaan, termasuk kepada ibu dan istri Basuki.

"Dan itu juga ada pemicunya oleh karena kami sering sekali melihat video-video BTP untuk melakukan klarifikasi," ungkapnya.

KS mengatakan, sangat menyesal dan berharap ada jalan mediasi karena kondisinya sedang tidak sehat.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Kasus Pencemaran Nama Baik Terhadap Basuki

"Tentu saya menyesal setelah saya tahu begini. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Saya harus mencari solusinya dan saya betul-betul minta maaf kepada bapak BTP, sekiranya ada jalan untuk mediasi melalui pengacaranya bapak Ahmad. Saya mohon diberikan kesempatan itu, oleh karena saya sudah tidak sehat lagi pada seumur ini. Jika saya harus menjalankan hukuman seperti itu saya kira saya tidak akan sanggup bertahan lama karena saya mempunyai penyakit-penyakit kronis. Ini sungguh bukan untuk mengada-ada," katanya.

Menurutnya, kegiatannya di dalam media sosial hanya ingin mendapatkan respons dari netizen. "Hanya mendapat like dan komen dari follower yang rasanya memiliki kesamaan pemikiran," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com