Ternyata, 2 Tersangka Penghina Basuki Tjahaja Purnama dari Satu Komunitas

Ternyata, 2 Tersangka Penghina Basuki Tjahaja Purnama dari Satu Komunitas
Polisi melakukan jumpa pers terkait penangkapan pelaku penghinaan terhadap Basuki Tjahaja Purnama. (Foto: Beritasatu.com/Bayu Marhaenjati)
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 30 Juli 2020 | 21:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polda Metro Jaya, menangkap dua tersangka berinisial KS (67) dan EJ (47) terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan keluarganya. Ternyata keduanya merupakan penggemar Veronica Tan -mantan istri Basuki- yang tergabung dalam komunitas veronica lovers.

"Ternyata mereka satu komunitas. EJ adalah ketua komunitas ini. Mereka namakan komunitasnya adalah komunitas veronica lovers. Ini masih kita dalami, karena mereka juga punya beberapa grup di media sosial whatsapp dan telegram," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaua Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, Kamis (30/7/2020).

Dikatakan Yusri, berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka KS, motif kasus pencemaran nama baik itu karena mereka penggemar Veronica Tan.

"Motifnya bahwa mereka semua ini penggemar dari saudari Veronica dan merasa punya kesamaan histori dengan saudari Veronica sehingga timbul kebencian yang tanpa disadari bahwa ini pelanggaran hukum," ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Kasus Pencemaran Nama Baik Terhadap Basuki

Yusri menyampaikan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan Ahmad Ramzy selaku kuasa hukum Basuki terkait kasus pencemaran nama baik yang dilakukan dua akun Instagram @ito.kurnia milik KS dan @an7a_s679 punya EJ. Aduan Basuki, tercatat dengan nomor laporan polisi LP/2885/V/YAN.2.5/2020/SPKT, tertanggal 17 Mei 2020 yang lalu.

"Kemudian kasus ditangani Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, penyidik melakukan penyelidikan awalnya mengklarifikasi empat orang termasuk pelapor dan juga saksi-saksi pada tanggal 16 Juni," katanya.

Menurut Yusri, setelah memeriksa pelapor, saksi dan ahli, penyidik melakukan gelar perkara dan hasilnya kasus naik penyidikan setelah dinilai memenuhi unsur Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, dan atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP, pada tanggal 17 Juli.

"Setelah itu, penyidik menelusuri provider dua akun itu, didapati akun @ito@kurnia berada di Denpasar, Bali. Tanggal 20 Juli tim berangkat ke sana, mengamankan seorang wanita umur 67 tahun, wiraswasta, inisialnya KS," jelasnya.

Baca Juga: Khilaf, Pelaku Penghina Basuki Tjahaja Purnama Menyesal

Sejurus kemudian, penyidik melacak akun Instagram @an7a_s679 dan terdeteksi berada di Medan, Sumatera Utara. Yusri menuturkan, penyidik Subdit Kejahatan Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya selanjutnya berkoordinasi dengan Polda Sumatera Utara dan melakukan penangkapan terhadap tersangka EJ.

"Tim berangkat ke sana, yang bersangkutan sekarang sudah diamankan, baru saja diamankan, dengan barang-barang bukti handphone, akun email yang bersangkutan. Rencananya malam ini akan dibawa ke Jakarta," ucapnya.

Yusri menjelaskan, salah satu contoh pencemaran nama baik yang dilakukan tersangka KS adalah menyandingkan foto Puput Nastiti Devi -istri Basuki- dan anaknya dengan gambar binatang. Kemudian, ditulis dengan kata-kata tidak pantas. Sementara, tersangka EJ memposting foto keluarga Basuki, istri, anak, dan ibunya dengan ditambah kalimat mencaci maki.

"Menurut ahli itu sudah masuk dalam pencemaran nama baik. Perkataan itu menyinggung pelapor dan keduanya dilaporkan ke Polda Metro Jaya," tegasnya.

Yusri mengatakan, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 27 ayat 3 Juncto Pasal 45 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE, dengan ancaman 4 tahun penjara.

"Karena ancaman di bawah 5 tahun tidak dilakukan penahanan, tapi kasus tetap berjalan. Yang bersangkutan wajib lapor sambil menunggu pemberkasan. Kami masih mendalami lagi. Apakah kemungkinan ada tersangka lain ini masih didalami tim penyidik. Ini masih berjalan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com