Anies Tegaskan Angka Positivity Rate Jakarta Kredibel dan Terpercaya

Anies Tegaskan Angka Positivity Rate Jakarta Kredibel dan Terpercaya
Calon penumpang kereta api melukukan uji Rapid Test di Stasiun Senen, Jakarta, Senin, 27 Juli 2020. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Yustinus Paat / FMB Jumat, 31 Juli 2020 | 08:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan bahwa angka positivity rate atau persentase antara angka positif Covid-19 dengan jumlah yang dites, merupakan angka yang kredibel dan dapat dipercaya. Pasalnya, angka tersebut diambil dari hasil testing yang cukup banyak dan bahkan jumlahnya 4 kali lipat dari standar yang ditetapkan WHO.

"Angka positivity rate di Jakarta insya Allah kredibel dan dapat dipercaya, karena jumlah testingnya cukup," ujar Anies dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Pemprov DKI Jakarta, Kamis (30/7/2020).

Anies mengatakan, WHO telah menetapkan standar minimum testing sebesar 1000 orang per 1 juta penduduk dalam seminggu. Jika mengacu pada standar WHO, maka minimal jumlah testing di Jakarta dalam seminggu sebanyak 10.000 orang.

"(Sementara) Dalam satu pekan terakhir ini saja kita melakukan testing terhadap 43.316 orang dan itu artinya 4 kali lipat dari standar yang ditetapkan oleh WHO untuk wilayah seukuran Jakarta ini," ungkap dia.

Dari jumlah tersebut, kata Anies, angka positivity rate-nya adalah 6,5 persen. Anies menegaskan angka ini adalah angka yang kredibel karena diambil dari jumlah testing yang telah melampaui standar WHO.

"Kalau jumlah testingnya tidak cukup, maka kita tidak bisa mengetahui seberapa menyebar dan seberapa parah kondisi sebuah wilayah. Jakarta, kita tahu, angka positivity rate-nya adalah 6,5 persen dan itu karena kita bisa melakukan testing yang cukup banyak," tandas dia.

Anies mengakui bahwa angka positivity rate Jakarta belum mencapai angka ideal WHO, yakni maksimal 5 persen. Namun, kata dia, angka 6,5 persen masih di bahwa standar umum positivity rate WHO, yakni maksimal 10 persen.

Lebih lanjut, Anies mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan kapasitas testing demi menyelamatkan nyawa warga DKI. Tujuan Pemprov DKI, kata dia, bukan untuk menurunkan angka di grafik jumlah kasus, tetapi menurunkan angka penyebaran kasus Covid-19.

"Jadi tujuan dari testing agresif itu untuk mencegah terjadinya penularan yang lebih besar lagi. Bila kita tidak melakukan itu, bila kita mengurangi angka tesnya, mungkin angka positif Jakarta akan kelihatan rendah. Di atas kertas kita akan kelihatan oh seperti aman. Padahal senyatanya wabah itu masih ada," pungkas Anies. (YUS)



Sumber: BeritaSatu.com