971 Perjalanan KRL Jabodetabek Dianggap Maksimal

971 Perjalanan KRL Jabodetabek Dianggap Maksimal
Petugas KCI di Stasiun Bekasi menerapkan kamera sensor pengecek suhu tubuh otomatis bagi pengguna KRL. (Foto: dok)
Mikael Niman / YUD Minggu, 2 Agustus 2020 | 18:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah menambah jumlah perjalanan kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek sejak 1 Agustus 2020 lalu. Total, sudah ada 971 perjalanan KRL Jabodetabek saat ini.

“Kini, sudah mencapai 971 perjalanan per hari. Jumlah ini, sudah maksimal dengan mempertimbangkan kapasitas angkut serta kapasitas prasarana perkeretaapian yang tersedia,” ujar VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba, Minggu (2/8/2020).

Menurutnya, KCI tetap mengikuti arahan pemerintah sesuai dengan Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2020. Melalui surat edaran tersebut, KCI menjalankan kewajibannya dengan melayani maksimal 74 orang per kereta agar penerapan jaga jarak fisik di dalam KRL terpenuhi.

Awal pekan, sebagai hari dengan jumlah pengguna KRL paling padat dibanding hari-hari lainnya. Terlebih pada akhir pekan ini, merupakan akhir pekan panjang libur Iduladha 1441 H.

“Senin besok, diprediksi banyak pengguna jasa yang akan kembali beraktivitas menggunakan KRL,” ungkapnya.

KCI mencatat pengguna KRL pada Kamis (30/7/2020) lalu mencapai 409.814 pengguna atau meningkat 10 persen dibanding pada Kamis (23/7/2020) sebanyak 370.948 pengguna.

Sementara, pada libur Iduladha Jumat (31/7/2020), jumlah pengguna KRL hanya 187.257 penumpang.

Di hari kerja persebaran pengguna KRL masih terfokus di pukul 05.00-08.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB. Selain di waktu tersebut, KRL tampak lebih lengang dan tidak ada antrean pengguna. Para pengguna jasa dapat memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk naik KRL dengan lebih nyaman.

“Pengguna juga diimbau untuk mempersiapkan KMT (kartu multi trip), kartu uang elektronik bank, atau tiket kode QR sehingga tiba di stasiun tidak perlu lagi mengantre serta lebih aman saat naik KRL,” ucapnya.

Adanya permintaan penambahan perjalanan KRL lintas Jakarta-Bekasi belum dapat dipenuhi KCI. Awal Agustus lalu, KCI menambah lima perjalanan KRL di lintas Rangkasbitung-Tanah Abang.

“Penambahan di lintas Rangkasbitung-Tanah Abang ini, diharapkan dapat mengakomodir penambahan jumlah pengguna yang terjadi setiap pekannya pada periode PSBB transisi,” bebernya.

PT KCI telah menetapkan Stasiun Bogor, Stasiun Cilebut, dan Stasiun Cikarang sebagai stasiun khusus KMT. Uji coba telah dimulai sejak Senin 13 Juli 2020, ketiga stasiun tersebut tidak lagi melayani transaksi pembelian dan isi ulang tiket harian berjaminan (THB). Namun untuk tap out menggunakan THB masih dimungkinkan dan pengguna THB pergi pulang juga dapat melakukan tap in untuk perjalanan pulangnya.

Mulai Senin 3 Agustus besok, ketiga stasiun tersebut sudah resmi menjadi Stasiun Khusus KMT dan berlaku setiap hari kerja. Di Stasiun Khusus KMT, pengguna dapat naik KRL menggunakan KMT, kartu uang elektronik bank yang telah bekerja sama dengan KCI, dan tiket kode QR Link Aja.

“Penetapan stasiun KMT ini, selain mengurai antrean THB juga untuk meminimalisir risiko penularan Covid-19 dari transaksi dengan uang tunai,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com