Sistem Ganjil Genap, Transjakarta Tambah 155 Unit Armada

Sistem Ganjil Genap, Transjakarta Tambah 155 Unit Armada
Pembatasan penumpang di Transjakarta. (Foto: Antara)
Yustinus Paat / YUD Minggu, 2 Agustus 2020 | 19:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan pihaknya menambahkan 25 persen atau 155 unit armada Transjakarta di 10 koridor yang bersinggungan dengan kebijakan ganjil genap yang akan mulai diterapkan Pemprov DKI Senin, 3 Agustus 2020. Penambahan ini untuk mengantisipasi lonjakan penumpang karena adanya pergeseran dari kendaraan pribadi ke Transjakarta.

Transjakarta akan menambah armada pada ruas kordior yang terimbas dengan kebijakan tersebut. Penambahan sebesar 25 persen atau 155 unit armada pada 10 koridor yang bersinggungan dengan 25 ruas jalan yang terkena sistem ganjil genap,” ujar Nadia melalui keterangan, Minggu (2/8/2020).

Nadia mengatakan 155 unit armada tersebut telah disterilisasi dan secara teknis siap digunakan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada saat sistem ganjil genap diterapkan. Dengan adanya tambahan armada tersebut, tutur dia, Transjakarta akan mempercepat pengosongan halte pada jam-jam penerapan sistem ganjil genap, yakni pukul 06.00-10.00 WIB dan Pukul 16.00-21.00 WIB.

“Kami tetap memastikan terjaganya kapasitas maksimum sesuai protokol pencegahan Covid-19 yaitu 50 persen dari kapasitas angkut, melakukan percepatan headway (waktu kedatangan bus di halte) pada jam sibuk, melakukan pembersihan dengan disinfektan 3 (tiga) kali dalam sehari dan pembersihan handgrip dilakukan di halte akhir agar kebersihan armada tetap terjaga saat beroperasi,” terang dia.

Lebih lanjut, Nadia mengatakan Transjakarta tetap meminta warga atau penumpang untuk memperhatikan hal-hal berikut ini. Pertama, tetap dirumah saja apabila tidak ada keperluan sangat mendesak. Penerapan ganjil genap pada masa pandemi diadakan untuk membantu warga mengatur waktu perjalanan lebih terencana degan baik sehingga mengurangi penumpukan di area perkantoran dalam waktu tertentu.

“Kedua, memastikan kondisi tubuh benar-benar fit dan sehat dan tidak memaksakan diri untuk bepergian kalau dirasakan kurang sehat. Ketiga, mengatur jadwal keberangkatan dengan baik dan selalu mengingatkan diri dan sesama penumpang untuk tidak berdesakan di halte maupun di dalam bus (minimal jarak antar pelanggan adalah 1 meter atau satu lencang tangan orang dewasa),” ungkap dia.

Keempat, memperkuat perlindungan diri pada saat bepergian dengan memastikan masker selalu terpasang pada saat perjalanan, tidak ngobrol selama perjalanan, menggunakan pakaian tertutup, dan sangat direkomendasikan untuk menggunakan proteksi ganda berupa face shield setelah menggunakan masker. Kelima, menempati posisi duduk atau berdiri sesuai dengan rambu yang sudah dipasang di dalam bus maupun halte dan mematuhi himbauan petugas.

“Ingat 3 M, menggunakan masker di area Transjakarta, menjaga jarak di halte maupun di bus, serta mencuci tangan dengan sabun dengan air mengalir selama minimal 30 detik sebelum menyentuh area wajah,” pungkas dia.

Berikut ini 10 Koridor Bus Rapid Transit (BRT) Transjakarta yang bersinggungan dengan sistem ganjil genap:

Koridor 1: Blok M-Kota

Koridor 2: Pulo Gadung 1 - Harmoni,

Koridor 3: Kalideres - Pasar Baru,

Koridor 4: Pulo Gadung 2 - Dukuh Atas 2

Koridor 5: Kampung Melayu-Ancol

Koridor 6: Ragunan - Dukuh Atas 2,

Koridor 7: Kampung Rambutan - Kampung Melayu,

Koridor 8: Lebak Bulus-Harmoni,

Koridor 9: Pinang Ranti-Pluit,

Koridor 10: PGC 2 - Tanjung Priok.

Total armada yang beroperasi mulai Senin, 3 Agustus 2020

- Jumlah Koridor: 13 Koridor
- 155 unit armada ditambahkan pada 10 Koridor
- Total Armada yang beroperasi: 871 unit.



Sumber: BeritaSatu.com