Cegah Tempat Usaha Jadi Gudang Narkoba, Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan

Cegah Tempat Usaha Jadi Gudang Narkoba, Pemkot Tangerang Perketat Pengawasan
Wali Kota Tangerang, H Arief R Wismansyah (Foto: ANTARA FOTO)
Chairul Fikri / JAS Minggu, 2 Agustus 2020 | 23:57 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Terbongkarnya gudang beras yang dijadikan gudang narkoba di kawasan Kecamatan Cibodas oleh BNN pada awal minggu lalu, membuat Pemkot Tangerang kini mulai memperketat pengawasan lokasi usaha.

Upaya ini dilakukan untuk meminimalisasi penyalahgunaan lokasi usaha sebagai salah satu lokasi penyimpanan barang haram narkoba. Hal itu diungkapkan Camat Cibodas, Mahdiyar saat dihubungi media, Minggu (2/8/2020).

"Jadi kemarin teman-teman di wilayah diminta oleh Pak Wali Kota untuk mengetatkan pengawasan lokasi usaha di Tangerang dari upaya penyelewengan lokasi usaha yang dijadikan gudang narkoba di wilayah Kota Tangerang agar kasus kemarin tidak terulang lagi," ujar Mahdiyar.

"Dan saya sendiri telah mengiinstruksikan kepada lurah, ketua RW dan RT yang ada di lingkungan Kecamatan Cibodas untuk melakukan pendataan dan pengawasan lokasi usaha agar tidak disalahgunakan seperti kemarin lagi," ungkap Mahdiyar.

Ditambahkannya, dirinya juga telah mengimbau lurah, ketua RW dan RT serta masyarakat untuk melapor bila mengetahui lokasinya dijadikan sebagai gudang penimbunan narkotika. Ini untuk mempersempit ruang gerak peredaran narkotika di wilayah Kota Tangerang khususnya di Kecamatan Cibodas.

"Bila memang lurah, RW atau RT atau masyarakat ada yang mencurigai wilayahnya dijadikan lokasi penimbunan narkoba, saya telah mengimbau agar segera melapor kepada saya atau pihak Kepolisian agar bisa ditindaklanjuti. Itu juga sebagai upaya kita membatasi penyebaran narkoba," lanjutnya.

Sebelumnya, Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengaku kaget wilayahnya dijadikan lokasi penyimpanan narkotika jenis sabu yang kemudian diungkap oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat.

"Saya apresiasi, baru ini kita punya BNN di kota Tangerang sekian tahun baru kali ini ada kesigapan walau dari BNN pusat. Ini kan informasi pengembangan dari kasus di Bekasi dan Cikarang," ungkap Arief R Wismansyah.

"Informasinya sudah tujuh hari menyewa tempat. Setelah 3 hari buka dan ini barang baru masuk dan sudah diikuti. Jadi kita berharap ke depan teman-teman BNN kepolisian dan masyarakat juga responsif menjaga lingkungannya," dia menambahkan.

"Karena yang sekarang ini kan narkobanya dimasukin karung jagung padahal yang dijual beras. Artinya, kita harus selalu waspada. Selain oleh teman-teman BNN, antisipasi juga harus dilakukan masyarakat. Harus merespon juga harus dilakukan," imbuhnya.

"Itu juga berlaku buat kejahatan lain seperti terorisme. Makanya saya juga minta masyarakat perduli kepada lingkungannya agar wilayahnya tidak digunakan sebagai tempat persembunyian pelaku kejahatan," tandas Arief.

Sebelumnya, BNN Pusat pada Selasa (28/7/2020) lalu menggerebek sebuah ruko yang merupakan agen beras. Dari penggerebekan itu, BNN berhasil menyita 50 karung berisi narkoba jenis sabu. Dalam setiap karung, terdapat empat paket sabu seberat 1 kg yang dikamuflase dalam karung berisi jagung.

Dari pengeberekan itu BNN berhasil menyita kurang lebih 200 kg sabu dan mengamankan enam orang yang diduga pelaku.



Sumber: BeritaSatu.com