Logo BeritaSatu

Penularan Covid-19 Masih Tinggi, Kota Depok Kembali ke Zona Merah

Jumat, 7 Agustus 2020 | 16:54 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / BW

Depok, Beritasatu.com - Juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengungkapkan, alasan Kota Depok kembali menjadi zona merah Covid-19 adalah karena masih tingginya penularan virus corona.

Wiku saat dihubungi mengatakan, berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh satuan tugas, diketahui bahwa tingkat risiko penularan masih tinggi. Cara membasminya, warga harus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Wiku yakin, Depok sebagai kota tempat pendidikan karena banyak universitas terkemuka, seharusnya masyarakatnya bisa diedukasi untuk berdisiplin menjalankan protokol kesehatan.

"Warga Depok kami minta meningkatkan kedisiplinan untuk memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Kami bisa memahami, memakai masker mungkin tidak nyaman dan mungkin lelah harus terus memakai masker. Namun, ini jalan yang terbaik agar kita terhindar dari Covid-19," ujar Wiku di Depok, Jawa Barat, Jumat (7/8/2020).

Wiku mempersilakan kepada pimpinan daerah untuk berinovasi mengajak warga untuk peduli dan disiplin menggunakan masker.

Dia juga meminta Pemkot Depok untuk mengingatkan warganya agar tidak lengah saat berinteraksi dengan sesama. Misalnya, dengan teman bergaul ataupun kerabat protokol jaga jarak harus diterapkan.

"Jangan sampai lengah. Jaga jarak mutlak harus dilakukan walau sedekat apa pun kita dengan orang lain," tutur Wiku.

Lebih lanjut diungkap Wiku, adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 dapat membuat pemerintah daerah memiliki kewenangan yang lebih kuat untuk menjalankan protokol kesehatan dan membuat masyarakat menaatinya.

Inpres itu tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang dikeluarkan Presiden Joko Widodo pada 4 Agustus 2020.

"Dorong masyarakat lebih disiplin. Mempersuasi masyarakat untuk jalankan protokol kesehatan. Ini harus dilakukan oleh pemerintah daerah," tutur Wiku.

Presiden Joko Widodo dalam Inpres tersebut meminta gubernur, bupati, atau wali kota menetapkan dan menyusun peraturan yang memuat sanksi terhadap pelanggaran protokol kesehatan. Sanksi ini berlaku perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab fasilitas umum.

Sanksi sebagaimana dimaksud berupa teguran lisan atau tertulis, kerja sosial, denda administratif, hingga penghentian atau penutupan sementara penyelenggaraan usaha.

Kota Depok sudah memberlakukan denda bagi masyarakat yang tak mengenakan masker. Program Gerakan Depok Bermasker ini dijalankan sejak Juli lalu. Hingga kini telah terkumpul uang denda sebesar Rp 20 juta yang dimasukkan ke kas daerah.

Sementara itu, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Depok hingga berita ini diturunkan masih berkoordinasi untuk mengambil langkah selanjutnya untuk mengatasi penyebaran Covid-19 yang kembali menjadi zona merah.

"Iya, ini kami sedang rapat. Nanti dikabari jika sudah final langkah-langkah apa yang akan kami ambil. Kami sedang koordinasi bersama Pak Wali Kota juga," tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita saat dikonfirmasi.

Berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Jumat (7/8/2020), pukul 13.51, jumlah pasien terkonfirmasi 1.383 orang. Jumlah pasien sembuh 1.023 orang. Jumlah pasien meninggal 51 orang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

Perkara dugaan korupsi Helikopter AW-101 kini tinggal menunggu jadwal untuk disidangkan. 

NEWS | 6 Oktober 2022

Jelang Puncak G-20, Mendagri Tinjau Pembangunan TPST Kesiman Kertalangu

Mendagri berharap, pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu rampung pada akhir Oktober 2022.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kemenag: Moderasi Beragama di Indonesia Dilirik Bangsa Lain

Kemenag menyatakan, saat ini moderasi beragama yang dipraktikkan oleh Indonesia telah dilirik oleh bangsa asing sebagai solusi mempererat keberagaman.

NEWS | 6 Oktober 2022

BPBD: 17 Jalan Tergenang dan 41 RT Terdampak Banjir Jakarta

Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, sebanyak 17 ruas jalan tergenang dan 41 RT terdampak banjir Jakarta

NEWS | 6 Oktober 2022

Dana Desa Bisa untuk Atasi Susah Sinyal di Pelosok Kaltim

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyarankan agar dana desa digunakan untuk memudahkan masyarakat desa mengakses internet di Kalimantan Timur (Kaltim).

NEWS | 6 Oktober 2022

Kapolres Belum Terima Laporan Korban Hilang di MTsN 19

Polres Metro Jakarta Selatan belum menerima adanya laporan orang hilang di lokasi tembok MTSn 19 Pondok Labu, Cilandak yang ambruk akibat banjir.

NEWS | 6 Oktober 2022

Besok, Polisi Periksa Baim Wong dan Paula Verhoeven Terkait Prank KDRT

Penyidik Polres Jakarta Selatan akan memeriksa Baim Wong dan Paula Verhoeven pada Jumat (7/10/2022) terkait prank KDRT

NEWS | 6 Oktober 2022

Banjir di Pulogadung, Gulkarmat Jaktim Kerahkan Personel dan Perahu Karet

Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan personel dan perahu karet untuk mengatasi banjir di Pulogadung.

NEWS | 6 Oktober 2022

Presiden Jokowi Tak Salami Kapolri, Ini Penjelasan Istana

Pihak Istana Kepresidenan memberikan penjelasan terkait Presiden Jokowi yang tidak menyalami Kapolri pada, Rabu (5/10/2022).

NEWS | 6 Oktober 2022

Saat KPK Enggan Berpolemik Terkait Penyelidikan Formula E

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menyatakan enggan berpolemik terkait penyelidikan kasus Formula E.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

NEWS | 16 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings