Menanti Jalan Layang "Instagrammable" di Selatan Jakarta
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menanti Jalan Layang "Instagrammable" di Selatan Jakarta

Minggu, 9 Agustus 2020 | 16:10 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Deru mesin traktor bersahutan dengan kendaraan yang melintas di Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2020) siang. Debu bertebaran ketika alat berat berwarna kuning itu meratakan tanah di samping tiang-tiang beton di sisi jalan.

Tiang fondasi itu nampak berdiri kokoh menopang balok girder yang tersusun rapi menjadi jalan layang berbentuk dua aksara U saling bertolak belakang, "mengangkangi" rel kereta listrik Jakarta-Bogor, di depan Kampus Tercinta IISIP Jakarta.

Di sisi lain, dua pekerja menaiki kendaraan skylift, tengah membentuk ornamen-ornamen di bagian luar dinding tembok pembatas Fly Over Lenteng Agung yang disebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkonsep tapal kuda itu.

Tujuan pembangunan jalan layang di ujung selatan Jakarta itu adalah untuk meningkatkan jalur putar balik bagi kendaraan dari arah Pasar Minggu maupun Lenteng Agung, sehingga dapat mengurai kemacetan lalu lintas dan mengatasi tingginya angka kecelakaan ketika kendaraan berusaha melewati rel kereta api, di lokasi.

Pada tahun 2002 silam, jalur putar balik di depan Kampus IISIP Jakarta menjadi titik simpul kemacetan. Kendaraan dari arah Lenteng Agung akan berpapasan dengan kendaraan dari Tanjung Barat yang sama-sama hendak putar balik di atas rel kereta. Kendaraan tentu harus memperlambat laju ketika berputar karena harus melewati rel dengan kondisi jalan sedikit menanjak -gundukan tanah- dan licin berbatu kerikil, jangan sampai bersinggungan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Jalan layang Lenteng Agung

Ketika Kereta Rel Listrik (KRL) alias Commuter Line hendak melintas dan pintu perlintasan kereta diturunkan memalang jalan, mau tidak mau pengendara harus mengantre menunggu kereta lewat dan kemacetan pun akan semakin panjang.

Biasanya, kemacetan panjang dari arah Lenteng Agung menuju Tanjung Barat terjadi pada jam berangkat kerja di pagi hari. Sebaliknya, pada jam pulang kantor, sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB, kemacetan terjadi mulai dari Tanjung Barat hingga Lenteng Agung. Kurang lebih 30 menit waktu tempuh menggunakan sepeda motor dari Tanjung Barat hingga Lenteng menggunakan sepeda motor, apalagi mobil.

Ironisnya, kemacetan panjang yang terjadi terkadang membuat pengendara khususnya sepeda motor tidak sabar. Menerobos palang pintu kereta bukan menjadi pemandangan langka ketika itu. Alhasil, kerap kali sepeda motor tertabrak kereta hingga pengendara atau penumpangnya meninggal dunia di lokasi.

Perilaku budaya tertib berlalu lintas pengendara yang minim juga kian memperparah kemacetan di titik itu. Sama halnya dengan menerobos palang kereta, pengendara sepeda motor yang melawan arus juga menjadi pemandangan sehari-hari.

Kendati sering dirazia polisi, namun pelanggaran melawan arus tidak pernah hilang. Pengendara dari arah Gang Lurah misalnya, lebih memilih melawan arus dari pada harus berputar arah di depan Universitas Pancasila untuk menuju ke arah Tanjung Barat-Pasar Minggu.

Begitu pun arah sebaliknya yang hendak menuju Depok enggan memutar kendaraannya di Tanjung Barat sehingga memilih melawan arus dan berputar di depan Kampus IISIP.

Ditambah lagi ketika orang menyeberang jalan. Karena belum ada JPO, masyarakat dan mahasiswa kerap lalu lalang menyeberangi jalan itu. Singkat kata gambaran lalu lintas di putaran depan Kampus IISIP Jakarta ketika itu: semrawut.

Kekinian, guna mengatasi permasalah itu Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga tengah menggeber pembangunan Jalan layang Lenteng Agung yang mempunyai panjang 782 meter dan lebar 6,5 meter, dengan biaya sebesar Rp143,55 miliar.

Berbarengan dengan itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menggarap Fly Over Tanjung Barat yang memiliki panjang 1.052 meter dan lebar 8 meter, dengan biaya Rp163,26 miliar. Nantinya, kedua fly over double u turn ini akan dilengkapi dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) sebagai sarana bagi pejalan kaki yang akan menyeberangi rel kereta api.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisna mengatakan, pengerjaan dua fly over di Jakarta Selatan itu, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020 mendatang.

Jalan layang Lenteng Agung

"Untuk FO (Fly Over) Lenteng Agung progres pembangunan sekitar 80% dan Tanjung Barat sekitar 70%. Ya akhir tahun 2020 kita targetkan pembangunan kedua FO itu bisa diselesaikan," ujar Hananto saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (9/8/2020).

Hananto menyampaikan, tujuan pembangunan kedua fly over itu adalah menghilangkan persimpangan sebidang antara Jalan Raya Pasar Minggu dengan jalur rel kereta listrik Jakarta-Depok.

"Sehingga manfaat yang akan diperoleh adalah menghilangkan kemungkinan terjadinya kecelakaan antara pengguna jalan yang akan melintasi putaran rel KA, di samping untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di perlintasan KA," ungkapnya.

Jalan Layang Instagrammable

Bukan sekadar menjadi sarana memutar balik kendaraan, Jalan Layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat akan dibuat ciamik dan gemerlap. Sehingga nantinya bisa menjadi daya tarik bagi pariwisata, dan salah satu titik hiburan warga.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Jakarta Selatan Heru Suwondo mengungkapkan, baik jalan layang dan jembatan penyeberangan orang akan dibuat "Instagrammable". Warga bisa berswafoto karena bangunan itu enak dilihat.

"Ya memang perencanaannya seperti itu. Kita ingin membuat fly over itu 'Instagrammble'. Jadi orang bisa foto-foto di sana, jadi dari sudut pandang bangunan struktural tidak kaku, bisa enak dilihat," katanya.

Ketika jalan layang telah jadi dan dioperasionalkan, perlintasan di bawah -jalur menyeberangi rel- akan ditutup, semua pengguna jalan termasuk orang akan lewat atas. Bagi orang yang hendak menyeberang akan disiapkan JPO dengan lebar sekitar 5 meter.

"Nah, JPO-nya ini akan kita buat indah, JPO-nya juga kita buat artistik. Cukup lebar JPO ini 5 meter. Jadi orang di atas JPO bisa foto-foto dan juga kita buat sedemikian rupa sehingga menjadi daya tarik untuk orang foto di situ, selfie di situ. Ya, kira-kira seperti itu (JPO di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin). Walaupun ini letaknya di pinggir Jakarta ya, ke sana sedikit sudah Depok, tapi kita juga untuk mengakomodir masyarakat sekitar. Masyarakat Jakarta juga perlu hiburan, tidak perlu ke tengah kota untuk foto, cukup di sana," terangnya.

Heru mengungkapkan, jembatan penyeberangan orang di tengah jalan layang itu rencananya juga akan dilengkapi fasilitas lift. Kemudian, akan diterangi pencahayaan tata lampu pada malam hari.

"Ada permainan tata pencahayaannya. Ada main lampu warna-warni, kemudian kita buat taman supaya tampak indah," tandasnya.

Warga berharap pembangunan fly over tapal kuda itu segera rampung dan bisa menjadi solusi mengatasi permasalah kemacetan di wilayah Lenteng Agung dan Tanjung Barat.

"Kalau sudah jadi balik lagi ke fungsinya kan fly over itu untuk mengurai kemacetan pasti dampaknya positif. Harapannya pasti supaya nggak macet karena kan nggak ada lalu lalang orang nyebrang juga. Kalau di fly over otomatis kendaraan tidak terhambat jadi waktu dan jarak tempuh mudah-mudahan bisa lebih efisien," kata Hendrik Simatupang (38), warga Depok yang setiap hari melintas jalur Lenteng Agung dan Tanjung Barat kepada Beritasatu.com.

Hendrik menyampaikan, kemacetan parah sempat terjadi pada saat pembangunan fly over sekitar bulan Februari-Maret -sebelum pandemi Covid-19- lalu. Namun, belakangan kemacetan lalu lintas berkurang seiring kebijakan work from home.

"Waktu pembangunan sekitar Maret kemarin, parah macetnya. Semoga nanti kalau sudah jadi bisa mengatasi kemacetan," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tabung Elpiji Meledak di Kayuringinjaya Bekasi, Warung Kopi Terbakar

Warung kopi di Jalan Kasuari Raya RT 03/RW 02, Kelurahan Kayuringinjaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Kamis pagi, terbakar.

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

PPKM Level 2: Transjakarta Terapkan Kapasitas Angkut Penuh, Tanda Jarak Aman Dicopot

Sebelumnya, sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19, Transjakarta membatasi kapasitas angkut pelanggan maksimal sebesar 50% dari jumlah kapasitas total.

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

Dideklarasikan Jadi Capres, Wagub Riza: Pak Anies Tidak Pernah Bahas Pilpres

Ahmad Riza Patria menanggapi deklarasi Gubernur Anies Baswedan menjadi Calon Presiden di Pilpres 2024 oleh relawan Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (Anies).

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021


PPKM Level 2, Ganjil Genap Menuju Ancol, TMII dan Ragunan Berlaku untuk Sepeda Motor

Pemprov DKI masih menerapkan sistem ganjil genap di jalan menuju tiga lokasi wisata selama masa PPKM Level 2.

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

PPKM Level 2, Pemprov DKI Masih Terapkan Ganjil Genap di 3 Ruas Jalan Ini

Pemprov DKI Jakarta masih menerapkan sistem ganjil genap di tiga ruas jalan selama PPKM Level 2.

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

Jakarta Pagi Cerah Berawan, Siang Sebagian Wilayah Hujan Ringan

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada pagi hari semua wilayah Jakarta diperkirakan mulai dari berawan hingga cerah berawan.

MEGAPOLITAN | 21 Oktober 2021

Ini Upaya BPBD Kota Tangerang Antisipasi Banjir di Musim Hujan

BPBD Kota Tangerang melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi banjir di musim hujan.

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Jakarta PPKM Level 2, Anies Tetap Ingatkan Warga Disiplin Protokol Kesehatan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tetap mengingatkan warga untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan meski Jakarta berstatus PPKM level 2

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021

Antisipasi Kerumunan di Masa PPKM Level 2, Begini Langkah Pemkot Bogor

Pemkot Bogor menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mencegah kerumunan di masa PPKM Level 2. Apa saja?

MEGAPOLITAN | 20 Oktober 2021


TAG POPULER

# Losmen Bu Broto


# Pedang Perang Salib


# Syarat Perjalanan Domestik


# Aipda Ambarita


# Anies Baswedan



TERKINI
Denmark Terbuka 2021: Pramudya/Yeremia Tersingkir, Praveen/Melati Melaju

Denmark Terbuka 2021: Pramudya/Yeremia Tersingkir, Praveen/Melati Melaju

OLAHRAGA | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings