Menanti Jalan Layang "Instagrammable" di Selatan Jakarta
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Menanti Jalan Layang "Instagrammable" di Selatan Jakarta

Minggu, 9 Agustus 2020 | 16:10 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Deru mesin traktor bersahutan dengan kendaraan yang melintas di Jalan Lenteng Agung Raya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8/2020) siang. Debu bertebaran ketika alat berat berwarna kuning itu meratakan tanah di samping tiang-tiang beton di sisi jalan.

Tiang fondasi itu nampak berdiri kokoh menopang balok girder yang tersusun rapi menjadi jalan layang berbentuk dua aksara U saling bertolak belakang, "mengangkangi" rel kereta listrik Jakarta-Bogor, di depan Kampus Tercinta IISIP Jakarta.

Di sisi lain, dua pekerja menaiki kendaraan skylift, tengah membentuk ornamen-ornamen di bagian luar dinding tembok pembatas Fly Over Lenteng Agung yang disebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkonsep tapal kuda itu.

Tujuan pembangunan jalan layang di ujung selatan Jakarta itu adalah untuk meningkatkan jalur putar balik bagi kendaraan dari arah Pasar Minggu maupun Lenteng Agung, sehingga dapat mengurai kemacetan lalu lintas dan mengatasi tingginya angka kecelakaan ketika kendaraan berusaha melewati rel kereta api, di lokasi.

Pada tahun 2002 silam, jalur putar balik di depan Kampus IISIP Jakarta menjadi titik simpul kemacetan. Kendaraan dari arah Lenteng Agung akan berpapasan dengan kendaraan dari Tanjung Barat yang sama-sama hendak putar balik di atas rel kereta. Kendaraan tentu harus memperlambat laju ketika berputar karena harus melewati rel dengan kondisi jalan sedikit menanjak -gundukan tanah- dan licin berbatu kerikil, jangan sampai bersinggungan dengan kendaraan yang datang dari arah berlawanan.

Jalan layang Lenteng Agung

Ketika Kereta Rel Listrik (KRL) alias Commuter Line hendak melintas dan pintu perlintasan kereta diturunkan memalang jalan, mau tidak mau pengendara harus mengantre menunggu kereta lewat dan kemacetan pun akan semakin panjang.

Biasanya, kemacetan panjang dari arah Lenteng Agung menuju Tanjung Barat terjadi pada jam berangkat kerja di pagi hari. Sebaliknya, pada jam pulang kantor, sekitar pukul 17.00 WIB hingga pukul 19.00 WIB, kemacetan terjadi mulai dari Tanjung Barat hingga Lenteng Agung. Kurang lebih 30 menit waktu tempuh menggunakan sepeda motor dari Tanjung Barat hingga Lenteng menggunakan sepeda motor, apalagi mobil.

Ironisnya, kemacetan panjang yang terjadi terkadang membuat pengendara khususnya sepeda motor tidak sabar. Menerobos palang pintu kereta bukan menjadi pemandangan langka ketika itu. Alhasil, kerap kali sepeda motor tertabrak kereta hingga pengendara atau penumpangnya meninggal dunia di lokasi.

Perilaku budaya tertib berlalu lintas pengendara yang minim juga kian memperparah kemacetan di titik itu. Sama halnya dengan menerobos palang kereta, pengendara sepeda motor yang melawan arus juga menjadi pemandangan sehari-hari.

Kendati sering dirazia polisi, namun pelanggaran melawan arus tidak pernah hilang. Pengendara dari arah Gang Lurah misalnya, lebih memilih melawan arus dari pada harus berputar arah di depan Universitas Pancasila untuk menuju ke arah Tanjung Barat-Pasar Minggu.

Begitu pun arah sebaliknya yang hendak menuju Depok enggan memutar kendaraannya di Tanjung Barat sehingga memilih melawan arus dan berputar di depan Kampus IISIP.

Ditambah lagi ketika orang menyeberang jalan. Karena belum ada JPO, masyarakat dan mahasiswa kerap lalu lalang menyeberangi jalan itu. Singkat kata gambaran lalu lintas di putaran depan Kampus IISIP Jakarta ketika itu: semrawut.

Kekinian, guna mengatasi permasalah itu Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga tengah menggeber pembangunan Jalan layang Lenteng Agung yang mempunyai panjang 782 meter dan lebar 6,5 meter, dengan biaya sebesar Rp143,55 miliar.

Berbarengan dengan itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menggarap Fly Over Tanjung Barat yang memiliki panjang 1.052 meter dan lebar 8 meter, dengan biaya Rp163,26 miliar. Nantinya, kedua fly over double u turn ini akan dilengkapi dengan jembatan penyeberangan orang (JPO) sebagai sarana bagi pejalan kaki yang akan menyeberangi rel kereta api.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tidak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hananto Krisna mengatakan, pengerjaan dua fly over di Jakarta Selatan itu, ditargetkan rampung pada akhir tahun 2020 mendatang.

Jalan layang Lenteng Agung

"Untuk FO (Fly Over) Lenteng Agung progres pembangunan sekitar 80% dan Tanjung Barat sekitar 70%. Ya akhir tahun 2020 kita targetkan pembangunan kedua FO itu bisa diselesaikan," ujar Hananto saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (9/8/2020).

Hananto menyampaikan, tujuan pembangunan kedua fly over itu adalah menghilangkan persimpangan sebidang antara Jalan Raya Pasar Minggu dengan jalur rel kereta listrik Jakarta-Depok.

"Sehingga manfaat yang akan diperoleh adalah menghilangkan kemungkinan terjadinya kecelakaan antara pengguna jalan yang akan melintasi putaran rel KA, di samping untuk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di perlintasan KA," ungkapnya.

Jalan Layang Instagrammable

Bukan sekadar menjadi sarana memutar balik kendaraan, Jalan Layang Lenteng Agung dan Tanjung Barat akan dibuat ciamik dan gemerlap. Sehingga nantinya bisa menjadi daya tarik bagi pariwisata, dan salah satu titik hiburan warga.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Kota Jakarta Selatan Heru Suwondo mengungkapkan, baik jalan layang dan jembatan penyeberangan orang akan dibuat "Instagrammable". Warga bisa berswafoto karena bangunan itu enak dilihat.

"Ya memang perencanaannya seperti itu. Kita ingin membuat fly over itu 'Instagrammble'. Jadi orang bisa foto-foto di sana, jadi dari sudut pandang bangunan struktural tidak kaku, bisa enak dilihat," katanya.

Ketika jalan layang telah jadi dan dioperasionalkan, perlintasan di bawah -jalur menyeberangi rel- akan ditutup, semua pengguna jalan termasuk orang akan lewat atas. Bagi orang yang hendak menyeberang akan disiapkan JPO dengan lebar sekitar 5 meter.

"Nah, JPO-nya ini akan kita buat indah, JPO-nya juga kita buat artistik. Cukup lebar JPO ini 5 meter. Jadi orang di atas JPO bisa foto-foto dan juga kita buat sedemikian rupa sehingga menjadi daya tarik untuk orang foto di situ, selfie di situ. Ya, kira-kira seperti itu (JPO di Jalan Jenderal Sudirman-MH Thamrin). Walaupun ini letaknya di pinggir Jakarta ya, ke sana sedikit sudah Depok, tapi kita juga untuk mengakomodir masyarakat sekitar. Masyarakat Jakarta juga perlu hiburan, tidak perlu ke tengah kota untuk foto, cukup di sana," terangnya.

Heru mengungkapkan, jembatan penyeberangan orang di tengah jalan layang itu rencananya juga akan dilengkapi fasilitas lift. Kemudian, akan diterangi pencahayaan tata lampu pada malam hari.

"Ada permainan tata pencahayaannya. Ada main lampu warna-warni, kemudian kita buat taman supaya tampak indah," tandasnya.

Warga berharap pembangunan fly over tapal kuda itu segera rampung dan bisa menjadi solusi mengatasi permasalah kemacetan di wilayah Lenteng Agung dan Tanjung Barat.

"Kalau sudah jadi balik lagi ke fungsinya kan fly over itu untuk mengurai kemacetan pasti dampaknya positif. Harapannya pasti supaya nggak macet karena kan nggak ada lalu lalang orang nyebrang juga. Kalau di fly over otomatis kendaraan tidak terhambat jadi waktu dan jarak tempuh mudah-mudahan bisa lebih efisien," kata Hendrik Simatupang (38), warga Depok yang setiap hari melintas jalur Lenteng Agung dan Tanjung Barat kepada Beritasatu.com.

Hendrik menyampaikan, kemacetan parah sempat terjadi pada saat pembangunan fly over sekitar bulan Februari-Maret -sebelum pandemi Covid-19- lalu. Namun, belakangan kemacetan lalu lintas berkurang seiring kebijakan work from home.

"Waktu pembangunan sekitar Maret kemarin, parah macetnya. Semoga nanti kalau sudah jadi bisa mengatasi kemacetan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Gerbang Tol Cikunir 4 Ruas JORR Mulai Beroperasi 11 Agustus 2020

Tidak ada perubahan tarif dengan pengoperasian GT Cikunir 4.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

Car Free Day di Jalan Pemuda dan RA Fadillah Ditiadakan karena Covid-19

"Dengan sangat terpaksa dihentikan dulu karena peningkatan Covid-19 pada lokasi itu," kata Kasudin Perhubungan Jakarta Timur Benhard Hutajulu.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

Ungkap TPPO, Wisata Seks "Halal" di Puncak Jangan Dianggap Selesai

Video testimoni wisata seks 'halal' Puncak Bogor dikabarkan beredar hingga dunia internasional.

NASIONAL | 9 Agustus 2020

Jakarta Diprakirakan Cerah Berawan lalu Hujan di Malam Hari

Hari Minggu 9 Agustus 2020, sebagian Jakarta diprediksi akan turun hujan setelah pagi hingga siang bercuaca berawan dan cerah berawan.

MEGAPOLITAN | 9 Agustus 2020

Penyaluran Bansos Tahap Pertama di Tangerang Rampung

Saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari Kementerian Sosial terkait penyaluran BLT gelombang kedua.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Waspada, Kota Bogor Tambah 12 Kasus Positif Baru

Penambahan kasus itu berdasarkan laporan monitoring tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Bioskop Drive In, Solusi Nikmati Hiburan di Era Pandemi

Dengan menonton di bioskop "drive-in", masyarakat bisa tetap menonton film namun tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Pengelola Perkantoran Diminta Sesuaikan Sirkulasi Udara

Pengelola perkantoran dapat menyesuaikan sirkulasi udara dengan struktur bangunan.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Pemkot Bekasi Tegaskan Bansos Presiden Siap Didistribusikan

Pemkot Bekasi menilai kondisi 1.514 paket Bansos Presiden layak didistribusikan.

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020

Sepi Penghuni di Masa Pandemi, Asrama UI Direnovasi

Asrama UI tercatat memiliki 1.255 kamar

MEGAPOLITAN | 8 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS