Logo BeritaSatu

Polisi Telusuri Penggelapan Pajak Otak Pembunuh Bos Pelayaran

Kamis, 27 Agustus 2020 | 19:08 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi mulai menyelidiki dan menelusuri laporan kasus dugaan penggelapan uang sebesar Rp 148 juta yang dilakukan Nur Lutfiah alias NL, tersangka pembunuh bos PT Dwi Putra Tirtajaya bernama Sugianto, di Royal Gading Square, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan, salah satu Komisaris PT Dwi Putra Tirtajaya Sumartono, telah membuat laporan kasus dugaan penggelapan uang yang diduga dilakukan tersangka NL.

"Ya memang motif dari pembunuhan itu adalah salah satunya penggelapan pajak. Kemarin dilaporkan ke Polres Jakarta Utara, dan sudah kita terima, sudah kita klarifikasi dari pelapor itu sendiri dengan membawa bukti-bukti beberapa termasuk adanya surat tanda transfer yang palsu. Di sini ada dugaan pemalsuan sekitar Rp 148 juta," ujar Yusri, Kamis (27/8/2020).

Dikatakan Yusri, Sumartono melaporkan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang dilakukan NL berdasarkan hasil pengecekan keuangan perusahaan dan keterangan dari para saksi dengan modus menggelapan uang perusahaan berupa uang pembelian bahan bakar minyak untuk kapal laut perusahaan. Diketahui PT Dwi Putra Tirtajaya milik Sugianto bergerak di bidang pelayaran logistik.

"Awalnya pelaku membeli bahan bakar untuk kapal KM Fu Fujin untuk perjalanan pengangkutan barang berupa pupuk sebanyak 24 ton milik PT USJ dari Gresik, Jawa Timur menuju ke Ketapang, Kalimantan Barat," ungkapnya.

Yusri menyampaikan, pelaku yang merupakan administrasi keuangan memesan bahan bakar kepada PT PAN dengan PO Nomor 053/AP3A/VII/ 2020/ Tanggal 22 Juli 2020. Selanjutnya, PT PAN melakukan penagihan terkait pembayaran bahan bakar itu.

"Menurut pelaku sudah dilakukan pembayaran, namun setelah dilakukan pengecekan ternyata pembayaran tersebut tidak ada. Pada saat pelaksanaannya NL ini tidak membayarkannya. Diduga ada digelapkan uang Rp 148 juta, ada tagihannya," katanya.

Menurut Yusri, penyidik akan menelusuri dan memdalami kemungkinan masih ada beberapa kasus penggelapan uang yang dilakukan tersangka NL.

"Pelapor menduga masih ada dugaan penggelapan uang perusahaan yang dilakukan oleh tersangka, dan pelapor masih akan mencari dan melengkapi data yang terkait. Kemungkinan masih ada beberapa lagi penggelapan-penggelapan yang dilakukan, ini masih kita dalami semuanya," jelasnya.

Menyoal apakah uang Rp 200 juta yang digunakan untuk membayar para algojo membunuh Sugianto merupakan uang hasil penggelapan, Yusri belum bisa memastikan karena masih dalam proses penyelidikan penyidik.

"Itu masih kita dalami semuanya karena pengakuan dia uang Rp 100 juta itu dia (NL) transfer dari rekening sendiri, dan Rp 100 juta dia pinjam dari omnya. Makanya ini kita dalami semuanya," ucapnya.

Laporan yang dibuat Sumartono itu tercatat dengan nomor LPB/618/K/VIII/2020/ PMJ/RESJU, tanggal 26 Agustus 2020, terkait penggelapan yang diatur dalam Pasal 374 KUHP. Pelapor menyerahkan bukti satu lembar memo internal permohonan pembayaran tagihan dari PT PAN dan satu lembar domestik transfer Bank Mandiri diduga palsu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Jenderal Andika Diminta Cek Video Tindakan Berlebih TNI di Tragedi Kanjuruhan

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa diminta  melakukan tindakan cepat sesuai aturan terkait tragedi Kanjuruhan

NEWS | 3 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Mahfud Minta Polri Segera Ungkap Pelaku

Mahfud MD meminta Polri agar segera mengungkap pelaku yang harus bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan

NEWS | 3 Oktober 2022

Divisi Propam Akan Dirombak, Polri: Perlu Proses dan Kajian

Perombakan struktural secara terbatas terhadap Divisi Propam Polri membutuhkan proses, analisis, serta pengkajian terlebih dahulu.

NEWS | 3 Oktober 2022

Usut Tragedi Kanjuruhan, Tim Pencari Fakta Targetkan Rampung dalam 3 Pekan

Mahfud MD menyampaikan, tim pencari fakta menargetkan pengusutan tragedi Kanjuruhan rampung dalam tiga pekan ke depan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Terima Amanah Nasdem, Anies Baswedan: Saya Siap Capres

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, dirinya menerima amanah dari Partai Nasdem untuk dicalonkan sebagai capres di Pilpres 2024.

NEWS | 3 Oktober 2022

Deklarasi Anies Baswedan Capres, Paloh Pimpin Hening Cipta Tragedi Kanjuruhan

Deklarasi Anies Baswedan capres dari Partai Nasdem, diawali dengan hening cipta atas tragedi Kanjuruhan yang dipimpin Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.

NEWS | 3 Oktober 2022

Mahfud MD Pimpin Tim Pencari Fakta Usut Tragedi Kanjuruhan

Pemerintah membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) yang dipimpin Mahfud MD untuk mengusut tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 3 Oktober 2022

Surya Paloh Umumkan Anies Baswedan sebagai Capres Nasdem

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengumumkan Anies Baswedan sebagai capres yang diusung Partai Nasdem di Pilpres 2024.

NEWS | 3 Oktober 2022

Kakorlantas Singgung Pungli yang Dialami Komika Soleh Solihun

Kakorlantas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Firman Shantyabudi menyinggung mengenai pungutan liar (pungli) yang dialami komika Soleh Solihun.

NEWS | 3 Oktober 2022

Operasi Zebra Jaya 2022 digelar Serentak di 33 Polda

Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2022 serentak di 33 Polda di seluruh Indonesia

NEWS | 3 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Jenderal Andika Diminta Cek Video Tindakan Berlebih TNI di Tragedi Kanjuruhan

Jenderal Andika Diminta Cek Video Tindakan Berlebih TNI di Tragedi Kanjuruhan

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings