Pelaku Usaha Depok Khawatir Dampak Ekonomi Jam Malam
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.47 (1.9)   |   COMPOSITE 6359.21 (21.51)   |   DBX 1342.2 (21.04)   |   I-GRADE 184.288 (0.47)   |   IDX30 516.126 (0.91)   |   IDX80 138.807 (-0.02)   |   IDXBUMN20 408.536 (-3.01)   |   IDXESGL 142.044 (0.29)   |   IDXG30 145.076 (0.7)   |   IDXHIDIV20 455.222 (0.86)   |   IDXQ30 147.857 (0.54)   |   IDXSMC-COM 298.089 (2.85)   |   IDXSMC-LIQ 362.717 (0.44)   |   IDXV30 136.649 (-0.69)   |   INFOBANK15 1071.96 (6.83)   |   Investor33 444.599 (1.06)   |   ISSI 184.85 (-0.57)   |   JII 633.797 (-1.97)   |   JII70 223.435 (-0.8)   |   KOMPAS100 1241.07 (0.19)   |   LQ45 967.658 (1.45)   |   MBX 1728.33 (2.21)   |   MNC36 329.04 (1.03)   |   PEFINDO25 326.697 (1.37)   |   SMInfra18 315.108 (-1.34)   |   SRI-KEHATI 378.138 (0.88)   |  

Pelaku Usaha Depok Khawatir Dampak Ekonomi Jam Malam

Selasa, 1 September 2020 | 20:23 WIB
Oleh : Bhakti Hariani / FMB

Depok, Beritasatu.com - Pemberlakuan pembatasan aktivitas warga (PAW) atau jam malam yang diterapkan Pemkot Depok dipatuhi oleh para pelaku usaha meskipun mereka mengaku terkena dampak dari kebijakan menekan maraknya penyebaran Covid-19 ini.

Yudi, salah satu pelaku usaha kafe di Depok, mengaku setuju dengan kebijakan penerapan jam malam yang diluarkan oleh Pemkot Depok. Namun kata dia, kebijakan ini selain berdampak dari segi ekonomi juga akan menempatkan pelaku usaha di posisi sulit. Dia harus melakukan pengurangan karyawan akibat pembatasan jam operasional tersebut.

"Pada prinsipnya kami setuju dan siap mendukung semua kebijakan Pemkot Depok dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 ini. Tapi di sisi lain dari segi ekonomi akan berdampak bagi pelaku usaha, sedangkan dari segi karyawan pasti akan ada pengurangan nanti," kata Yudi selaku Manajer JPW Cafe, di Grand Depok City (GDC), Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Selasa (1/9/2020).

Menurut Yudi, kebijakan ini tidak akan efektif dalam mengurangi penyebaran Covid-19, karena virus ini tidak mengenal siang dan malam. Mestinya Pemerintah Kota Depok kembali ke masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang melarang semua bentuk usaha melayani tatap muka.

"Atau kalau mau lebih baik mengimbau pelaku usaha saja agar lebih meningkatkan protokol Covid-19. Jadi lebih baik dalam bentuk imbauan saja jangan ditutup jam malamnya, sambil menekankan kepada pelaku usaha untuk memperketat penerapan protokol kesehatan," papar Yudi.

Sebab, sambung Yudi, pembatasan operasional jam malam hingga pukul 18.00 WIB berdampak signifikan terhadap penurunan pendapatannya sampai 50 persen.

"Dampaknya gede, UMKM semua malam kan beraksi, gitu," kata Yudi.

Hal senada diungkapkan pedagang ketoprak, Kardinan. "Saya bingung, baru buka disuruh pulang lagi. Makanya nanti saya cari lokasi baru buat jualan siang hari. Saya mangkal di Jalan Margonda. Ini belum dapat pembeli. Mau nggak mau saya pulang lagi dan berharap corona selesai, karena kami butuh uang untuk nafkahin anak sama istri," kata Kardinan, pada Senin (31/8/2020).

Pedagang lainnya yakni Syarifuddin penjual nasi pecel mengaku bingung dengan kebijakan ini karena jam operasional dan aktivitas dibatasi karena dia harus berjualan pada malam hari.

"Kalau bisa ada keringanan buat kami penjual makanan. Kalau ada keringanan boleh dagang tapi nggak boleh makan di tempat ya nggak apa-apa deh. Yang penting kami dapat penghasilan untuk kebutuhan hidup," kata dia.

Sosialisasi Kebijakan Jam Malam
Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok Lienda Ratnanurdhianny mengatakan manajemen toko, restoran, ritel, dan lainya mematuhi kebijakan pembatasan jam operasional di Kota Depok sebagai upaya penekanan kasus positif Covid-19 di Depok.

"Aktivitas toko, restoran, ritel dan lainnya mematuhi kebijakan karena kasus terus meningkat di Depok. Setelah ini kami akan evaluasi tingkat kepatuhan warga masyarakat. Apakah sudah patuh atau belum," kata Lienda.

Diungkap dia, untuk tahapan awal pemberlakuan jam operasional dan aktivitas warga masyarakat belum ada sanksi sebab masih dalam tahapan sosialisasi. Sanksi akan diberikan usai keluarnya Peraturan Wali Kota (Perwal).

"Sekarang belum ada sanksi, masih tahap sosialisasi. Nanti dituangkan perwal yang sedang disusun," tutur Lienda.

Dikatakan dia, sebuah kebijakan sudah pasti ada yang merasa keberatan. Namun, kebijakan ini lebih besar manfaatnya untuk kesehatan masyarakat.

Meski begitu, masih ada keringanan bagi pelaku usaha kecil penjual makanan. Mereka boleh buka namun tak boleh menerima makan di tempat.

"Semua kebijakan pasti ada yang keberatan. Tapi kami melihat kebijakan lebih besar untuk kesehatan masyarakat. Kalau penjual makanan boleh take away. Tapi kita batasi sampai jam 20.00 WIB."

"(Kebijakan ini) belum bisa ditentukan sampai kapan. Kami melihat apakah ada peningkatan atau penurunan kasus positif. Kami berharap cepat turun dan kembali beraktivitas seperti biasa," ujar Lienda.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Tangkap 2 Pengedar, Polisi Sita 200 Kilogram Ganja

Pengungkapan barang bukti ganja sebanyak 200 kilogram ini, bisa menyelamatkan kurang lebih 1 juta jiwa.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Kasus Positif Covid-19 Naik 32,9%, Lima Provinsi Berkontribusi Besar

Dalam satu pekan ini, angka kasus pasien positif Covid-19 mengalami kenaikan mencapai 32,9 persen. Lima provinsi berkontribusi besar dalam kenaikan ini.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Dinkes DKI: Ketersediaan Tempat Tidur Pasien Covid-19 Cukup

Dinkes DKI akan merekrut SDM dan diharapkan minggu depan sudah ada 1.800 tenaga yang sudah siap.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Depok Jadi Kota Penularan Covid-19 Tertinggi di Jawa Barat

Depok di peringkat pertama dengan skor 1,66 dalam skoring penilian risiko penularan Covid-19 di 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Belum Ada Keterlibatan Sipil dalam Penyerangan Mapolsek Ciracas

Tim gabungan TNI-Polri masih terus menyelidiki kasus penyerangan dan perusakan di Mapolsek Ciracas.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Polisi Menyalurkan 1.500 Modem Gratis ke Pelajar

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, membagikan 1.500 modem gratis kepada pelajar SD, SMP, SMA di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Peti Mati Dipasang di Danau Sunter, Anies: Warga Harus Peduli Protokol Kesehatan

Pemasangan tugu Covid-19 berupa peti mati dan patung petugas medis di Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara, Selasa (1/9/2020).

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Penerapan Sanksi bagi Pelanggar PSBB di DKI Jakarta Belum Optimal

Penerapan sanksi yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI, hanya terfokus pada jalan-jalan protokol saja.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Pemkot Bogor Ajukan 15.000 UMKM Penerima Bantuan Usaha

Jenis UMKM yang kemudian didaftarkan Pemkot Bogor, mulai dari pedagang kaki lima (PKL), tukang gorengan, tambal ban, hingga warung sembako di rumah–rumah.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020

Pegawai Positif Covid-19, Kantor Setda Kota Depok Ditutup Satu Minggu

Pemkot Depok hari ini, Selasa (1/9/2020) menutup sementara pelayanan dan operasional di Kantor Setda Depok hingga 7 September mendatang.

MEGAPOLITAN | 1 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS