Tiga Indikator Penyebab Anies Tarik Rem Darurat dan Terapkan PSBB
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Tiga Indikator Penyebab Anies Tarik Rem Darurat dan Terapkan PSBB

Rabu, 9 September 2020 | 22:39 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan dua indikator utama yang mendorong pihaknya memutuskan kebijakan kebijakan rem darurat (emergency brake policy) dengan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta.

Ketiga indikator tersebut adalah tingkat kematian (case fatality rate) dan tingkat keterisian rumah sakit (bed occupancy ratio) baik untuk tempat tidur isolasi maupun ICU yang semakin tinggi dan menunjukkan bahwa Jakarta berada dalam kondisi darurat.

“Jadi, dari tiga data ini, angka kematian, keterpakaian tempat tidur isolasi, keterpakaian ICU khusus Covid-19, menunjukkan bahwa situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat," ujar Anies Baswedan dalam konferensi pers yang disiarkan Youtube Pemprov DKI, Rabu (9/9/2020).

Anies Baswedan mengungkapkan, jumlah orang yang meninggal dunia akibat Covid-19 di DKI Jakarta sebanyak 1.347 orang atau tingkat kematiannya 2,7 persen. Angka ini, kata Anies, memang masih lebih rendah dibanding tingkat kematian nasional di angka 4,1 persen, bahkan lebih rendah dari tingkat kematian global di angka 3,3 persen.

“Namun, jumlah angka kematian terus bertambah dan disertai dengan peningkatan angka pemakaman dengan protap Covid. Artinya semakin banyak kasus probable meninggal yang harus dimakamkan dengan protap Covid sebelum sempat keluar hasil positif,” tutur Anies Baswedan.

Kemudian, kata Anies, dari 4.053 tempat tidur isolasi yang tersedia khusus untuk pasien dengan gejala sedang (menengah), 77 persen di antaranya sudah terpakai. Perlu diketahui, jumlah 4.053 tempat tidur tersebut merupakan jumlah aktual.

Pada data sebelumnya, terdapat 4.456 tempat tidur isolasi khusus Covid-19, namun terdapat beberapa RS yang tidak bisa mencapai kapasitas maksimal lantaran terkendala jumlah SDM/tenaga kesehatan setelah terinfeksi Covid-19.

Ada pula beberapa RS yang mengalihkan sebagian tempat tidurnya untuk non-Covid-19 karena sudah lama tertunda pelayanannya. Sebagian RS juga mengalihkan isolasi menjadi ICU karena banyaknya pasien yang membutuhkan ICU. Dengan bertambah ICU yang mana jarak tempat tidurnya juga lebih lebar, maka ikut menurunkan jumlah tempat tidur.

Berdasarkan proyeksi perhitungan yang telah disusun secara ilmiah, kata Anies, tempat isolasi itu tidak akan mampu menampung pasien Covid-19 per 17 September 2020. Meskipun kapasitas ruang isolasi khusus Covid-19 ditingkatkan sebanyak 20 persen menjadi 4.807 tempat tidur, kata Anies, tempat isolasi tersebut tetap akan penuh pada 6 Oktober 2020.

“Bila situasi ini berjalan terus, tidak ada pengereman, maka dari data yang kita miliki bisa dilihat proyeksi tanggal 17 September penuh sesudah itu tidak akan mampu menampung pasien Covid lagi. Kalau pun kita tingkatkan kapasitasnya 20 persen, tetap akan penuh pada 6 Oktober 2020,” jelas dia.

Kondisi serupa lanjut Anies, juga terjadi pada kapasitas maksimal ruang ICU khusus Covid-19 di DKI Jakarta yang saat ini sebanyak 528 tempat tidur. Jumlah yang besar tersebut saat ini telah terisi 83 persen dan akan penuh pada tanggal 15 September dengan tingkat penularan wabah seperti sekarang.

Pemprov DKI Jakarta sedang berusaha menaikkan kapasitas ICU dilakukan hingga mencapai 636 tempat tidur. Namun tanpa usaha pembatasan lebih ketat, maka ICU khusus COVID Jakarta sesudah dinaikkan kapasitasnya pun bisa penuh pada tanggal 25 September 2020.

"Ingat, menaikkan (jumlah) tempat tidur itu bukan sekadar menyediakan tempat tidurnya, tapi memastikan ada dokter dan perawatnya, ada alat pengamannya, ada alat-alatnya, dan ada obatnya. Dengan usaha peningkatan kapasitas jangka pendek, tapi tidak disertai dengan pembatasan ketat, maka kita hanya mengulur waktu kurang dari sebulan saja sebelum rumah sakit kembali penuh," tutur dia.

Dengan tiga indikator tersebut, kata Anies, tidak ada pilihan lain bagi Pemprov DKI Jakarta selain menarik rem darurat dengan menerapkan kembali PSBB. Dia yakin dengan penerapan PSBB ini, maka jumlah kasus Covid-19 akan turun dan bisa menyelamatkan nyawa warga DKI Jakarta.

“Dengan melihat kedaruratan ini, tidak ada pilihan lain bagi Jakarta kecuali untuk menarik rem darurat segera. Dalam rapat Gugus Tugas Percepatan Pengendalian COVID-19 di DKI Jakarta disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat yang itu artinya kita terpaksa kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar seperti masa awal dahulu, bukan lagi PSBB Transisi," kata Anies.

"Inilah rem darurat yang kita tarik saat ini. Satuan Tugas Covid-19 di Jakarta, dalam hal ini adalah Forkopimda DKI, bersepakat untuk kembali menerapkan PSBB. Kita tarik rem darurat, dan kita akan menerapkan kembali arahan Presiden di awal wabah dahulu, yaitu bekerja dari rumah, belajar dari rumah, beribadah dari rumah," pungkas Anies Baswedan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PSBB DKI, Tempat Hiburan Kembali Ditutup

Seluruh tempat hiburan di Jakarta akan kembali ditutup menyusul penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jakarta.

MEGAPOLITAN | 9 September 2020

PSBB DKI: Transportasi Publik Dibatasi, Ganjil Genap Ditiadakan

Salah satu kebijakan dari pelaksanaan kembali PSBB itu adalah membatasi kapasitas dan waktu operasi angkutan umum serta meniadakan kebijakan ganjil genap.

MEGAPOLITAN | 9 September 2020

DKI Kembali Terapkan PSBB Lebih Ketat Mulai 14 September

PSBB ketat akan mulai diterapkan pada Senin, 14 September 2020.

MEGAPOLITAN | 9 September 2020

Wanita Tewas Diduga Bunuh Diri di Sebuah Apartemen

Korban merupakan warga Kedoya Utara dan sudah sering melakukan percobaan bunuh diri.

MEGAPOLITAN | 9 September 2020

Ini Alasan Anies Soal Jakarta Kembali Terapkan PSBB

Anies menyebut, Jakarta kembali masuk dalam situasi darurat Covid-19 karena jumlah kasus yang terus melonjak.

MEGAPOLITAN | 9 September 2020

Pandemi Covid-19, DKI Jakarta Kembali Terapkan PSBB

Gubernur DKI Jakarta Anioes Baswedan memutuskan untuk kembali menerapkan PSBB, Selasa (9/9/2020), PSBB akan diberlakukan Senin (14/9/2020) pekan depan.

MEGAPOLITAN | 9 September 2020

Polisi Bekuk Satu Keluarga yang Terlibat Pencurian Sepeda Motor

Awalnya diamankan dua orang "pemetik", setelah dikembangkan penyidik menangkap lima orang lagi yang merupakan satu keluarga.

MEGAPOLITAN | 9 September 2020

Pemuda Tewas Dikeroyok di Permata Hijau, Polisi Bekuk 5 Pelaku

Polisi membekuk lima orang -tiga di antaranya di bawah umur- pelaku penganiayaan hingga berujung tewasnya korban Muhammad Raffi Rizali (17).

MEGAPOLITAN | 9 September 2020

Pandemi Covid-19, Anies: Tingkatkan Layanan dan Kapasitas Kesehatan

Pandemi Covid-19 menurut Anies mengingatkan warga tentang kapasitas dan kualitas pelayanan kesehatan.

MEGAPOLITAN | 9 September 2020

Belum Bisa Lockdown Gedung, DPR Hanya Lakukan Pengetatan

DPR melakukan karantina beberapa wilayah gedung serta melakukan pembatasan rapat.

MEGAPOLITAN | 9 September 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS