Penertiban Protokol Kesehatan di Stasiun, Wakapolri: Masker Jadi Gaya Hidup
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Penertiban Protokol Kesehatan di Stasiun, Wakapolri: Masker Jadi Gaya Hidup

Jumat, 11 September 2020 | 12:05 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / WBP

Jakarta, Beritasatu.com -Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, melakukan penertiban penerapan protokol kesehatan, sekaligus persiapan operasi yustisi penggunaan masker dengan membentuk penegak disiplin internal, di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penggunaan masker menjadi gaya hidup dan budaya baru.

"Pagi hari ini saya dengan pak Kapolda, pak Dandim, dan pak Kadaop Stasiun Kereta Tanah Abang, melihat bagaimana masyarakat yang datang dari beberapa daerah ke Jakarta ini, apakah mereka sudah disiplin kepada protokol kesehatan, sekaligus juga rangkaian acara kemarin pembagian masker kepada masyarakat. Kemudian salah satu kegiatan kita ya nanti untuk operasi yustisi, langkah yang kita lakukan adalah membuat penegak-penegak disiplin di internal atau penegak disiplin berbasis komunitas," ujar Gatot, di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2020).

Gatot mengatakan, penggunaan masker harus menjadi gaya hidup masyarakat di tengah pandemi Covid-19 termasuk, anggota TNI dan Polri. "Sehingga masker ini menjadi satu lifestyle, gaya hidup. Saya juga kemarin ketika di Polda menyampaikan, ini anggota Polri kita sudah wajib, disamping wajib memakai masker dia punya cadangan-cadangan. Kalau lihat orang tidak bermasker, ketemu, silakan diberikan ke masyarakat. Ini salah satu bentuk sosialisasi kita ya, agar masker kelak menjadi budaya baru kita di dalam new normal ini," ungkapnya.

Gatot menyampaikan, sebagian besar pengguna jasa commuter line di Stasiun Tanah Abang, telah menggunakan masker. Hanya ada satu dua saja yang tidak pakai dan sudah ditertibkan.

"Kalau kita lihat tadi, hampir masyarakat sudah menggunakan masker. Ya hanya beberapa orang saja, itu bisa ditertibkan. Dan kalau kita lihat aturan-aturannya tadi pak Kadaop sudah membuat aturan yang ketat. Ketika antrean jaraknya ada, dan juga ada pembatasan-pembatasan di dalam kereta. Salah satu gerbong tadi menurut Kadaop kalau penuh bisa sampai 200-an orang, dibatasi 70 orang dengan menggunakan masker dan protokol Covid-19," katanya.

Penertiban protokol kesehatan ini, tambah Gatot, diharapkan tidak hanya dilakukan di stasiun, namun juga di klaster perkantoran dan pasar. Rencananya, Kapolda Metro Jaya juga akan membentuk penegak disiplin berbasis komunitas, di Pasar Tanah Abang, hari ini. "Kalau di sini (Stasiun Tanah Abang) sudah ada penegak disiplin internal. Jadi beliau (Kadaop) yang lebih dulu menertibkan, dibantu teman-teman TNI, Polri dan Satpol PP," jelasnya.

Gatot berharap, di semua tempat keramaian kantor, pasar, stasiun, terminal, dan lainnya memiliki penegak disiplin internal. "Karena mereka ini 24 jam ada. Kalau kita mengadakan penegak disiplin Polri, TNI dan Satpol PP yang bergerak ya, mungkin ketika tim ini datang tertib, tapi setelah itu berubah lagi. Tapi kalau seperti pak Kadaop di sini dengan tim yang ada 24 jam bisa terus menertibkan, tidak perlu dilakukan operasi. Diingatkan, tapi tetap mengedepankan langkah-langkah yang persuasif dan langkah-langkah yang humanis," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ketua DPRD Ingatkan Pentingnya Pengawasan PSBB DKI

Prasetyo meminta Gubernur DKI Anies Baswedan segera memetakan RT sebagai wilayah mikro berstatus zona merah Covid-19.

MEGAPOLITAN | 11 September 2020

40 Kasus Baru Positif Covid-19 di Bogor, 4 Balita

Penambahan 40 kasus itu tersebar di Kabupaten Bogor 21 orang dan Kota Bogor 19 orang.

MEGAPOLITAN | 11 September 2020

RW Siaga, Kunci Pengawasan Warga di Kota Bekasi

Pemkot bersama dengan jajaran Polrestro Bekasi Kota dan Kodim 0507/Kota Bekasi menggiatkan kembali fungsi pengawasan RW Siaga.

MEGAPOLITAN | 10 September 2020

PSBB Total Berlaku, Kegiatan Produktif Terapkan Protokol Ketat

PSBB total mulai berlaku, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto meminta kegiatan-kegiatan produktif dilakukan dengan protokol kesehatan ketat.

MEGAPOLITAN | 10 September 2020

Tekan Penyebaran Corona, Polres Metro Bekasi Kota Bagikan 75.000 Masker

Pembagian masker diharapkan dapat menekan penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 10 September 2020

Terkait Penerapan PSBB, Hipmi Jaya: Imbasnya Berat, tetapi Harus Dijalankan

Hipmi Jaya tetap mendukung PSBB dan siap menjalankan keputusan Pemprov DKI Jakarta untuk kebaikan bersama.

MEGAPOLITAN | 10 September 2020

Soal Penutupan Mal, Pemkot Depok Tunggu Perintah Gugus Tugas

Mal di Kota Depok baru mulai dibuka kembali pada tanggal 16 Juni 2020 dan belum dipastikan apakah kena imbas PSBB total yang akan diberlakukan kota Jakarta.

MEGAPOLITAN | 10 September 2020

Bodetabek Waspadai Eksodus Warga Jakarta

Para kepala daerah di Bodetabek dan Karawang diminta mewaspadai eksodus warga keluar dari Jakarta akibat penerapan PSBB di Ibu Kota.

MEGAPOLITAN | 10 September 2020

Masih Zona Oranye, Kota dan Kabupaten Bogor Perpanjang PSBB

Kabupaten Bogor memperpanjang PSBB hingga 29 September, sedangkan Kota Bogor perpanjang pembatasan sosial mikro dan komunitas (PSMK) hingga Minggu 13 September.

MEGAPOLITAN | 10 September 2020

Disnaker DKI Masih Kaji Sanksi Kantor Pelanggar PSBB

Menurut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 79 Tahun 2020, sanksi untuk pelaku usaha mulai dari Rp 50 juta hingga Rp 150 juta.

MEGAPOLITAN | 10 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS