Din Syamsuddin: PSBB DKI Jakarta Pilihan Tepat
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

Din Syamsuddin: PSBB DKI Jakarta Pilihan Tepat

Minggu, 13 September 2020 | 16:01 WIB
Oleh : Dwi Argo Santosa / DAS

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan juga salah satu deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) M Din Syamsuddin menilai kebijakan Pemprov DKI Jakarta menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama 14 hari ke depan adalah pilihan yang tepat.

PSBB tepat untuk menahan laju penularan Covid-19 yang cenderung meninggi beberapa hari terakhir. “Kalau tidak, penularan itu akan menjadi-jadi dan korban terinfeksi akan semakin banyak,” kata Din dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Minggu (13/9/2020).

Menurut Din, kebijakan Pemprov DKI tersebut sejalan dengan arahan Presiden Jokowi bahwa pemerintah harus mengutamakan penanggulangan kesehatan dari pada ekonomi. Percuma mengembangkan ekonomi sementara rakyat jatuh sakit.

Sudah terbukti, masa transisi dengan pelonggaran PSBB dan roda perekonomian digerakkan, seperti pembukaan perkantoran, pusat perdagangan, pusat keramaian, termasuk sekolah, ternyata mendorong terciptanya klaster baru penularan virus.

Mengedepankan kesehatan di atas ekonomi atau sebaliknya adalah pilihan. Sebenarnya keduanya saling berkait, namun pada situasi tertentu harus ada yg diprioritaskan. Maka seyogyanya, menurut Din, pemerintah pusat mendukung langkah Pemprov DKI tersebut.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI Pusat ini menambahkan, adalah aneh jika pemerintah pusat menolak kebijakan PSBB. “Dan semakin aneh jika beberapa pembantu Presiden mengajukan pikiran yang bertolak belakang dengan presidennya,” kata Din.

Pemerintah pusat perlu legawa dan berbesar hati dengan adanya upaya dari pemerintah daerah yang berusaha mengatasi penularan Covid-19 dengan ketat, apalagi di Jakarta. Kalau pemerintah Indonesia tidak bersungguh-sungguh menanggulangi Covid-19, tidak kompak dan saling jegal, tidak mustahil posisi Indonesia menjadi paling bawah atau buruk.

Din menyebut sekarang posisi Indonesia sudah pada urutan terburuk keempat dari bawah dalam penanggulangan Covid-19 namun tanpa menyebutkan sumbernya. Disebutkan pula oleh Din bahwa Warga Negara Indonesia akan ditolak di semua negara. Sekarang sudah hampir 70 negara di dunia menolak.

Apa yang dikhawatirkan Din terkait pembantu Presiden yang punya pemikiran bertolak belakang atau saling jegal tidak setidaknya tidak tergambar dari pernyataan Menteri BUMN yang adalah Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir.

Menurut Erick, pemerintah akan proaktif menyambut perkembangan terkini terkait PSBB di Ibu Kota yang berlaku Senin (14/9/2020).

Dalam konferensi pers di Balai Kota, Minggu (13/9/2020), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan didampingi juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adosasmito. Artinya, antara Satgas Penanganan Covid-19 atau pemerintah pusat dengan Pemprov DKI Jakarta tidak berjalan sendiri-sendiri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemkab Tangerang Siagakan Gudang Ketahanan Pangan

Gedung gudang ketahanan pangan ini memiliki luas 2.000 meter dapat menampung 500 ton beras untuk disimpan.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020

Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Kembali Pecahkan Rekor

DKI Jakarta kembali menorehkan rekor kasus harian Covid-19 pada hari ini Minggu (13/9/2020) dengan jumlah 1.380.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020

37 Pasien Isolasi Mandiri Dirawat di Tower 5 RSD Wisma Atlet

Pasien positif Covid-19 tanpa gejala yang dapat dirujuk ke tower 5 perlu membawa rujukan dari puskesmas atau klinik serta persyaratan administrasi.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020

Gubernur: Bantuan Sosial Diberikan untuk 2,46 Juta Keluarga Rentan di DKI

Terkait pembiayaan bansos, kata Anies, berasal dari dana APBN, APBD dan juga sumber-sumber lain yang sah.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020

PSBB Jakarta, Warga Akan Dijemput Aparat Bila Menolak Diisolasi

Setiap warga yang ditemui petugas wajib mematuhi bila petugas tersebut meminta yang bersangkutan untuk tes.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020

PSBB Jakarta, Anies: Perkantoran Tetap Bisa Dibuka

Namun, perusahaan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan kapasitas yang diperbolehkan hanya 25%.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020

Ini 5 Hal yang Diatur dalam PSBB Jakarta

Pergub Nomor 88 tahun 2020 menjadi dasar pelaksanaan PSBB Jakarta yang mulai diberlakukan besok, Senin, 14 September 2020.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020

PSBB Jakarta, Mulai Senin Tidak Ada Isolasi Mandiri

Warga yang harus diisolasi di fasilitas isolasi mandiri yang ditentukan oleh Satgas, baik di Kemayoran, hotel, maupun wisma.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020

PSBB Jakarta, 27 Tempat Wisata Milik Pemprov Ditutup

Ke-27 tempat wisata di Jakarta akan mulai ditutup mulai Senin (14/9/2020) seiring diberlakukannya PSBB Jakarta.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020

Pembatasan Kegiatan di Perkantoran Jadi Fokus PSBB Jakarta

Terkait kegiatan perkantoran swasta, bisa beroperasi dengan pembatasan kapasitas selama PSBB di Jakarta diberlakukan.

MEGAPOLITAN | 13 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS