Antisipasi Banjir, Anies: Siaga, Tanggap, dan Galang
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 524.475 (-7.99)   |   COMPOSITE 6109.17 (-129.78)   |   DBX 1194.89 (-11.73)   |   I-GRADE 181.466 (-4.58)   |   IDX30 517.087 (-11.81)   |   IDX80 138.626 (-3.62)   |   IDXBUMN20 407.246 (-17.39)   |   IDXESGL 143.602 (-3.12)   |   IDXG30 142.274 (-3.48)   |   IDXHIDIV20 456.023 (-11.92)   |   IDXQ30 148.355 (-3.37)   |   IDXSMC-COM 276.257 (-7.75)   |   IDXSMC-LIQ 347.018 (-13.99)   |   IDXV30 137.723 (-3.73)   |   INFOBANK15 1047.79 (-12.16)   |   Investor33 444.391 (-8.03)   |   ISSI 179.418 (-4.68)   |   JII 631.935 (-18.62)   |   JII70 220.815 (-6.52)   |   KOMPAS100 1231.17 (-28.43)   |   LQ45 963.139 (-22.62)   |   MBX 1681.26 (-38.74)   |   MNC36 327.223 (-6.39)   |   PEFINDO25 325.051 (-6.97)   |   SMInfra18 313.073 (-11.44)   |   SRI-KEHATI 379.382 (-6.25)   |  

Antisipasi Banjir, Anies: Siaga, Tanggap, dan Galang

Rabu, 30 September 2020 | 11:00 WIB
Oleh : Bayu Marhaenjati / BW

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan instansi lainnya menggelar apel kesiapan dalam rangka tanggap bencana banjir 2020/2021, di Lapangan Promoter Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Rabu (30/9/2020).

Gubernur Anies Baswedan selaku inspektur upacara mengatakan, ada tiga kata kunci dalam berikhtiar mengantisipasi bencana banjir di Ibu Kota Jakarta. Pertama siaga, kedua tanggap, dan ketiga galang.

"Siaga artinya kita memantau terus bila di kawasan hulu terjadi hujan yang amat lebat, kita siaga di Jakarta. Bila BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengumumkan bahwa akan terjadi hujan lokal hebat, maka Jakarta siaga dan kita tanggap ketika terjadi mulai genangan. Ketika mulai banjir, maka respons cepat harus kita lakukan. Ketiga adalah galang. Kita harus galang seluruh kekuatan. Ketika berhadapan bencana banjir tidak mungkin hanya dihadapkan sendirian, tidak mungkin hanya unsur Polisi, TNI, Pemprov, tetapi tiga unsur ini bekerja bersama untuk menggalang seluruh kekuatan masyarakat, bahu-membahu ketika kita menghadapi ancaman banjir," ujar Anies.

Anies pada awal pidatonya menyampaikan apresiasi kepada Polda Metro Jaya yang memprakarsai dan memfasilitasi kegiatan apel gabungan.

"Ini adalah wujud kemitraan dan sikap tanggap, serta solid antarinstitusi yang ada di wilayah Pemprov DKI Jakarta untuk bersama-sama menjaga, mewujudkan keamanaan, ketentraman bagi seluruh warga Jakarta, khususnya di saat musim hujan akan datang. Kita ketahui bersama Kota Jakarta pada saat ini sedang berhadapan dengan pandemi Covid, di waktu bersamaan kita memasuki musim penghujan. Dua tantangan ini harus kita hadapi bersama-sama. Kita tidak punya pilihan untuk memilih salah satu, dua-duanya harus kita hadapi," ungkapnya.

Fungsi
Anies menyampaikan, Jakarta sebagai Ibu Kota memiliki fungsi yang amat strategis dengan ukuran provinsi tidak luas hanya 662 kilometer persegi dan jumlah penduduk totalnya 10,5 juta. Namun, Jakarta terletak di kawasan yang dialiri 13 sungai.

"Karena itu ketika musim penghujan tiba kita menghadapi tiga front secara bersama-sama. Pertama adalah aliran air dari hulu akibat hujan deras di kawasan pegunungan yang mengalir lewat 13 sungai yang masuk ke kota ini. Kedua adalah hujan lokal yang terjadi kota ini. Ketiga adalah permukaan air laut yang meningkat, dan di saat bersamaan kita mengalami penurunan permukaan tanah khususnya di kawasan pesisir. Tiga front ini harus kita hadapi dan antisipasi," katanya.

Menurut Anies, tahun ini berbeda karena terjadi perubahan iklim global yaitu, fenomena La Nina. Fenomena La Nina ini berbeda dengan El Nino yang diiringi musim kemarau panjang. La Nina menandakan akan datangnya penghujan yang besar, deras, panjang.

"Karena itu kesiapaan kita menjadi penting. Peringatan dini ketika hujan turun di kawasan pengunungan. Kita memiliki titik-titik pemantauan untuk mengetahui volume air yang akan masuk ke Jakarta dari kawasan hulu. Kita menyadari ukuran-ukuran volume air yang berpotensi menghasilkan banjir dan berpotensi mengganggu keselamatan warga. Karena itu kita berharap seluruh jajaran dalam menghadapi potensi banjir ini siaga," jelasnya.

Anies mengingatkan, pada Januari lalu, Jakarta mengalami curah hujan terbesar dalam sejarah pencatatan rekor hujan lebih dari 150 tahun. Pada saat itu curah hujan di Jakarta, di banyak titik, di atas 300 milimeter per hari.

"Itu sebabnya tahun ini memasuki musim penghujan 2020-2021 kita harus mengantisipasi hujan-hujan ekstrim. Berbeda dengan masa lalu hujan terjadi dalam durasi panjang, volume air terbatas. Akhir-akhir ini kita menyaksikan akibat perubahan iklim global, hujan singkat, tetapi amat insentif. Hujannya pendek, lokal, tetapi volume airnya luar biasa banyak," katanya.

Menyoal antisipasi dan penanganan bencana banjir di tengah pandemi Covid-19, Anies menuturkan, dalam penanganan pengungsi harus memasukkan unsur protokol kesehatan.

"Kita tahu kampung-kampung tepi sungai berisiko tergenang ketika air kiriman dari hulu datang dengan volume besar. Pada saat kejadian itu muncul, maka kita biasa bangun pos-pos pengungsian, kita terbiasa melakukan evakuasi. Kali ini kita berhadapan dengan kondisi Covid-19, tempat evakuasi, pengungsian, protokol penanganan pengungsi semua harus memasukan unsur protokol kesehatan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya," tegasnya.

"Ini membutuhkan penanganan khusus, persiapan khusus. Karena itu kita semua perlu menyadari sejak awal bahwa bukan saja fenomena banjirnya yang harus kita kendalikan sama-sama, tetapi juga ketika kita mengendalikan, dampaknya kita harus memperhitungkan protokol kesehatan," tambahnya.

Anies berharap, seluruh unsur atau instansi yang hadir dalam apel gelar pasukan kesiapan tanggap banjir untuk mengintensifkan koordinasi berbagai skenario dalam menangani banjir di tiga kelompok, banjir dari hulu, banjir lokal, dan banjir karena rob.

"Saya harap skenario itu dipakai sebagai dasar ketika bertindak kalau ternyata terjadi banjir. Ini semua ikhtiar kita karena banjir tidak bisa diprediksi dengan super akurat, tetapi bagian kita berikhtiar. Semoga apel gelar pasukan tanggap banjir 2020-2021, membuat kita lebih siaga, lebih tanggap dan lebih mampu untuk galang kekuatan. Kita berdoa memohon perlindungan semoga Ibu Kota dijauhkan dari bencana banjir dan bencana lain. Namun, sebagai manusia kita berikhtiar mengantisipasi," tandasnya.

Apel kesiapan dalam rangka tanggap bencana banjir tahun 2020/2021 itu turut dihadiri Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Pangdam Jaya Mayjen Dudung AR, pejabat TNI-Polri, dan Pemprov DKI, pejabat BMKG, PLN, serta instansi lainnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPRD DKI Gelar Paripurna Raperda Penanggulangan Covid-19

Rapat digelar dua kali, yakni pada pukul 10.00 WIB dan 14.00 WIB.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Pemprov DKI Terus Antisipasi Potensi Banjir

Kegiatan Gerebek Lumpur telah dimulai sejak Maret lalu.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Pelaku Vandalisme Musala Ditangkap, Polisi Imbau Warga Tak Terprovokasi

Tersangka berinisial S ternyata tinggal tidak jauh dari musala tersebut.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Polisi Bekuk Pelaku Vandalisme Musala di Tangerang

Pelaku berinisial S (18) ditangkap di rumahnya yang hanya berjarak 50 meter dari musala.

MEGAPOLITAN | 30 September 2020

Pertiwi Pendidikan Ringankan Beban Pelajar

Ia berharap lebih banyak lagi relawan yang tergerak hatinya untuk bergerak bersama mewujudkan pendidikan di Indonesia yang lebih maju dan merata.

MEGAPOLITAN | 29 September 2020

Pemprov DKI: Penerimaan PBB-P2 Tahun 2020 Rp 5,946 Triliun dari 680.000 Wajib Pajak

Total penerimaan PBB-P2 yang tercatat sebesar Rp 5.946.617.502.281 atau 91 persen dari total target sejumlah Rp 6,5 triliun

MEGAPOLITAN | 29 September 2020

Pemprov DKI Siapkan Pemakaman Khusus Covid-19 di Rorotan

Lokasi lahan untuk pemakaman khusus Covid-19 itu milik Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta dengan luas 2 hektare.

MEGAPOLITAN | 29 September 2020

Besok, Polri Bakal Umumkan Tersangka Pembakar Gedung Kejagung

Rencana ekspose dilakukan bersama JPU terkait kelanjutan kasus kebakaran gedung Kejagung.

MEGAPOLITAN | 29 September 2020

Pasca Kabur dari Lapas, Cai Cangphan Sempat Temui Istrinya di Bogor

Polri kini terus melakukan pemeriksaan kepada para saksi untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat di balik pelarian napi gembong narkotika tersebut.

MEGAPOLITAN | 29 September 2020

Sehari, Rata-rata Ada 30-40 Kasus Baru Covid-19 di Kota Tangerang

Peningkatan angka pasien covid-19 di Tangerang saat ini dalam satu hari mencapai 30-40 kasus.

MEGAPOLITAN | 29 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS