86 Pelajar SMA dan STM di Tangerang Terjaring Polisi Saat Hendak Berdemo ke Jakarta
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

86 Pelajar SMA dan STM di Tangerang Terjaring Polisi Saat Hendak Berdemo ke Jakarta

Selasa, 13 Oktober 2020 | 20:11 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Tangerang, Beritasatu.com - Sebanyak 86 orang siswa SMA dan STM di wilayah Kota Tangerang terjaring operasi gabungan TNI-Polisi saat mereka hendak bertolak ke Jakarta untuk mengikuti demonstrasi menolak UU Cipta Kerja.

Para pelajar yang diamankan itu sebagian besar hanya ikut-ikutan dan tak mengerti akan mengikuti demo tentang apa. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Metro Kota Tangerang, Kombes Pol Sugeng Hariyanto saat menjumpai sejumlah siswa yang terjaring dalam operasi tersebut, Selasa (13/10/2020).

"Hingga jam 13.00 WIB siang tadi, petugas gabungan TNI dan Polri yang berjaga di perbatasan DKI dan Tangerang mendapatkan 86 orang siswa SMA dan STM yang hendak melakukan aksi demonstrasi di Istana Negara hari ini. Tapi sayangnya mereka hanya ikut-ikutan saja. Jadi motivasinya kebanyakan mereka ikut meramaikan dan ikut mengikuti aksi yang ada di Jakarta. Tetapi terkait motif dan tujuannya itu mereka tidak mengetahui secara jelas," ungkap Kapolres.

Usai tertangkap oleh petugas ke 86 orang siswa tersebut langsung dibawa ke Markas Polres Metro Tangerang dan menjalani rapid test mencegah adanya penyebaran virus Covid-19 yang mungkin saja dibawa para pelajar tersebut.

"Saya tadi jelaskan kepada mereka, jangan ikut-ikutan berdemo kalau memang belum mengerti esensi apa yang mereka demo. Karena ini akan merugikan mereka sendiri. Mereka yang sudah diamankan akan terekam di Intel dan ini menjadi catatan tersendiri ketika mereka mau mencari pekerjaan. Makanya saya tadi imbau kepada mereka melalui sekolah dan orangtuanya, agar mereka diperhatikan betul. Karena takutnya hal ini akan menyusahkan mereka kelak di masa depan," imbau Kapolres.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten, M Yusuf mengaku telah mengeluarkan imbauan dan larangan terkait aksi demonstrasi yang diikuti oleh para pelajar di tingkat SMA dan STM yang ada di wilayah Tangerang Raya dan umumnya Provinsi Banten. Bahkan pihak Dinas Pendidikan melalui sekolah akan memberikan pembinaan kepada pelajar agar tidak turut serta turun kejalan mengikuti demonstrasi.

"Bagi yang tertangkap, sanksi-nya kita serahkan ke masing-masing sekolah dan komite sekolahnya. Karena masing-masing sekolah punya tata tertib dan peraturan masing-masing. Bisa saja mereka dikeluarkan, kalau memang pelanggaran yang mereka lakukan berat," tutur M Yusuf.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Provinsi Banten bernomor 800/2092. Dindikbud/2020 tentang Waktu Belajar di Rumah (DBR) dan Edukasi Penyampaian Pendapat oleh Peserta Didik SMA, STM, dan SKh dijelaskan pihak sekolah dan orangtua punya peranan melakukan pemantauan dan memberikan perhatian kepada peserta didik agar tidak ikut serta melakukan aksi unjuk rasa menolak UU Omnibuslaw karena tidak sesuai dengan kaidahnya.

"Melalui surat tersebut, saya sudah perintahkan kepada seluruh kepala sekolah di tingkat SMA, SMK, dan SKh serta guru wali kelas serta orangtua untuk terus melakukan koordinasi untuk memberikan edukasi tentang demonstrasi dan meminta mereka untuk melakukan pemantauan kehadiran masing-masing siswanya untuk mencegah siswanya ikut dalam kegiatan demonstrasi," tegasnya.

"Bila memang mereka tertangkap pihak petugas, maka pihak sekolah dan orangtua harus memberikan pembinaan kepada siswa yang bersangkutan. Namun bila ada indikasi pelanggaran pidana dalam aksi tersebut dan mungkin sudah masuk ke masalah hukum yang lebih tahu ya aparat penegak hukum," ungkapnya.

"Kalau kami lebih kepada kenakalan yang berdampak pelanggaran disiplin sekolah. Namun pada intinya kita akan tetap melakukan pelarangan mengikuti aksi dan meminta pihak Sekolah dan orangtua siswa untuk melakukan pendampingan agar peserta didik tidak ikut dalam aksi demonstrasi itu," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Masih Zona Oranye, Bioskop di Depok Belum Akan Dibuka

Berbeda dengan DKI Jakarta, Pemkot Depok belum akan membuka fasilitas bioskop.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020

Wisma Makara UI Mundur Jadi Tempat Isolasi Covid-19 Depok

Wisma Makara sendiri sudah ditinjau dan kondisinya sangat layak namun, kata Dedi, mereka mengundurkan diri sebagai tempat isolasi.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020

20 Pelajar Diamankan Saat Menuju ke Jakarta

Puluhan pelajar diamankan anggota Polsek Bekasi Utara, Polrestro Bekasi Kota. Mereka diamankan saat hendak menuju ke Jakarta melalui Stasiun Bekasi.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Tangerang Capai 84,4 Persen

Pemkot Tangerang menargetkan penurunan zona Covid-19 setelah angka kesembuhan pasien meningkat signifikan.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020

Kerusuhan Massa Pecah, 500 Orang Diamankan Termasuk Anarko

Kapolda Metro Jaya menyebut ada sekitar 600 orang diduga kelompok anarko berupaya memprovokasi.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020

Begini Strategi Pemprov DKI Cegah Klaster Keluarga

Menurut Riza Patria, setiap keluarga diminta menunjuk satu anggotanya sebagai kader Covid-19.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020

Kota Bogor Matangkan Rencana Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Kota Bogor (Pemkot Bogor) terus mematangkan rencana vaksinasi Covid-19 di wilayah tersebut.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020

Ridwan Kamil Usulkan Warga Depok Dapat Vaksin Tahap Pertama

Ridwan Kamil mengatakan jika tidak ada halangan maka bulan November, warga Depok sudah mulai ada yang divaksin.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020

Pemkot Bekasi Kembali Tegaskan Pelaku Usaha Patuhi Protokol Kesehatan

Pemkot Bekasi menegaskan kepada pelaku usaha hiburan malam untuk memperhatikan protokol kesehatan. Pemkot Bekasi tak segan-segan memberikan sanksi tegas.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020

Polres Metro Tangerang Musnahkan Ratusan Gram Barang Bukti Narkotika

Total barang bukti narkotika berjenis sabu berjumlah 109,9 gram, ganja kering 206,3 gram dan tanaman ganja sebanyak 43 pohon diimusnahkan.

MEGAPOLITAN | 13 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS