Minta Dana Investasi Dikembalikan, Korban Koperasi KSP-SB Menangis
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Minta Dana Investasi Dikembalikan, Korban Koperasi KSP-SB Menangis

Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:49 WIB
Oleh : Rully Satriadi / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Puluhan orang yang tergabung dalam Koalisi Korban Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB) menggelar unjuk rasa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2020). Dalam aksinya mereka menuntut agar KSP-SB mengembalikan uang anggota, tegakkan hukum, serta seret pengurus KSP-SB ke pengadilan.

Mereka juga menuntut agar pengurus KSP-SB mengadakan rapat anggota luar biasa, umumkan laporan keuangan secara transparan, bongkar kejahatan kerah putih di KSP-SB dan tim pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) untuk bersikap netral. Aksi yang digelar dari pukul 09.30 - 10.00 WIB diwarnai dengan membentangkan sejumlah spanduk dan poster.

Selain itu juga ada peserta aksi yang menangis dan berteriak agar pemerintah turun tangan untuk membantu para korban. Peserta yang menangis karena uang puluhan juta yang ditanamkan di KSP-SB tidak bisa ditarik kembali. Padahal yang diinvestasikan tersebut merupakan uang tabungan dan pensiun yang harusnya bisa dinikmati ketika ada pandemi Covid-19 saat ini.

"Saya minta pemerintah dan Pak Jokowi untuk turun tangan bantu kami para korban. Kami rakyat kecil yang menjadi korban dari simpan pinjam KSP-SB. Uang itu kami kumpulkan dengan susah payah," ujar Reni peserta aksi sambil menangis di depan PN Jakarta Pusat.

Reni mengaku tidak mendapatkan laporan keuangan KSP SB sejak April 2020 lalu. Saat ditanyakan kejelasan laporan keuangan, pengurus KSP-SB selalu berdalih dengan alasan Covid-19. Pada awalnya Reni memaklumi dengan kondisi Covid-19. Namun hingga akhir September 2020, pengurus KSP-SB juga tidak kunjung memberikan laporan keuangan.

"Padahal uang yang kami simpan di KSP-SB adalah uang jerih payah yang harusnya bisa dinikmati di tengah kondisi pandemi saat ini," paparnya.

Koordinator aksi Rahja mengatakan, aksi digelar di PN Jakarta Pusat, karena saat ini majelis hakim PN Jakarta Pusat tengah membahas masalah PKPU KSP-SB. Oleh karena itu para korban KSP-SB meminta agar PKPU harus adil dan membela hak-hak para korban KSP-SB. Jumlah korban KSP-SB dari seluruh Indonesia mencapai sekitar 170 ribu peserta.

"Intinya adalah uang kita ingin kembali. Kita mau uang kita yang disimpan di KSP-SB harus kembali. Itu yang kita mau," ujarnya.

Rahja juga meminta agar tim PKPU membela para korban KSP-SB. Oleh karena itu para korban meminta agar digelar rapat luar biasa dengan pengurus KSP-SB. Selain itu laporkan juga kondisi keuangan KSP SB secara jelas dan transparan serta dipublikasikan ke berbagai media massa. Para korban KSP-SB juga meminta tim ahli untuk menganalisa keuangan KSP-SB secara detail.

"Dengan adanya sidang ini juga kita mengimbau kepada hakim untuk lebih mendengar suara kita sebagai rakyat korban dari KSP-SB. Tolonglah kita dibela karena kita telah di-dzholimi. Uang kita yang kita tanam di koperasi ternyata tidak bisa mengambilnya. Padahal itu adalah uang pensiun, uang hasil jerih payah kami," paparmya.

Dalam kesempatan ini Rahja juga mempertanyakan nilai aset KSP-SB yang berubah-ubah. Pada awalnya nilai aset KSP-SB berjumlah Rp 3,1 triliun. Namun setelah diverifikasi nilainya membengkak menjadi Rp 7 triliun dan saat ini malah membengkak lagi menjadi Rp 9 triliun. Oleh karena itu pihaknya meminta ada transparansi dan kejelasan terkait kondisi keuangan KSP-SB.

"Jadi kami minta ada audit investigasi dari KSP-SB yang harus disetujui oleh tim dari pengurus PKPU. Kami ingin hakim mendengar suara kami. Kami adalah rakyat yang di-dzolimi dan kami harus dibantu karena kami adalah rakyat. Kami minta hak kami dikembalikan," tegasnya.

Diketahui, Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama (KSP-SB) dinyatakan dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). Hal itu berdasarkan Putusan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 24 Agustus 2020.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Matahari Gandeng Grup GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) memberikan dana sebesar Rp 5 miliar mendukung pembangunan Rumah Oksigen Gotong Royong (ROGR).

MEGAPOLITAN | 23 September 2021


Banjir Pancoran Mas Depok, Jalan Raya Sawangan Semakin Macet

Ketinggian air mencapai 40 Cm dan lokasi ini merupakan salah satu titik yang sering banjir.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Pagi-Malam Ini Sebagian Jakarta Diguyur Hujan

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG, pada pagi hari hujan ringan terjadi di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

KNPI Jakarta Ingatkan Giring PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

Ketua KNPI Jakarta Ronny Bara Pratama mengingatkan Plt Ketum PSI, Giring Ganesha untuk bijak dalam berkomentar.

MEGAPOLITAN | 23 September 2021

Toko Obat Ilegal di Bekasi Digerebek Polisi

Pelaku menjual obat-obatan ilegal di toko kosmetik miliknya.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021


Mudahkan Warga, Gerai Vaksinasi Dibuka di Terminal Induk Kota Bekasi

Sasaran target peserta vaksinasi adalah para awak bus serta masyarakat yang hendak melakukan perjalanan keluar atau masuk ke Kota Bekasi.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021

Anak di Bawah 12 Tahun Diizinkan Masuk Mal, tetapi Dilarang ke Tempat Wisata

Di tengah situasi Covid-19 di Ibu Kota yang makin terkendali, Anies mulai mengizinkan anak di bawah 12 tahun untuk melakukan aktivitas di luar rumah.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021

Muncul 25 Klaster Baru Covid-19, Wagub Riza: PTM di Jakarta Sudah Sesuai Prosedur

Jika ada guru atau peserta didik yang terpapar Covid-19, kata Riza, kemungkinan besar tertularnya bukan di sekolah.

MEGAPOLITAN | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
Pemerintah Dukung Investasi Kabel Bawah Laut Australia Asia PowerLink US$ 2,58 M

Pemerintah Dukung Investasi Kabel Bawah Laut Australia Asia PowerLink US$ 2,58 M

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings